Kongōbu-ji Temple

seen from China
seen from China

seen from China

seen from China
seen from Russia
seen from United States
seen from China

seen from Canada
seen from United States
seen from China
seen from Serbia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Netherlands
seen from China
seen from Türkiye
seen from China
seen from Belarus

seen from India

seen from Malaysia
Kongōbu-ji Temple
The cosmic buddha Dainichi Nyorai (大日如来) by the artist Kimura Buzan (木村武山), 1935, at Kongōbuji Temple (金剛峯寺) on Mount Kōya (高野山) in Wakayama Prefecture
Image from "Sacred Treasures of Mount Kōya: The Art of Japanese Shingon Buddhism" published by the Honolulu Academy of Arts, 2002, page 70
One of many stunning screens at Kongobuji Temple in Koyasan. See above for a close up of this particular screen which inspired work on a Crabapple Tree recently added to my collection.
koyasan in the rain • wakayama, japan
深沙大将(高野山・金剛峯寺)重文
仏教の十六善神の一神で 、観音菩薩または多聞天の化身とされています 。
玄奘三蔵 (三蔵法師) がインドから持ち帰った「般若経」を守り、砂漠の熱風や悪疫の難を除く、旅人の守護神 。
西遊記に登場する沙悟浄(さごじょう)のモデル。
玄奘三蔵がインドへ旅した際、砂漠で玄奘三蔵を守護したと伝えられています。
憤怒の表情で腰布を付けた力士形で、腹部には子供の顔型、左腕に蛇、足にはインドの聖獣である象、首には髑髏(ドクロ)の瓔珞(ようらく)を身に付けています。
Kuil Kongobuji (Koyasan)
Sama dengan post sebelumnya, saya bersama teman-teman di Wakayama School of Foreign Studies melakukan study tour lagi. Namun kali ini ke Koyasan. Lebih tepatnya, ke kuil Kongobuji.
Dipandu oleh seorang guide, sebelum memasuki kuil Kongobuji, kami mencuci tangan dengan air suci dahulu. Guide menjelaskan kalau tangga yang ada di Kuil Kongobuji sedikit berjarak lebar. Dulunya kuil Kongobuji sering dikunjungi oleh keluarga Tokugawa dengan menunggang kuda. Maka lebar anak tangga juga disesuaikan dengan langkah kuda supaya mudah dilewati.
Memasuki kuil, Guide mulai menjelaskan, di atap kuil terdapat ember penampung air hujan yang disebut Tensui no oke, Ember ini digunakan untuk menampung air hujan sehingga sewaktu-waktu bisa digunakan untuk memadamkan api bila terjadi kebakaran. Di sebelah ember terdapat rantai besi yang panjang dan kuat yang digunakan sebagai pegangan untuk memanjat.
Oh ya, Koyasan terkenal akan legendanya, yaitu ada seorang biksu yang melemparkan semacam tombaknya dari China dan mendarat tepat di Koyasan. Dari situlah, lahir aliran Buddha baru dan berkembang luas di Wakayama.
Setelah memutari kuil, kami duduk, menikmati teh dan senbei sambil mendengarkan cerita kepala biksu di Kuil Kongobuji. Beberapa pertanyaan terlontar, seperti “apakah semua biksu itu botak?”. Wah, pasti menonton drama goji kara kuji made yang dibintangi oleh YamaPi nih.
Setelah itu kami menuju Banryuutei, yaitu taman batu dan pasir yang disusun sedemikian rupa sehingga bentuknya menyerupai naga.
Bagaimana, menarik bukan?
Alamat : 132 Kōyasan, Kōya-chō, Ito-gun, Prefektur Wakayama 648-0294, Jepang
Telp : +81 736-56-2011
Web : koyasan.or.jp
A sculpted image of the boy deity Seitaka Dōji (制多迦童子) dating to 1197 most likely by the Buddhist artist Unkei (運慶) at Kongōbuji Temple (金剛峯寺) on Mount Kōya (高野山) in Wakayama Prefecture
Image from "運慶と鎌倉彫刻 (日本の美術12)" [Unkei and Kamakura Sculpture (The Arts of Japan 12] by 水野敬三郎 [Mizuno Keisaburō], published by 小学館 [Shōgakukan], 1972, color plate 21
A painted image of the wrathful deity Aizen Myōō (愛染明王) dating to the Kamakura period (1185-1333) at Kongōbuji Temple (金剛峯寺) on Mount Kōya (高野山) in Wakayama Prefecture
Image from "高野山の明王像 / The Figures of Myōō (Vidyārājas) at Kōyasan" published by the Kōyasan Reihōkan Museum (高野山霊宝館) on Mount Kōya in 1993, page 58