Budaya Belajar yang Buruk (part 2)
Sebenarnya, keresahan lama sih. Ga tertarik lagi ngomongin yang begituan. Tapi, kejadian pagi itu buat aku pengen lagi nulis. Mungkin bukan buat teman-teman mahasiswa. Tapi, diri sendiri. Takut, ikut terhanyut dengan budaya belajar yang buruk seperti ini. Tulisan ini tak lebih dari self reminder.
Ada perbedaan mendasar antara 'ilmu/science/ilmu pengetahuan dan ma'lumat/knowledge/pengetahuan.
Salah satunya adalah kedetailan.
Misal, kita sama-sama tahu kalau sebuah gabus jika dilemparkan ke air akan mengapung. Tapi, ilmu fisika memaksa kita menghitung berapa gaya apung gabus tadi dengan cara menghitung volume × massa jenis air × grafitasi. Rumit kan ya?. Yang pertama adalah maklumat. Yang kedua adalah ilmu.
Jadi, tabiat ilmu itu adalah kedetailan dan kerumitan. Oleh karenya, ilmu itu sulit. Kalau kamu belajar sebuah ilmu tapi kok gampang kali, kamu patut curiga, ini ilmu atau maklumat ?
Kadang aku merasa, kita perlu berterimakasih kepada guru-guru killer. Guru killer itu, ketika mengajar, menjelaskan sampai ke detail-detail kecil. Menyebut banyak istilah-istilah ilmu. Ketika buat soal, soalnya sulit. Ya karena namanya ilmu memang harus sulit. Cara mengajar dan jenis soal ini yang membuat ilmu tampak berwibawa di depan mahasiswa. Mahasiswa menjadi haus ilmu dan tertuntut untuk berusaha lebih.
Guru-guru seperti ini tak salah sama sekali. Karena ia sedang berusaha memenuhi hak ilmu.
Dan orang yang membuat ilmu itu tampak gampang, sebenarnya sedang menipu. Termasuk juga ketika membuat soal, soalnya gampang. Bahkan orangg yang cuma baca ringkasan saja bisa lulus. Akibatnya, mahasiswa cenderung meremehkan ilmu, ga mau berusaha lebih, mencukupkan diri dengan ringkasan-ringkasan buku.
Guru-guru seperti ini yang zolim teradap ilmu.
Coba kita pikir, apa sih arti dari universitas/jamiah/university itu? Apa arti mahasiswa itu? Kalau kita masih berharap yang gampang-gampang saja, mending ga usah kuliah. Ngulang SMA sekali lagi kayaknya lebih cocok.
Kejadian tadi pagi itu buat aku bertanya-bertanya,
"Apakah budaya belajar seperti ini di fakultas ini aja atau di banyak fakultas.? Di univ azhar aja atau di banyak univ. Mesir.? Di mesir saja atau semua negri arab?"
Satu lagi yang mengherankan, gedung kuliah di buat dengan biaya milyaran. Tapi kok cuma digunakan untuk ujian?
Budaya belajar di Universitas Azhar sering membuatku terheran-heran. Ini yang membuatku berpikir dua kali untuk lanjut S2 di Azhar.
Kairo, 23 Februari 2022












