Masakan Rumah Bisa Jadi Solusi Buat Anak yang Hobi Pilih-pilih Makanan
Mengatasi anak yang susah makan, terutama karena pilih-pilih makanan, memang membuat orangtua harus memutar otak. Anak cenderung menolak makanan yang tidak biasa dilihat atau dimakannya. Untuk itu, banyak orangtua yang menyiasatinya dengan membuat makanan rumah menjadi lebih bervariasi dan menarik sehingga anak tak lagi-lagi pilih makanan. Namun, apakah cara ini benar-benar efektif?
Ponsel holder charger buatanmu sendiri akan lebih menghemat uangmu daripada untuk membeli Ponsel holder charger atau biasa disebut Cell Phone Holder Hanger. Ponsel holder Charger ini sangat memudahkan anda saat ingin charging ponsel anda di tempat yang kuran aman saat anda melakukan charging , apalagi saat anda melakukan charging yang bukan tempat anda biasa melakukan charging , anda merasa…
Laptop Stand / stand laptop berguna untuk menyamankan posisi pengguna dalam menjalankan laptop , dari segi posisi , sudut kemiringan bisa pengguna tentukan sendiri agar posisi saat mengetik tidak terlalu terganggu. Maka kali saya menyempatkan diri untuk membuatnya , alasannya cukup simple karena netbook ini sering saya gunakan dan terkadang malah laptop ini menonton saya tidur , akhirnya saya…
Celengan yaitu tempat tabungan anda pribadi yang bisa anda jebol kapan saja tanpa potongan tapi juga tanpa bunga , kali ini saya akan memanfaatkan beberapa kaleng bekas untuk membuat celengan dari kaleng bekas. Tidak ada hubungannya sama IT ! ini ada hubungannya kok dengan celengan nanti saya tujukan untuk membeli cooling pad laptop karena laptop ini jarang istirahat (nggak ada hubungannya kan…
Cara Membuat Stand Ponsel dengan Kartu Perdana Bekas
Cara Membuat Stand Ponsel dengan Kartu Perdana Bekas
Ya Halo! Sahabat IT yang paling ganteng dan paling manis , kali ini admin yang satu ini membuat satu lagi kategori baru yaitu buatan sendiri , dari kategori buatan sendiri saya akan isikan buatan-buatan tangan saya sendiri untuk kebutuhan pribadi saya sendiri tapi tidak menutup kemungkinan postingan ini juga berguna untuk pembaca sekalian , barang , alat dan bahan saya memanfaatkan limbah barang…
Bukan dari seseorang yang sedang menyetir, tapi seseorang yang lain...
ay, gimana? Aul udh bsa nerima blm?
Nando. Tak butuh banyak waktu bagi wanita muda ini untuk memikirkan apakah ia harus membalas atau mengabaikannya.
blm.. dia masih shock sma apa yg dia denger kmren..
ckck, km skrg lagi dimana?
lagi di artha nunggu Putra, dia last hope bgt nih buat nyadarin aul L hiks
yah, km jgn sedih dong ay... aku kesana deh ya? Yaa, sedikit bantu2 bolehkan?
:’) dengan senang hati, thx ya ay
Sent.
Terimakasih Tuhan.
Raut muka itu kini terlihat jauh lebih rileks dan lebih tenang. Tak ada lagi bulir keringat yg menetes dipipinya. Sesaat suasana mendadak menjadi lebih nyaman dan lebih tentram...
Putra melirik jam digital pada dashboard mobilnya, kotak digital berukuran 6x2cm itu menunjukkan pukul tiga tepat. Seharusnya, jika ia tidak terjebak macet, Putra sudah sampai tempat tujuan, namun kenyataan berbicara lain, sudah setengah jam lebih ia terjebak macet yang ntah apa penyebabnya. Disela-sela menumpuknya mobil-mobil di ruas jalan tol itu, Putra menyempati diri untuk mengirim bm ke seseorang yang sedang menunggunya hanya sekedar memberi kabar,
Kak, macet gila parah. Sorry ya telat L
Sebuah bm ia kirim ke salah satu kontak bbm yang bernama, AlissyaB.
