aku kalah

seen from Germany

seen from Germany
seen from United States
seen from Belgium
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Mexico
seen from China
seen from South Korea

seen from United States

seen from Germany

seen from Germany
seen from Russia

seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from South Africa

seen from United States
seen from United States
aku kalah
Perasaan saya
AREK MALANG, OKTOBER INI KETEMU YUKKK! Di sini Aku mau ngobrolin tentang bakal calon buku baruku. Juga tentang kisi-kisi tembus penerbit. Ya siapa tau kalian mau nerbitin buku agama kaya saya. Juga membahas sedikit tentang Novel TWINY, tentang kepenulisan via medsos, dan menjadikan tulisanmu berbayar. Tiketnya murah kok. Pas di kantong mahasiswa yang suka rebahan kaya kalian semua. Dan kalau beli dua atau empat tiket, kalian bakal dapat potongan harga juga. Ini info lengkapnya: 📆 Jumat, 4 Oktober 2019 🕡 18.30 WIB 📌 Gedung Sasana Budaya, Universitas Negeri Malang
Promo:
2 tiket : Rp. 50.000,-
4 tiket : Rp. 95.000,-
*Harga Tiket:*
Presale : Rp 30.000,-
Normal : Rp 35.000,-
VIP : Rp 150.000,-
OTS : Rp 45.000,-
*Fasilitas:*
Blocknote_
Stiker
Map
Konsumsi
Buku This is Why I Need You + TTD* (VIP)
Photo Session* (VIP)
🎟 Pembelian Tiket:
(Offline):
Balai Penulis Muda UKMP,
Gedung C3 Kompleks UKM.
(Online):
Transfer via Bank BRI 051601016992507
a.n AJENG FADHILAH.
Konfirmasi Pembayaran:
_Talkshow__Nama_Asal Instansi dan foto bukti pembayaran kirim ke 081216082869 (Ajeng Fadhillah)
📲 Narahubung:
Mita (08971684646)
Di Gramedia Merdeka masih masuk Best Seller.
Di Gramedia yang lain masih masuk rak Top Ten.
Kalian sudah beli? Sudah restock lagi loh.. Silakan yang kemarin tidak kebagian~
Tersedia di seluruh gramedia atau toko buku lainnya. Untuk pembelian online silakan bisa beli di IG: bukku.co.id
Thankyou barudaks!
Bagaimana jika kau adalah yang selama ini aku cari? Bagaimana jika aku nyaman berada di dekatmu? Bagaimana jika senyummu yang ada di tiap aku memejam malam? Bagaimana jika kau memang untukku? Bagaimana jika seharusnya aku memperjuangkanmu? Bagaimana jika seharusnya kau memilihku? Bagaimana jika seharusnya aku memang menunggumu? Dan bagaimana jika kau memang yang tepat untukku? Lalu kita hanya perlu menunggu sedikit lebih lama untuk pada akhirnya bisa bersama? . . . . . . Pre-Order buku The Book of Almost masih dibuka sampai tanggal 20 maret ya. Kamu bisa Pre-order ke toko buku online atau ke gue sendiri. Kalau pesen ke gue dapet bonus POSTCARD khusus loh. Mau tau postcardnya kaya apa? Cek instagram: brian.khrisna
Jadi, bagaimana jika buku ini memang untukmu? Bagaimana jika buku ini mempunyai sebuah jawaban yang sudah kau cari-cari selama ini? Cuss order yuk!
Alhamdulillah PO pertama bisa sebanyak ini. Belum yang termasuk di toko buku online lain. Terima kasih banyak barudak!
Meski tumblr diblokir, saya tetap cinta kalian.
Hari ini dan besok akan mulai proses packing dan pengiriman. Untuk resi JNE baru ada sekitar lusa depan karena tukang JNE juga manusia yang harus input alamat kalian satu persatu.
Jadi tolong bersabar lebih banyak ya.
Thankyou!
Nabung yuk teman-teman.
Bakal ada kuis, giveaway, sayembara, dan masih banyak lagi dari gue nanti dan yang pasti hadiahnya juga menarik. Beberapa hadiah ada juga yg asli dari Belgia sama Jepang lho...
Yuk siap siap yuk~
Pertemuan ini memang sudah seharusnya kuhindarkan, tapi apa daya, ajakanmu yang terus membombardir kehidupanku pada akhirnya meluluhkan apa-apa yang selama ini begitu kuhindari; Pertemuan dengan dirimu.
Hanya basa-basi. Itu adalah kesan awal yang muncul di antara kita berdua. Kau hanya sekedar bertanya bagaimana kabarku, yang padahal kau tau, aku selalu lebih baik ketika bersamamu dulu. Aku pun sama, menanyakan kabarmu, yang aku tau, kau bisa bahagia walau tanpaku. Kenyataan perihal ketidak-adilan itulah yang rasanya selalu menjadi sesuatu yang mengganjal di hatiku. Kenyataan bahwa dulu aku tak begitu membekas di hatimu, kenyataan bahwa dengan mudahnya kau mengganti posisiku itu, adalah apa-apa yang membuatku sulit untuk bisa rela melepaskanmu.
Kau memakai pakaian itu. Pakaian yang aku yakin kau butuh waktu lama untuk memilhnya. Berdandan begitu cantik untuk memberikan kesan pertama setelah sekian lama tak jumpa. Sedangkan aku, menggunakan baju yang sama seperti saat dulu aku pertama kali bertemu denganmu. Dan seperti yang aku sudah duga, kau tidak ingat atau bahkan menyadarinya.
Kau hanya memesan minuman manis, dan aku tetap dengan kopi yang lebih pahit dari segala perasaan yang meledak-ledak di dalam dada. Kau hanya mengaduk-aduk minumanmu seperti sedang menglur waktu agar aku mau berbicara lebih dulu. Sedangkan aku terus menyesap kopi pahit itu seakan sedang mengalihkan indra perasaku agar tersiksa dengan pahitnya kopi ini saja.
"Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Tanyaku, dan kau sedikit tersentak hingga bola matamu menatap tajam ke arahku.
"Aku.. Aku.." Kau menghela napas panjang sekali, "Aku akan mengikuti apa pun maumu sekarang." Jawabmu.
Aku terdiam, meneguk kopi pahit itu hingga sedikit tersisa, lalu menaruh cangkirnya lebih depan hingga kau kembali melihat ke arahku terlepas dari lamunan menatap cangkirmu.
"Kalau begitu, aku ikhlas melepasmu. Pergilah. Semua sudah terjawab. Tak usah merasa bersalah. Anggap saja, pertemuan kemarin hanyalah cerita-cerita luka sebelum bahagia. Aku tak berhak memaksa, buat apa juga aku memintamu untuk tinggal kalau nyatanya yang kau inginkan adalah tanggal? Jadi, tak usah khawatir, tak usah dipenuhi perasaan bersalah. Melepasmu aku benar-benar sudah." Selepas percakapan itu, aku pergi meninggalkanmu sendiri. Bersama minuman dinginmu, dan luapan hangat yang menetes deras di kedua kelopak matamu.