Well I'm luckiest
To be the one
Be the one
To get you, to get you, to get you
Now well I'm happiest
To found the one
Found the one
Found the one only kinda love
-Only You, Pamungkas-
Wah sudah lama sekali tidak menulis, kali ini tulisanku dikhususkan untuk suamiku sing ganteng dhewe. Valid No Debat!
Bissmillahirahmanirrahim..
Halo mas Faiz, Assalamuâalaikum⊠Jika kamu sedang membaca tulisan ini, aku harap kamu tidak berniat untuk menurunkan uang jajan bulanan istrimu yaaa *emot cium*.
Aduh bentar mulai darimana ya? Kok aku jadi nerveous *minum air keran*
Sekitar tahun 2010, waktu Katapang lagi ngaheab-heabnya. Disalah satu tempat bimbingan belajar berlogo Gajah dengan color background merah and kuning, dahlah tahu meureun ya darimana ? dari Sumedang. Iya bener Ganesha Operation (GO). Oke lanjut~
Disana tempat aku dan mas Faiz bertemu menjadi siswa-siswi kinyis yang manja, minta dibantu untuk mengerjakan PR sekolah oleh Guru Bimbel. Hehehe
Kuakui, mas Faiz adalah siswa yang cukup pintar, supel, humble dan aku si siswi yang caleuy, juga membuat suasana kelas kadang jadi hingar dan bingar. Â But Iâm so fucking genius too. (No debat ya mas)
Sudah menjadi ritual teman-teman sekelasku, sehabis jam pelajaran tidak langsung pulang. Menghabiskan waktu di pelataran GO sambil jajan cimol dan bakso, tidak lupa bermain kartu UNO hingga lupa waktu. Atau kadang, basecampnya pindah ke rumahku untuk main kartu UNO sambil makan batagor diseberang rumah. Kami menamai kelas GO kami geng ubur-ubur. No reason, sesimple itu.
Oh ya, teman-teman sekelasku berbeda sekolah dan mayoritas berasal dari tempat sekolah mas Faiz, fun fact mas Faiz itu teman sekelasnya Anadia sahabatku yang pernah kuceritakan di tulisan sebelumnya. Dunia memang tak selebar daun kelor yihaaaa~
Jujur, mas Faiz bukanlah lelaki yang berada di one of a kind my type list. Aslik! Dia cungkring, perokok, bad boy gitu gayanya tuh. Even, Iâve never thought I married him. Lagi pula, aku sudah punya pacar waktu itu, tapi LDR. Pun mas Faiz juga sudah menjalin hubungan dengan perempuan di sekolahnya. Intinyamah gak pernah kepikiran ada perasaan suka sama mas Faiz waktu itu. TITIK.
Tahun 2011, memasuki masa-masa kuliah, kami disibukkan dengan beban-beban hidup (re: Tugas Kuliah). Jadi jarang bertemu, paling kalau bertemu juga di acara buka puasa bersama anak-anak GO. Biarpun bertemu hanya setahun sekali, we keep in touch by phone or another social media.
Sekitar tahun 2013, si manusia-random ini tiba-tiba mengirim pesan singkat lewat BBM âDimana euy? Ngopi ahâ. Ku jawab singkat âDikosanâ, lalu tiba-tiba si manusia-random ini muncul di depan pintu kosanku. Insting navigatornya memang patut diacungi 2 jempol mas Faiz ini. Bagaimana tidak, dia tidak pernah tau tempat kosku berada, namun saat ku katakan alamat dan patokannya dimana. Tadaaaa kejutan dia berhasil menemukanku. *cheers*
Tahun-tahun berikutnya kami hanya saling bertukar pesan singkat, menanyai kabar, kadang aku yang minta jemput kalo pulang dari kampus terlalu malam. Mas Faiz memang orang yang baik.
Memasuki tahun 2015, aku sudah bekerja di salah satu perusahaan yang berlokasi di daerah Karawang. Mas Faiz masih disibukan dengan skripsi S1nya. Kami benar-benar sibuk menghadapi jahatnya dunia luar. Hahahaha
Setiap menjadwalkan untuk meet up dengannya, pasti gagal. Tapi, kalau aku tidak sengaja atau sedang urgent dan minta dia untuk menjemput, pasti bertemu. Tim Dadakan banget anaknya tuhâŠ
Obrolan kami masih seputar, kerja, kuliah, masa depan, aku bahkan tidak tahu kalau mas Faiz sudah tidak bersama kekasihnya. (Maaf ya mas, aku emang males aja nanyain perempuan yang pernah meneror aku tidak jelas itu. Jadi aku anggap kentut aja deh hehehe)
Tahun 2016 menjadi tahun terberat untuk aku, kenapa?
Karena oh karena, pacarku membatalkan pertemuan antar keluarga dan dia lebih memilih pergi ke pantai dengan rekan-rekannya. Alasannya, dia lupa jika pernah berjanji pada orang tuaku akan ke rumah.
Hmmm yaudahlah yah, cerita sedihmah gak usah dijelasin disini kan lagi ngebahas mas Faiz. OK, BYE.
Masuk di pertengahan Tahun 2017, tanpa ada angin dan hujan, aku mendapatkan kabar buruk di layar ponselku melalui social media Instagram, pacarku yang tadi aku ceritakan ditahun 2016 punya kekasih baru, memutuskanku sebelah pihak dan memutuskan tidak akan kembali ke Bandung dalam waktu yang lama. Inimah patah beneran deh aku. Pas lagi patah-patahnya gini tuh tiba-tiba mas Faiz kirim pesan melalui apps line.
