Selamat pagi Nak. Lelap sudah tidurmu kini setelah terbangun di jam satu pagi. Alih-alih menyusulmu terlelap, Manda masih terjaga karena memori tentangmu sejak hari pertama kelahiran menyeruak.
Ada haru yang terbit dan ada air mata yang menitik. Rasanya, Manda ingin terus bersama Affa. Ingin senantiasa memeluk tubuh kecilmu. Dan tertawa riang sepanjang waktu.
Tulisan ini, barangkali baru sampai ke hatimu delapan hingga sepuluh tahun nanti. Dan Manda tak memiliki jaminan bagaimana kondisi kita. Apakah kita sudah pindah kota atau negara lagi? Apakah sudah ada adik yang akan jadi temanmu nanti? Apakah diantara kita ada yang sudah menghadap Illahi?
Nak, kamu lahir di hari Kamis, 21 Agustus 2025 pukul 12.01 WIB dengan berat badan 3.1 kilo dan panjang 49 cm. Tanggal 20 sore, Manda dibawa ke klinik karena tanda kelahiran sudah muncul. Saat itu posisi tidak di rumah, Papa baru sampai dari Hong Kong di tanggal 19 dan kami sedang berlibur. Hujan deras sekali sepanjang sore hingga malam. Panik dan takut datang bersamaan, dengan kondisi yang sudah payah akhirnya kami sampai di Klinik Bersalin.
Titahnya adalah, menginap di klinik dan jangan banyak bergerak. Harus tiduran saja. Pembukaan 1, Manda masih tertawa-tawa bersama Papa. Makan enak, kirim kabar ke keluarga, lancar berdoa, dan bisa menahan nyeri kontraksi yang sesekali tiba. Kata Umi melihat Manda yang masih tertawa-tawa, lahirannya masih lama ini soalnya masih bisa ketawa-tawa. Kalau udah mau lahiran udah nggak bisa ketawa.
Semakin larut, situasi semakin kalut. Nyeri kontraksi bertubi-tubi datang. Sakitnya tak pernah dirasakan sebelumnya, seperti ada yang mencengkeram kuat perut dan seluruh tubuh. Malam itu adalah malam terpanjang yang ada. Sakit berdatangan dalam hitungan menit. Berkali-kali Manda teriak memanggil Papa. SAKIT MACAM APA INII!
Ragam doa sudah dibaca, shalawat Nabi sudah dilantunkan, terus-terusan lisan menggumam Allah.. Allah.. tapi pembukaan tak kunjung lengkap juga. Hingga pagi datang, habis sudah energi yang dipunya. Tak ada selera menyantap sajian sedap yang tersedia. Sakitnya masih terus berdatangan dan suhu tubuh sudah mulai demam.
Ya Rasulullah, aku akan melahirkan seorang bayi yang insya Allah ia akan menjadi bagian dari umatmu. Tolong berikan syafaatmu agar persalinan ini lancar, bayinya sehat keluar. Sakit banget ya Rasulullah..
Esok pagi, pembukaan masih di angka tiga dari sepuluh. Mengukur kadar ketuban dan juga kondisi, maka persalinan pervaginam ini tak bisa lagi dilanjutkan. Harus segera dirujuk ke rumah sakit dan dioperasi agar selamat ibu dan bayi.
Saat Manda dikabari harus dioperasi, tak ada lagi idealisme maunya lahiran normal. Yang ada di kepala, cepetaan berangkat ke RS buat selamatin aku dan bayii! 3 dari 10 aja udah sekacau ini gimana Umi yang melahirkan 8 anak dengan normal dan keterbatasan kondisi?
Sampai di rumah sakit dengan kondisi payah, Manda dibawa ke ruang observasi dan masih heboh kesakitan. Kemudian dijadwalkan operasi segera, sampai di meja operasi pun masih menangis kesakitan karena kontraksi. Sampailah dokter Anastesi datang, beliau memberikan suntikan di bagian pinggang yang membuat menjerit kencang. Dua kali dilakukan, dua kali pula suara Manda membahana di ruangan.
Ketika bius sudah bekerja dan Manda mulai tenang serta bisa tersenyum lebar, para nakes kompak menghibur. Sudah nggak sakit yaa buu. 🤣
Operasi dilakukan tapi Manda masih tersadar. Melihat tiga dokter santai mengobrol seraya bekerja membuat Manda semakin tenang, tetiba terdengar tangisan kecil. Anaknya sudah lahir yaa Bu.
Hah, anaknya sudah lahir? Anaknya siapa ya? Kok suara nangisnya kayak jauh banget. Bukannya di film-film suaranya kenceng banget? 🤣
Tak lama, perawat datang membawa Affa yang sudah dilantunkan Azan dan Iqomah di ruang sebelah oleh Papa. Masya Allah wajahmu cerah, parasmu super lucu, dan ketika kita bertatapan Affa tersenyum kecil. Membuat Manda lupa dengan semua sakit yang dirasakan tadi. Buncah bahagianya masih terasa sampai saat ini. Ketika keluar dari ruang operasi, Papa menyambut seraya tersenyum lebar. Terimakasih ya sayang sudah berjuang. Bayinya lucu dan cantik banget!
Tiga hari di rumah sakit, berdatangan orang-orang setiap hari. Menjenguk dan melantunkan doa yang banyak untukmu. Affa sayang, sejak kelahiranmu banyak orang yang menyayangi dan mendoakan kebaikan untukmu. Semoga Affa tumbuh menjadi pribadi yang menyayangi umat dan membagikan kebaikan selalu pada mereka ya.
Adzan subuh sudah sayup terdengar, esok lusa Manda lanjutkan cerita ya 💕
04.03. Jogjakarta. 28 Desember 2025