Sequisyi
Mumpung gabut di bawah hujan dalam naungan atap mobil travel, saya ingin bercerita. Namun oh namun, wahai hadirin, jikalau idenya masih berantakan, mohon maaf ya. Semoga seiring suka bercerita, jadi lebih baik. Oke. Mulai.... Sore tadi, dengan selamat, saya sampai di Dipati Ukur pukul 16.45 WIB dan berhasil memesan travel untuk keberangkatan 18.30 WIB. Alangkah senang walau sedikit gemas "aiaiaaa lamanyaaa" namun tetap! dapat kursi saja sudah senang. Oke. Saya juga berpikir, "bagus lah! Jadi bisa sholat dan mampir ke mana-mana sebelum berangkat". Beberapa waktu, saya habiskan di lounge travel sambil main bata berlayar. Lalu, sekitar pukul 17.00 WIB lewat sedikit, saya beranjak dan menuju masjid di belakang ojek dekat travel tersebut. Jalan. Jalan. Mana masjid? Jalan lagi. Ini bukan? Eh. Lah inimah. Maju. Jalan. Jalan. Ini bukan yang warna-warni bangunannya? Lirik boleh lirik. Oh benar! Aksen masjidnya mulai terlihat. Oke. Sudah dipastikan itu masjid. Selanjutnya yang dicari adalah pintu. Pintu mana pintu? (Emak rempong hahaha) oke akhirnya sampai kok! Boleh di depan pintu, saya celingak-celinguk. Boleh intip, ada anak kecil tiga orang sedang berdiri dekat pintu. Saya tanya lah sambil lihat situasi yang sebenarnya saya paham, "Masuknya lewat sini ya?" Diberi iya dan anggukan. "Wah, sepatunya boleh masuk ya?" Diberi iya dan anggukan. "Kalau wudhu perempuan di mana ya?" Sekarang nambah sambil tunjuk. (Rempong sekali saya ini ya, maafkan) Akhirnya masuk lah. Baiknya anak kecil. Mereka tawari saya untuk memasukkan sepatu saya dalam loker. Lalu, mereka juga kelihatannya terbuka saja dengan hadirnya saya. Oke. Ini baik. Sip. Saya berlalu lah sebentar, setelah rapi, saya duduk di tempat perempuan. Mereka dekati saya. Tanya nama, tanya umur, tanya punya IG, BBM, Whatsapp, asal, sampai nanya kenal Randi apa ngga. Wow. Lalu suatu saat pembicaraan kita tiba pada 'Sequisyi'. Butuh beberapa waktu sampai saya "walah bro maksudnya Squishy!" Oh ya ya, saya pikir. Salah satu dari mereka yang memang paling tua dan paling dominan bertanya, "kak, kalau bisa pilih satu, squishy apa yang kakak suka?" Wow. Dalam hati, "eh ada namanya squishy tuh? Apa dong.....hmmm OH!" Saya bilang saya suka yang roti. Lalu, dia kembali merespon, "oh itu kak ya yang bread!" Wow. Mantap sekali. Panjang cerita. Pembicaraan kita semakin faedah yaitu tentang slime kali ini. Mantap sekali. Namun, ini, ini yang menjadikan saya ingin menulis....jadi....sepanjang pembicaraan itu, banyak sekali kata-kata bahasa inggris yang mereka pakai. Mulai dari fluffy, slow sampai activator. (Sebenarnya ga inget, makanya sebut tiga, tapi serius! banyak yang mereka sebut) saya berpikir "walah pinternya ini anak-anak". Shock aja sih. Sebegitu hebatnya trend sampai anak-anak ini bisa sebut ini itu. Itu sih main ceritanya. Hebat aja. Terus bingung mau cerita apa lagi. Kasih pendapat aja lah mau diceritain apa hahahaha.