âDimana ? mau ketemu gak?â
aku jawab âUrang gagal nikah euy Izâ. Nyambung pisan ngajawabna si Gebi.
âEta dimana?â masih dengan pertanyaan sama.
âdi Mikomall jeung barudak SMA keur halal bi halalâ. Mengingat saat itu masih dalam suasana lebaran.
âYaudah nanti dijemput kaditu, tungguan di McDâ
Beneran di jemput dong aku, gak peduli dengan keadaan sekitar, aku menangis sejadi-jadinya didepan mas Faiz. Hahahaha gitu yaaa aku kalau nangis gatau tempat.
âHayu ah pulang, gak enak, lanjutin dirumah nyeritanyaâ. Mas Faiz mengajakku pulang. Malu kayaknya aku nangisnya gak kontrol.
Sampai dirumah, mas Faiz menemaniku, menungguku sampai tangisku reda di ruang tamu.
Jam 2 subuh tangisku baru reda, mas Faiz masih ada disebelahku.
âUdah atuh Geb, seorang Gebi bisa terluka gini juga yahâ. Sahutnya seperti itu, mungkin niatnya untuk menghiburku.
âYaudah, urang balik dulu yah, udah malem, gak enakâ.
âKalau ada apa-apa, kabarinâ. Tambahnya sambil berpamitan pulang.
Mas Faiz, diantara beribu lainnya, kamu tetap benderang. Tapi aku belum menyadarinya, pun kamu.
Masih ditahun 2017, aku memutuskan resign dari tempat kerjaku di Karawang. Alhamdulillah aku menerima tawaran pekerjaan yang lebih baik, dari sisi financial, lokasi juga lingkungan tempatku bekerja. Kumantapkan hatiku untuk resign dari tempat sebelumnya, berharap bisa melalui dan melupakan ingatan-ingatan yang begitu berat saat itu. 2017 menguatkanku dalam segala hal.
Lucunya mas Faizpun diterima bekerja di daerah Jakarta, jarak yang tidak terlalu jauh dengan Bekasi tempat baruku bekerja.
Terimakasih 2017, akhirnya aku sampai juga dipenghujung tahunmu. Ditemani oleh kekonyolan sobat ambyarku mas Faiz. Tersenyum, yaaa akhir tahun 2017 aku lebih banyak tersenyum, berkat kamu.
Februari 2018, tiba-tiba mas Faiz mengajakku begadang di McD. Kenapa McD? karena McD satu-satunya tempat makan yang buka 24hours. Dan mas Faiz mengajakku pukul 10.00 malam. Random sekali bukan orangnya, tiba-tiba datang ke kosan lalu menculikku pergi ke McD.
Setiba disana, kamu memulai pembicaraan dengan background keluargamu, pekerjaanmu, penghasilanmu dan semua yang masih kamu sembunyikan. Waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 Dini hari dan aku masih belum paham ke arah mana pembicaraanmu itu, sampai akhirnya sebuah kalimat terucap dari mulutmu.
âAku tau kamu pernah gagal nikah, mau komitmen sama aku? Masih mau nunggu aku? kita bareng-bareng lewatin ini semua..â
âIni teh ngajak serius Iz?â Aku memastikan dan meyakinkan. Intinya aku gak mau ke GR-an dulu.
Mas Faiz, jika aku tau kamu adalah jodohku, mungkin dari jaman bimbel aku udah nabung biar bisa nikah muda sama kamu. Wkwkwk heureuy
AKHIR YANG MENJADI LEMBARAN BARU
Agustus 2020, Alhamdulillah aku dan kamu akhirnya menjadi kita. Kamu menggenapkanku mas. Aku milikmu, sepenuhnya milikmu, utuh. Aku dan semesta mengasihimu.
Mas Faiz, menjadi seorang Istri buatku susah-susah gampang. Aku harus membiasakan diriku untuk selalu mengutamakan kamu diatas Ayah Ibuku, menurunkan rasa Egoku, memperpanjang rasa sabarku. Inshaa Alloh mas, Lillah.
Desember 2020, kamu resmi menyandang gelar calon Ayah. Selamat sayang⊠Aku dan adik bayi turut bahagia. Begitu juga kamu.
Mas Faiz, tetap bimbing aku supaya menjadi istri yang high quality of Iman, Islam dan taat pada suami yaaa. Karena aku ingin menjadi perhiasan yang paling indah untuk kamu dan keluarga kecil kita.
Mas Faiz, I love you with every take I breathe the air.
Mas Faiz, Terimakasih sudah mau hidup denganku yang masih amatiran.
Mas Faiz, Jangan lupa minum air mineral, kurangin menghisap tembakaunya yaa.
Mas Faiz, Jaga kesehatan.
Mas Faiz, pipiku tiba-tiba basah menulis chapter ini. Ada yang ngiris bawang kayaknya.
Mas Faiz, Terimakasih sudah mau menyantap masakan yang selalu aku buat, yang kadang keasinan, terlalu matang, terlalu manis bahkan tidak ada rasanya. Tapi kamu selalu bilang enak.
Mas Faiz, maafkan aku kalau selama hamil ini moodnya bisa berubah dengan cepat, gak mau masak, susah kalau disuruh mandi, super mageran, ketahuilah ini adalah hormone, tolong dinikmati yaaa.
Mas Faiz, rinduku ke kamu itu seperti nugget fiesta. Aku mau setiap hari!
Iya aku mau kamu setiap hari, setiap waktu, bahkan saat kamu didekatku saja aku masih rindu.
Mas Faiz, letâs face the world together with baby G!
Diantara beribu lainnya, kau tetap, kau tetap, kau tetap benderang.
Patriot City, End February 2021.