Yaudah gpp, yg pntg nyampe, ati22 yah bro
Huh
Putra mendengus sambil memasang dagu diatas kemudi stir mobilnya. Bosan. Tergambar jelas diraut mukanya itu. Rambutnya bertambah acak-acakan yang memang awalnya sudah berantakan. Dia sangat ingin sekali mengumpat, akan tetapi akal pikirnya bergerak lebih cepat daripada emosinya karena akal pikirnya yakin hal tersebut tidak ada gunanya. Kini, ia menelungkupkan wajahnya kearah bawah dengan dahi yang tetap bertumpu pada kemudi stir.
Aul kenapa? Kenapa aul? Ada apa? Apa ada sesuatu yang salah? Kok tumben?
Dan pada saat itu pula pikiran Putra jauh melayang ke awang-awang...
“udah makanya lo ke artha sekarang ya? Please banget put...”
Gak biasanya ka Alisa minta tolong ke gue segitunya, kira-kira ada apa ya?
“yaudah gue usahain deh, ntar gue kabarin via bbm,”
“usahain bisa ya put, thanks before. See you,”
Klik.
ada apa ya? Kok tumben?
Pikiran-pikiran aneh mulai merasuki pikiran Putra, ntah kenapa telpon barusan membuat dirinya cemas—tidak tenang. Hari itu sebenarnya Putra tidak memiliki agenda apapun, terlebih saat itu waktu menunjukkan pukul dua siang, saat bagi dirinya untuk bermalas-malasan dirumah ditengah teriknya matahari yang labil. Setelah termenung beberapa saat, ia memutuskan untuk menemui kak Alisa ditempat yang sudah dijanjikan. Sembari bersiap-siap berangkat, tak lupa Putra mengirim bm ke kak Alisa,
Kak gue otw
Sent.
Delivered.
Read!
Bingo! Saatnya berangkat
“loh Mas Putra mau kemana?”
“mau ketemuan sama temen bik,”
“kok tumben siang-siang begini?”
“iya, gatau juga,” Jawab Putra sekenanya. Malas.
“oh yaudah mas, hati-hati ya.”
Putra hanya mengangguk.
“oh ya bik, ntar kalo Fikri kesini mau minjem video games, langsung suruh masuk ke kamar aja ya!”
“gapapa tuh mas?”
“udeh gapapa, aku udah ijinin kok,”
“yasudah nanti bibik sampaikan,”
“makasih ya bik, aku pergi dulu,” ucap Putra sembari mengambil kunci mobil diatas meja makan dan berlalu ke garasi.
“iya hati-hati,”
Saatnya menembus hangatnya siang Jakarta, sayang...
Tak perlu waktu lama bagi Putra untuk ‘memanaskan’ mobil kesayanganya itu. Bam, pintu tertutup. Klik, kunci sudah terpasang dan hanya sebuah hentakan lembut tanpa suara, Splash magenta itu pun sudah melesat keluar garasi dan bersiap menembus teriknya jalanan.
Berkilo-kilometer jauhnya, seorang wanita muda berumur pertengahan duapuluh sedang berharap-harap cemas sambil terus melirik Blackberrynya. Tak peduli lagi jika rambut panjangnya yang tadi tergerai sekarang sudah disanggul simpel entah karena cuaca Jakarta yang memang sedang mencapai maksimal atau karena perasaannya yang sedang tidak karuan.
Ting. Sebuah bm.
Buru-buru ia mengecek bm yang barusan masuk.
Kak gue otw
Perasaan lega menyeruak saat itu juga dalam hati wanita muda tersebut. Entah saking leganya, ia langsung terduduk rileks di kursi sebuah kafe. Ia baru menyadari kalau ia merasa sangat letih setelah berdiri berjam-jam sembari meunggu kepastian dari si pengirim bm. Tak terlihat lagi muka panik separah beberapa menit yang lalu, yang ada hanya se-oval muka capek dengan beberapa bulir keringat yang turun dari dahinya. Tak lupa juga mulutnya seperti menggumamkan sesuatu. Mengucap syukur lebih tepatnya.
Setelah rileks untuk beberapa saat, ia membalas bm tersebut,
ok, hati-hati ya nyetirnya J
Sent.
Delivered.
....
Ah, gak di read. Mungkin dia lagi fokus nyetir. Tak apalah.