Demi Kemuliaan Allah
“aku senang dan rela didalam kelemahan, didalam siksaan, didalam kesukaran, didalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus” - 2 Kor 12;10
Film Hacksaw Ridge merupakan kisah nyata tentara Amerika Perang Dunia II, Desmond Doss, yang bertugas selama Pertempuran Okinawa. Dia menolak membunuh orang, dan menjadi orang pertama dalam sejarah Amerika yang menerima Medal of Honor tanpa melepaskan tembakan
Mempunyai ayah seorang veteran perang, Desmond harus menghadapi sang ayah yang mengalami stress pasca perang. Ditambah dia juga menyaksikan pertengkaran ayahnya yang mabuk dengan ibunya yang membuat dia memegang senjata dan nyaris membunuh ayahnya dan Desmond juga memiliki trauma pengalaman buruk sewaktu bertengkar dengan adiknya Harold yang hampir mengakibatkan kematian.. Rentetan kejadian itulah yang kemudian membentuk sosok Desmond Doss sangat sangat religius dan yang menolak untuk memegang senjata, apalagi untuk membunuh bahkan musuh sekalipun.
Menganjak dewasa Desmond giat melakukan pelayanan digereja dan ketika melihat insiden kecelakaan didepan gereja ia langsung melakukan tindakan penyelamatan dan ketika mendapatkan apresiasi dari dokter yang merawat orang tersebut, dia merasakan panggilan talenta yang Tuhan berikan untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Ketika dirumah sakit tersebut ia berkenalan dengan perawat, Dorothy yang akhirnya menjadi istrinya. Meskipun tidak mempunyai pendidikan formal medis tidak menyurutkan niat Desmond untuk belajar tentang anatomi tubuh manusia dari buku medis yang diberikan Dorothy.
Ketika PD II terjadi, Desmond termotivasi untuk mendaftarkan diri ke militer, namun ditentang ayahnya yang trauma kehilangan rekannya sewaktu PD I dan takut kehilangan kedua anaknya jika bertugas militer karena kakaknya, Harold sebelumnya juga telah berangkat mengabdi tugas militer, bahkan Tom mengatakan kepada Desmond ia tidak akan bisa mempertahankan hidup dan keyakinan agamanya karena di dalam perang semua memegang prinsip “kill or be killed” namun ia tetap teguh pada pilihannya untuk mengabdi negara sebagai tenaga medis karena ia tidak ingin membunuh orang, ia merasakan menemukan cara untuk mengabdi kepada negara tanpa harus mengangkat senjata dan membunuh
Desmond akhirnya menerima penugasan di bawah komando Sersan Howell . Ia unggul secara fisik, tetapi menjadi orang buangan di antara sesama tentara karena menolak untuk memegang senapan dan latihan pada hari Sabtu karena hari Sabat. Sersan Howell dan Kapten Glover mencoba untuk mengeluarkan Desmond dari tempat pelatihan dengan alasan kejiwaan namun gagal. Sersan Howell kemudian menyiksa Desmond dengan menempatkannya sebagai pembersih toilet dengan harapan Desmond meninggalkan tempat pelatihan atas kemauannya sendiri, bahkan ketika desmond dihajar babak belur oleh sesama kolega tentara, ia tetap setia memegang teguh firman Allah tentang kasih Allah “Kita haruslah melawan pembalasan dendam dengan melalui kasih. Ada dalam Alkitab,Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. (Matius 5:38-39)
Desmond akhirnya menyelesaikan pelatihan dasar dan mengambil cuti dan ia bermaksud untuk menikahi Dorothy, tetapi penolakannya membawa senjata api membuat Desmond dianggap belum selesai menjalankan latihan dasar dan jika tidak mau memegang senjata, ia akan diseret ke mahkamah militer dan dimasukkan penjara namun sekali lagi Desmond teguh memegang prinsip keyakinannya sesuai apa yang disebutkan dalam 2 Kor 12;10 “aku senang dan rela didalam kelemahan, didalam siksaan, didalam kesukaran, didalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus” sehingga ia pun harus mendekam di penjara dan akhirnya Dorothy mengunjungi Desmond di penjara dan mencoba meyakinkannya agar mengaku salah sehingga ia dapat dibebaskan tanpa tuduhan, tetapi Desmond tetap menolak berkompromi dengan keyakinannya. Di pengadilan, Desmond mengaku tidak bersalah. Sebelum ia dihukum, ayahnya datang ke pengadilan dan mengajukan surat dari mantan komandannya, yang menyatakan bahwa pasifisme (prinsip hak untuk menentang perang dan tidak untuk mengangkat senjata) Desmond dilindungi oleh Undang-Undang Kongres akhirnya tuduhan terhadap Desmond dibatalkan, lalu ia dan Dorothy menikah.
