Local Wisdom : Cageur, Bageur, Bener, Singer, Pinter
Randomly, nationlism soul gue muncul. Gue abis bantuin tugas sekolah anak-nya temen kantor gue, bikin pidato yang temanya proklamasi gitu, tapi pake bahasa Sunda. Alamak !
Gue browsing dan mencoba mencari isi pidato yang proklamasi banget deh. Then, yap google membantuku menemukan segalanya. HAHAHA
Oke Ctrl A+Ctrl C = Tugas belum selesai..
Gue kudu terjemahin dulu kalimatnya sob, disana gue menemukan kalimat yang kalo dalam bahasa Indonesia begini “Marilah kita ciptakan pemuda yang Cageur, Bageur, Bener, Singer dan Pinter”. By the way, tau artinya dari Cageur, bageur, bener, singer, pinter?
*Kalo kalian semua andelin google translate, gue jamin artinya kurang lebih begini:
*abis googling, sempet terlintas kenapa penyanyi yang juara itu fatin, kan dia bukan orang sunda yang punya sifat ‘singer’. hmmmmmm ternyata bukan itu esmeralda.
Secara harfiah mungkin benar, tapi dasarnya orang Indonesia, sukanya berbelit-belit dulu, basa-basi dulu, ya kayak gini nih gue.
Ya, Setelah melancong ke blogger tetangga beberapa detik gue menemukan apa yang gue cari, yang bikin menarik adalah kata - kata Pinter = Pandai (Cerdas) ternyata berada pada urutan terakhir. Tentunya cara meresapinya dengan memahami artinya.
Cageur, yakni harus sehat jasmani dan rohani, sehat berpikir, sehat berpendapat, sehat lahir dan batin, sehat moral, sehat berbuat dan bertindak, sehat berprasangka atau menjauhkan sifat suudzonisme.
Bageur yaitu baik hati, sayang kepada sesama, banyak memberi pendapat dan kaidah moril terpuji ataupun materi, tidak pelit, tidak emosional, baik hati, penolong dan ikhlas menjalankan serta mengamalkan, bukan hanya dibaca atau diucapkan saja.
Bener yaitu tidak bohong, tidak asal-asalan dalam mengerjakan tugas pekerjaan, amanah, lurus menjalankan agama, benar dalam memimpin, berdagang, tidak memalsu atau mengurangi timbangan, dan tidak merusak alam..
Singer, yaitu penuh mawas diri bukan was-was, mengerti pada setiap tugas, mendahulukan orang lain sebelum pribadi, pandai menghargai pendapat yang lain, penuh kasih sayang, tidak cepat marah jika dikritik tetapi diresapi makna esensinya.
Pinter, yaitu pandai ilmu dunia dan akhirat, mengerti ilmu agama sampai ke dasarnya, luas jangkauan ilmu dunia dan akhirat walau berbeda keyakinan, pandai menyesuaikan diri dengan sesama, pandai mengemukakan dan membereskan masalah pelik dengan bijaksana, dan tidak merasa pintar sendiri sambil menyudutkan orang lain.
Berasa ditepuk sih pundak gue abis baca maknanya di atas terus dibisikin “elu udah begitu belum ?”
Penting banget sih ternyata menerapkan ethos budaya lokal di pekerjaan, gak cuman dipekerjaan, dikehidupan sehari-hari malah. Coba deh resapi oleh kalian semua.
Bahagia gak sih kalau pemimpin kita punya watak budaya lokal yang “Nyunda” banget ?
semoga calon pemimpin rumah tangga gue begitu. Aaamiiin~
*mesem-mesem depan layar PC*










