Setiap orang pasti punya mimpi, keinginan dan cita-cita yang diidam-idamkan lalu membuat sebuah perencanaan dan strategi agar kita mencapai dan mendapatkan apa yang kita inginkan. Terkadang kita termakan dengan yang namanya ambisi berapi-api yang tidak terkontrol padahal itu adalah hawa nafsu yang sedang menyelimuti diri kita. Bahkan kita seringkali merasa khawatir bila doa kita tidak terkabul dan merasa resah bila rencana kita gagal. Terkadang kita terlalu memaksa kehendak dan kurang berikhtiar atas takdir yang kita dapatkan. Banyak orang sering lupa dengan Allah kalau sedang bahagia sedangkan jika berada di masa-masa sulit baru datang ke Allah. Harusnya kita berdoa di segala kondisi yang kita alami. Berdoa tanpa henti dan memohon petunjuk dan pertolongan kepada-Nya.
Aku selalu percaya dengan kekuatan doa. Setiap menit dan detik aku selalu memanjatkan doa bahkan di beberapa waktu mustajab untuk berdoa sekalipun. Doa membuat hatiku menjadi tenang. Setiap kegelisahan dan keresahan yang datang menghampiri dapat diobati dengan berdoa. Aku pernah merasakan di masa-masa pencarian jati diri dimana masih banyak tanya yang bermunculan dalam pikiranku dan belum terjawab semuanya. Banyak keinginan dan cita-cita yang ingin aku gapai sejak aku masih kanak-kanak. Pengalaman bersama doa yang pernah aku rasakan yakni saat aku mau masuk SMP dan SMA favorit, disisi lain ada beberapa orang di sekitarku yang meremehkanku dan mematahkan semangatku namun aku tetap kuat dan yakin dengan berusaha, berikhtiar dan memanjatkan doa tanpa henti kepada Allah pasti ada keajaiban yang datang menghampiriku. Terbukti aku lolos dan masuk ke SMP dan SMA favorit. Selain itu pengalaman yang aku alami bersama doa yakni ketika aku ingin berkuliah. Saat itu aku ingin sekali masuk ke PTN terbaik, selama proses pendaftaran ke PTN tanpa disangka-sangka aku diterima di UGM melalui jalur SNMPTN. Aku sangat senang dan aku percaya itu semua adalah kekuatan doa yang selama ini aku panjatkan terus menerus di tengah perjuanganku. Selama kuliah pun aku memiliki impian bisa mengikuti sebuah lomba dan memenangkannya. Tanpa disangka-sangka pun aku mendapatkan juara 1 lomba karya tulis 3 kali berturut-turut di setiap tahunnya selama masa perkuliahan. Kuncinya adalah benar-benar memohon kepada-Nya dan berserah atas kehendaknya diiringi dengan usaha dan persiapan yang maksimal. Selain itu aku memiliki keinginan untuk bisa menulis dan membuatnya menjadi sebuah buku, karena sejak SMP sudah suka menulis. Terbesit keinginan untuk menulis sebuah buku. Buku yang aku tulis pertama kali adalah buku antologi saat aku kuliah tepatnya pada februari 2019. Kemudian vakum beberapa bulan karena banyak tugas kuliah, praktek dan praktikum yang tiada henti sehingga tidak sempat update informasi tentang kelas menulis. Di saat aku semester akhir dan tidak terlalu banyak kegiatan aku kemudian mencari-cari informasi tentang kelas menulis. Ada beberapa kelas menulis yang aku temukan dan aku ikuti. Alhamdulillah buku yang sudah aku tulis sampai saat ini sejumlah 12 buku antologi. Itu semua berkat kekuatan doa dan diiringi dengan usaha ku. Semakin aku semangat untuk menulis, aku juga jadi semangat untuk membaca buku. Dibalik doa-doaku yang terkabul juga banyak doa-doa yang tidak terkabul, selain itu banyak juga kegagalan yang aku alami selama berjuang untuk meraih apa yang aku citakan. Perjalanan yang tidak mudah, namun aku tidak menyerah dengan sebuah kegagalan. Aku terus berusaha semaksimal kemampuanku, berusaha menjadi hamba yang tidak banyak protes dan menyerahkan apapun kepada Allah dengan rasa ikhlas, tegar dan yakin bahwa dibalik sebuah kegagalan pasti ada nikmat yang luar biasa Allah siapkan untukku.
Setiap orang boleh bermimpi setinggi-tingginya hanya saja tak lupa kita sebaiknya berserah diri kepada Allah, berikhtiar dan berdoa agar apa yang kita impikan bisa tercapai dan bila tidak tercapai pun pasti Allah sudah punya rencana terbaik untuk kehidupan kita. Rencana dan harapan yang kita miliki sudah sepatutnya kita perjuangkan dan tak lupa selalu kita bersamai dengan berdoa. Berserah kepada-Nya dan berdoa setelah bersusah-susah berjuang. Jika memang apa yang kita rencanakan dan kita impikan tidak terkabul bisa jadi memang bukan yang terbaik untuk kita. Tapi kita harus percaya kita harus percaya bahwa skenario Allah adalah yang terbaik. Selalu menyertakan Allah di setiap langkah dan berdoa tanpa henti membuatku menjadi diri yang kuat dan optimis menjalani setiap lika-liku perjalanan hidup yang aku alami selama ini.
Penulis : Ajeng Arum Mawarni