Kita memang tidak pernah tau kapan Allah memberikan peristiwa penghantar untuk masa depan kita. Di masa masa preklinik saya pernah mempersiapkan agar setelah lulus kedokteran bisa melanjutkan pendidikan spesialis. Berhubung saya tidak mau memberatkan ummi dan abi untuk kesekian kalinya, maka saya harus mencari alternatif lain. Salah satu cara yang saya pikirkan adalah masuk spesialis lewat jalur beasiswa lpdp. Saya pun menceritakan rencana saya ke Abi ke depannya bagaimana. Saat saya sedang menjalani masa klinik stase interna di RSUP Fatmawati, kebetulan masing2 kami mendapatkan residen pembimbing. Residen itu dokter2 yang sedang mengambil spesialisasi. Saya dan Nafta kebagian residen interna bernama dr.Tulus. Tak disangka ternyata beliau adalah salah satu dari 20 orang yang diterima melanjutkan pendidikan spesialis di LPDP angkatan kedua. Ketika kebagian jaga bareng, beliau bercerita banyak tentang pengalaman beliau kuliah, bekerja di RS Islam Bandung dan terinspirasi oleh dokter interna yang membangun RS Islam Bandung jadi sedemikian besarnya, tentang pengalaman beliau belajar selama tiga tahun sembari bekerja di sana dan pengalaman saat diterima beasiswa LPDP. Beliau juga bercerita banyak tentang teman2 seangkatan beliau di LPDP yang keren2. Beliau memberikan kesadaran kepada aku dan Nadya (teman jaga malam itu) bahwa masih banyak anak-anak Indonesia yang luar biasa. Beliau sendiri saja sudah sangat luar biasa menurut saya. Kata beliau, "kita harus punya prestasi yang bikin orang luar negeri menjadi kagum dan tegang karena prestasi yang kita miliki." "Coba deh nanti kalian keluar. Di sana nanti kalian akan melihat bagaimana perbedaan yang menyebabkan kedokteran di luar negeri lebih maju daripada di indonesia. Kuncinya dua kolaborasi interprofesional yang intens dan tidak adanya feodalisme." "Kalian juga baru akan bisa merasakan bagaimana islam dan melaksanakannya dengan sebenarnya saat kalian ke luar negeri." Waah seru deh intinya berbincang2 banyak tentang LPDP. Semoga suatu saat Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk melanjutkan pendidikan spesialis melalui LPDP dan memberikan kekuatan kepada saya untuk memantaskan diri layak diterima. Nanti akan saya jawab tantangan beliau di akhir cerita kami "Oke ya dek, nanti saya tunggu nama kalian jadi bagian keluarga LPDP." "Alhamdulillah dok, saya diterima LPDP :)"