"Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah” - Mrk 10;27
Breakthrough berkisah tentang seorang ibu yang percaya akan kekuatan cinta, harapan dan doa. Pasangan Brian dan Joyce belum mempunyai anak dan mengadopsi John dari Guatemala. Mereka sangat menyanyangi John namun John acuh terhadap keluarganya dan mengabaikan kasih sayang orangtua angkatnya, karena dia merasa nggak diinginkan oleh orang tua biologisnya. Hal inilah yang membuat hubungan mereka sedikit renggang bahkan John tidak ingin berkomunikasi dengan ibunya. Dilingkungan sekolah John sering diejek teman-temannya mengenai kondisi fisiknya dan ia malu jika teman-temannya mengetahui tentang asal usulnya, hal itulah yang selalu membuat John minder, meskipun John sangat berbakat dalam bidang olahraga, khususnya basket namun ia sering bersikap egois dalam bermain dan tidak mau bekerjasama dalam tim dan tidak ramah kepada teman serta pelatih basketnya. Pelatih basket bahkan mengatakan John mengalami masalah dalam dirinya. Ketika John berniat menginap di rumah temannya, John menunjukkan sikap tidak sopan kepada orangtuanya, bahkan tidak mau memeluk orangtuanya ketika berpisah, Joyce merasa terganggu karena sikap John yang mengacuhkan mereka namun Brian hanya tertawa dan berusaha menenangkan Joyce untuk tetap sabar menghadapi John.
Keesokan harinya John bermain bersama 2 temannya di danau yang telah membeku. Saat bermain, ada seorang bapak yang menegur mereka untuk segera keluar dari danau es karena terlalu berbahaya, namun mereka mengindahkan peringatan orang tersebut, dan ketika itulah danau retak dan langsung menenggelamkan 3 orang tersebut. Beruntung, 2 orang teman selamat, tapi John masih belum ditemukan, hingga akhirnya tim penyelamat datang, namun John masih belum juga ditemukan dan mukjizatpun terjadi, petugas penyelamat bernama Tomy mendapat bisikan Roh Kudus bahwa John berada didekatnya dan akhirnya menemukan John setelah berada di dalam danau es selama 15 menit. Terkadang ketika perjuangan kita berat dan tidak tau apa yang harus kita lakukan mintalah pertolongan, Roh Kudus lah yang akan menuntun langkah untuk menolong kita “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.” (Roma 8:26-27). Tim penyelamat segera membawa John yang dalam keadaan tidak sadar ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan medis namun setelah dilakukan tindakan medis tim dokter masih belum menemukan tanda kehidupan John.
Berdoa adalah senjata yang paling ampuh untuk sesuatu yang manusia tidak bisa kerjakan dan lakukan, namun dengan berdoa, hal tersebut bisa terjadi dan terlaksana tertulis dalam Mrk 11;24 “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu”. Ketika Joyce mendengar kabar anaknya masuk rumah sakit, ia panik dan segera berangkat menuju rumah sakit dan saat itulah perjuangan seorang ibu dimulai. John sendiri dinyatakan sempat meninggal selama 45 menit. Joyce hanya bisa berdoa dalam keputusasaan saat itu. “Tolong Tuhan, kirimkan Roh Kudusmu untuk menyelamatkan putraku,” ucap Joyce dalam doanya dan saat itulah John mulai menunjukkan detak jantungnya namun karena keterbatasan alat medis di rumah sakit setempat akhirnya disarankan untuk ditangani dokter Garret yang ahli dalam menangani kasus orang tenggelam.
Manusia selalu hidup dalam perjuangan. Kita hidup di dunia dengan sejuta nikmat dan pencobaan dari Tuhan. Sebesar apapun masalah yang kita hadapi, jangan pernah putus asa. Yakinlah bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Tuhan akan menolong hamba-hamba yang dekat dengan-Nya tertulis dalam Amsal 3:5-6 : Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu”. Setelah menjalani observasi, dokter Garret menemui Joyce dan Bryan dan menceritakan kondisi organ John yang sudah kekurangan oksigen selama 20 menit dan tidak yakin John bisa bertahan hidup hingga esok hari karena selama ini memang belum ada pasien yang selamat setelah tenggelam selama 15 menit dalam air dingin. Kekurangan oksigen dalam otak membuat semua organ dalam tubuh tidak berfungsi. Seluruh teman, tetangga bahkan Brian sudah pasrah. Mereka tinggal menunggu saat kematian John. Joyce marah besar. Wanita ini meminta semua pikiran negatif tentang John meninggal harus dihilangkan. Dia yakin sepenuhnya John akan selamat dan sehat kembali. Bahkan ketika John telah melewati masa kritis selama 18jam, tim dokter masih tidak yakin John akan sulit bertahan hidup dengan kondisinya, karena ternyata ada pembengkakan di otak John dan paru-parunya penuh darah. John akan dibuat koma untuk pemulihan otaknya, jika pembengkakan otak tidak kembali normal, resikonya John akan mengalami kerusakan otak dan beberapa bagian organ tubuhnya mungkin tidak akan berfungsi normal, namun Joyce menegur dokter yang merawat agar tidak menyampaikan prognosis yang negatif di depan anaknya. “You don’t know my son. He is a fighter,” kata Joyce sembari meminta dokter untuk tetap melakukan yang terbaik untuk John. Joyce juga menegur keras teman-teman sekolah John yang menengok ketika mendengar ada yang pesimis bahwa John akan selamat karena ia tetap yakin anaknya akan sembuh dan sehat seperti sedia kala.