Desmond beserta rombongannya ditugaskan ke di Okinawa, rombongannya ditugaskan untuk membantu Divisi Infanteri ke-96, yang bertugas memanjat dan mengamankan Tebing Maeda ("Hacksaw Ridge"). Pada pertempuran awal, kedua belah pihak mengalami kekalahan besar. Tentara Jepang meluncurkan serangan balasan besar-besaran dan memaksa tentara Amerika mundur dari tebing. Banyak tentara Amerika, termasuk Sersan Howell dan beberapa rekan seregu Desmond, terluka dan meninggalkan medan perang. Desmond mendengar teriakan para tentara yang sekarat dan memutuskan untuk kembali ke tempat pembantaian itu bahkan ketika hari sudah malam dan tentara bergantian jaga, tanpa lelah seakan diberi kekuatan dan perlindungan dari Tuhan seperti tertulis dalam Yesaya 40:31 “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”, ia masih terus bergerilya membawa tentara yang terluka ke tepi tebing dan menurunkan mereka dengan tali, sambil terus berseru, “please Lord help me get one more” tanpa mempedulikan keselamatan dirinya dan perihnya tangan memegang tali waktu menurunkan rekan yang terluka ke bawah bahkan sewaktu ia bersembunyi dari kejaran tentara Jepang, ia jatuh ke dalam lubang bawah tanah Jepang dan sempat menyelamatkan tentara musuh yang terluka. Desmond sungguh memberikan keteladanan kasih yang sangat sempurna bahkan masih mau menolong koleganya yang menganiaya dia bahkan tentara musuh pun juga ia selamatkan seperti tertulis dalam Matius 5:43-44 “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”. Kedatangan puluhan tentara yang terluka setelah diduga tewas menjadi sebuah kejutan di seluruh regu bahkan kapten Glover bertanya siapa yang telah menyelamatkan mereka semua dan ternyata Desmond lah sendirian yang melakukan misi penyelematan dan akhirnya Desmond sukses menyelamatkan 75 orang
Keesokan harinya Kapten Glover menemui Desmond yang sedang membaca alkitab dan menyampaikan bahwa ia telah salah menilai Desmond dan menyatakan Desmond telah melayani negara lebih dari siapapun dan berharap Desmond mau memaafkan ia. Kapten Glover memberitahu Desmond bahwa mereka harus kembali naik ke Hackshaw dan tau bahwa hari itu adalah hari Sabat dan mereka semua percaya misi penyelamatan Hackshaw adalah mukjizat Tuhan dan telah memberi inspirasi kepada para tentara dan kapten Glover untuk tidak mau meluncurkan serangan berikutnya tanpa kehadiran Desmond bahkan kapten Glover mengindahkan perintah atasannya untuk menyerang karena menunggu Desmond selesai berdoa. Meskipun hari itu merupakan hari Sabat bagi Desmond, ia tetap bergabung dengan sesama prajurit setelah ia menyelesaikan doanya. Pagi itu mereka tidak lagi bertempur dengan semangat nasionalisme tapi juga dengan kekuatan Tuhan yang menyertai mereka melalui Desmond. Ketika penyergapan dilakukan oleh tentara Jepang yang berpura-pura menyerah, Desmond menyelamatkan Kapten Glover dan tentara lain dengan menendang granat musuh dan mengenai kakinya dan akhirnya tentara Amerika memenangkan pertempuran.
Desmond yang awalnya dikucilkan dan dibully oleh teman2 dan atasannya akhirnya mendapatkan rasa hormat dan pujian atas keberanian dan ketulusannya, ia rela mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan kolega bahkan musuh sekalipun, tanpa senjata, tanpa membunuh, ia telah menyelamatkan lebih dari 75 tentara Amerika di Hacksaw Ridge, Desmond adalah penentang perang pertama yang dianugerahi Medal of Honor , penghargaan tertinggi untuk keberanian dalam perang yang diberikan oleh Presiden Harry S. Truman.
Film ini mengajarkan kita tentang cinta desmond kepada keyakinannya, sesama dan negara. Kita belajar untuk menjadi diri sendiri untuk melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, teguh pada keyakinan dan selalu berdoa kepada Tuhan untuk mohon penyertaanNya dalam hidup seberat apapun kondisi yang sedang kita hadapi. Dunia membutuhkan kasih sayang dan apa yang Desmond tunjukkan adalah bukti nyata bagaimana dengan keyakinan dan kasih sayang yang ia miliki Desmond dapat menyelamatkan banyak orang.
Doa: Ya Bapa, puji syukur aku panjatkan ke hadiratMu karena hari ini aku diingatkan kembali untuk selalu bersandar pada kuasa dan kekuatan-Mu. Aku sadar aku adalah seorang yang lemah dan penuh dengan keterbatasan, namun kuasa-Mu yang ada di dalamku sungguh tidak terbatas, Tuhan. Pakailah hidupku ini, Tuhan, sesuai dengan kehendakmu agar hidupku selalu memuliakan nama-Mu














