Apa yang anda pikirkan jika melihat kata “paus”?
Kalau saya, pasti langsung berpikir, ikan dengan berat sekian ton, berukuran besar, mamalia, dan jumlahnya sedikit.
Di bagian selatan prefektur Wakayama, ada kota Taiji yang terkenal akan Museum Paus. Bukan hanya paus saja, namun juga ada lumba-lumba serta banyak hewan akuatik laut lainnya. Saya memang pada dasarnya menyukai kehidupan laut, menjadi tertarik untuk pergi ke sana. Alhasil, pada bulan Januari akhir, saya menyempatkan diri di hari minggu untuk berpetualang ke daerah selatan dengan naik kereta.
Perjalanan memakan waktu cukup lama dari Kota Wakayama, kira-kira 3-4 jam karena saya menaiki kereta biasa. Bisa saja dengan naik kereta cepat, dengan waktu tempuh 2 jam 30 menit dan biaya yang lebih mahal.
Sesampainya di stasiun Taiji, saya disambut dengan lukisan dinding yang sangat bagus. Keluar dari stasiun, ada bis yang sedang berhenti. Langsung saya bertanya kepada supir, apakah melewati Museum Paus atau tidak. Setelah mendengar jawaban “ya”, saya duduk manis di kursi tengah.
Perjalanan dari stasiun Taiji ke Museum Paus memakan waktu sekitar 15 menit. sesampainya di sana, saya langsung membeli tiket dan memasuki gedung.
Saat itu sedang berlangsung pertunjukan paus. “Ah, ternyata ada juga paus berukuran kecil.” Begitu pikir saya sambil melihat paus seukuran lumba-luma sedang beraksi sambil mengganti lensa kamera. Ada juga kerangka paus dengan ukuran asli yang sangat besar.
Setelah pertunjukan selesai, kita bisa memberi makan paus-paus tersebut secara langsung. Dengan membayar sebesar 200 yen, kita mendapat ember kecil berisi makanan berupa ikan dan dapat langsung memberikannya kepada para paus.
Selanjutnya, saya memasuki rumah lumba-lumba yang berisi banyak informasi tentang bagaimana lumba-lumba hidup, bereproduksi, berkomunikasi dengan lumba-lumba lain, dan banyak informasi lain yang sangat edukatif. Lalu, saya memasuki akuarium besar. Seperti berjalan dalam air, sambil melewati terowongan, banyak lumba-lumba yang berenang kesana-kemari.
Tidak hanya lumba-lumba dan paus, banyak hewan akuatik lainnya, seperti kuda laut, ubur-ubur, kepiting, bintang laut, dan lain-lain.
Kembali ke gedung utama, yaitu Museum Paus, saya langsung melihat atas, di mana ada model paus yang sangat besar.
Di sisi lain juga ada kerangka tulang paus, sepeti sirip, bagian mulut, kepala, dan lain-lain.
Banyak sekali informasi edukasi yang diperoleh dan dipelajari dari sana, seperti bagaimana dulu orang-orang memburu paus, apa saja jenis paus, bagaimana membedakan paus jantan dan betina, apa saja cerita / novel yang mengangkat tema paus, bagaimana embrio paus terbentuk dan berkembang, bagaimana penggunaan paus untuk keperluan kita sehari-hari, dan banyak lagi,
Di sana juga terdapat perpustakaan kecil yang terisi dengan buku serba-serbi paus.
Puas berputar-putar, saya menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh berupa makanan dan gantungan kunci di lantai satu.
Setelah itu, saya berjalan kaki ke arah kapal besar yang berada tidak jauh dari Museum Paus. Sambil berjalan, saya suka memperhatikan trotoar. ternyata di Taiji, sepanjang trotoarnya berisi informasi tentang jenis-jenis paus yang berbeda satu sama lain. Menurut saya ini sangat menarik. Bisa dilihat dari ini, bahwa pemerintahan Taiji bukan hanya memfokuskan pada Museum Paus juga, tapi Kota Taiji itu sendiri. Melihat itu, saya hanya tersenyum-seyum sendiri sambil berjalan dan berhenti setiap beberapa meter untuk mengambil gambar. Senang, kagum, terharu, bahagia. Memang terbukti, Jepang benar-benar memberikan 100% dalam setiap usaha yang mereka lakukan. Salah. Bukan 100%, namun mungkin 1000%. Memang mereka mendirikan Museum Paus dengan tujuan edukasi dan hiburan. Namun tanpa memasuki Museum Paus pun, hanya dengan berjalan di trotoar dan melihatnya saja, kita bisa mendapat banyak informasi baru.
Tidak lama, saya sampai di monumen kapal pemburupaus zaman dahulu. Ukurannya sangat besar dan megah. Tidak lupa, saya juga mengunjungi “patung selamat datang” yang berada di dekat situ.
Tempat yang menarik, bukan?
Jika anda menyukai hewan-hewan laut seperti saya, tempat ini sangat saya rekomendasikan. Hanya saja, kalau ada biaya lebih, lebih baik pergi dengan menggunakan kereta cepat, sehingga lebih menghemat waktu.
Alamat : 2934-2 Taiji, Distrik Higashimuro, Prefektur Wakayama 649-5171, Jepang
Jam Operasional : Setiap hari, pukul 8.30-17.00