Seperti kasih Tuhan Yesus yang takkan pernah berhenti menyertai hidup kita. Kasih dari ibu tak akan pernah lekang oleh waktu dan sebagai anaknya, kita tak akan pernah mampu membalas kasihnya dalam Amsal 6;20 “Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu”, Joyce bahkan rela mengorbankan kesehatan dirinya, ia tak tidur menunggui John di rumah sakit, gula darahnya naik mendekati 400 ia mengalami dehidrasi dan keletihan karena kurang istirahat dan dipaksa untuk dirawat agar tubuhnya kembali pulih.
Putus asa dan kekecewaan adalah penghalang iman untuk memiliki pengharapan yang pasti terlebih menghadapi berbagai sentimen negatif baik dari dokter, teman sekolah John bahkan suaminya sendiri yang pasrah akan kondisi John sedikit banyak telah menyebabkan psikis Joyce drop. Setelah pulih dari istirahatnya, ia disarankan pastor John untuk berserah kepada Tuhan dan tetap setia percaya akan penyertaan Tuhan meskipun nyawa John berada diujung tanduk dan akhirnya Joyce berdoa kepada Tuhan di atap rumah sakit dan berkata “aku seorang yang rusak, putus asa, wanita penuh kesombongan, aku berserah apapun yang akan terjadi pada John” seperti tertulis dalam 1 Petrus 5;7 “Serahkan semua kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”. Ketika Dokter Garret menyampaikan bahwa obat-obatan yang selama ini diberikan kepada John harus dihentikan karena jika diteruskan dapat menyebabkan kerusakan organ permanen, maka Joyce meminta untuk melepaskan semua obat dan perawatan yang diberikan agar John bangun dan berjuang untuk hidupnya sendiri.
Berdoa bersama itu amat penting, Yesus menegaskan pentingnya doa bersama. “Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Mat 18:19-20). Pada malam itu, Joyce dengan bantuan pastor Jason yang disiarkan distasiun TV meminta bantuan doa kepada semua pemirsa agar meminta kuasa mukjizat Tuhan dan mendoakan John agar dapat kembali pulih, tiba-tiba diluar rumah sakit, orang berkerumun membawa lilin dan menyanyikan lagu rohani yang memberikan harapan serta berdoa untuk kesembuhan John. Keesokan harinya ketika tim dokter melepaskan semua perawatan yang diberikan, John sempat berjuang untuk hidupnya dan Joyce terus menyemangati John dalam tidurnya untuk kembali dan akhirnya John sadar dari komanya dan seluruh kota heboh atas mukjizat yang terjadi karena setelah melewati berbagai tes medis, semua organ John berfungsi normal
Banyak orang ketika menghadapi berbagai persoalan hidup, bergantung pada kekuatannya sendiri dan ketika masalah tidak kunjung selesai atau tidak ada seorangpun yang datang menolong, mereka putus asa dan kecewa bahkan menganggap Tuhan meninggalkan dia. Terkadang dalam hidup dibutuhkan kekecewaan yang menyakitkan untuk mengajarkan kepda kita agar percaya akan janji keselamatan-Nya karena dalam Rom 8;28 “kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” Ketika John kembali aktivitas di sekolah dan salah seorang guru menanyakan kepada Tuhan tidak adil hanya memilih beberapa orang dan bukan yang lain karena ia kehilangan suaminya 2 tahun lalu,
Dalam Amsal 19;21 tertulis “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana”. Rencana Tuhan itu selalu yang terbaik dan indah pada waktunya, begitu juga saat kita sedang mengalami masalah jangan pernah kita menjadi cemas sebab di balik setiap masalah yang terjadi, pastinya ada rencana Tuhan yang indah bagi kita, John yang tadinya egois, durhaka pada orang tua akhirnya mau bertobat dan membuka hati untuk menerima panggilan Kristus dan sekarang memberikan kesaksian kepada kelompok gereja dan mau menjadi pelayan-Nya.
Saya telah di utus membawa Amanat InjilNya dan merasakan sukacita kehadiranNya, kapan giliran anda????