Gunawan Maryanto, Bon Suwung, Kumpulan Cerpen, Yogyakarta, InsistPress, Sept 2017, x+149 hlm, 40.000 . . Cerpen adalah alusi, karena itu sebagian cerpen Gunawan Maryanto berdasarkan teks yang sudah ada sebelumnya, seperti novel, puisi dan penelitian. Bahkan, sebetulnya cerpen Gunawan tidak secara langsung merupakan alusi pun, tidak lepas dari teks-teks yang sudah ada sebelumnya. Retorika cenderung untuk tidak menyentuh realitas yang sebenarnya, sementara alusi adalah teks yang secara tidak langsung diangkat ke dalam teks lain, karena itu jangan heran, cerpen Gunawan Maryanto menawarkan dunia yang asing. “Bon Suwung pertama kali terbit pada Februari 2005, proses inisiasi penerbitan dan penyuntingan naskah kala itu dilakukan bersama komunitas AKY (Akademi Kebudayaan Yogyakarta). Sejak diluncurkan, buku ini banyak mendapat sambutan bagus dari khalayak pembaca. Beberapa media memuat ulasan terhadap buku ini. Pada 2005, Bon Suwung memperoleh apresiasi lembaga sastra Khatulistiwa Literary Award, masuk dalam 10 Besar Khatulistiwa Literary Award 2005. . . #gunawanmaryanto #bonsuwung #kumpulancerpen #insistpress #jualbukusastra (di Kedai JBS) https://www.instagram.com/p/CEbk0MHnc-B/?igshid=1ptcxmzv7lt5














