Kunci
Tiap kali bertemu orang yang baru, kita akan belajar. Memahami kebiasaannya, kesukaannya, sampai apa yang ia nggak suka. Mungkin kalau orang itu batu, saat kenalan ya kita berusaha mengerti teksturnya dari ujung satu ke ujung lain.
Selama proses mengenal, mungkin ada sisi-sisi yang buat hati mengganjal atau membuat diri ada di posisi yang sulit. Jadi kiranya batu lagi, rasanya pas saling bertemu di sisi itu akan saling menabrak. Kalau nggak sabar bisa saling merusak dan berujung sakit satu sama lain.
Akan tetapi,
ketika akhirnya diri ini berusaha menyesuaikan. Memahami sambil membuat sedikit pahatan, setidaknya ada satu-dua hal yang bisa masuk seakan kunci dan gemboknya. Rasanya itu lebih baik daripada saling menyakiti. Ketika diri lebih memilih berdamai, bukan maksud menggeser nilai apalagi merubah inti, akan makin banyak kunci dan gembok yang dibuat.
Seharusnya,
makin banyak koleksi tentunya makin mudah memahami yang selanjutnya. Tidak perlu berselisih lagi, berkompetisi mana yang lebih baik. Nantinya kan bertambah koneksi dan harapannya lebih mudah kemudian.












