Berapa banyak orang yang sudah aku temui sepanjang hidupku? Dari setiap pertemuan, apakah aku mengingat nama dan wajah masing-masing orang? Sering kali aku harus mengingat nama orang tersebut untuk menjalin hubungan yang baik dengan mereka.
Namun apa intinya? Kenapa kita harus bertemu dan menjalin hubungan yang baik dengan orang lain ketika ujung-ujungnya juga tidak akan saling sejalan? Malah kebanyakan kasus aku kehilangan diriku sendiri untuk berusaha menjalin hubungan yang baik tersebut. Apa gunanya?
Berikut adalah hasil analisisku:
Bergaul itu perlu. Seringnya, untuk membuktikan bahwa aku ada. Tetapi menurutku, berusaha mendefinisikan aku ada berdasarkan kemampuan orang lain untuk menyadari keberadaanku adalah sebuah kesalahan (setelah mengamati beberapa kasus yang aku alami). Dan dalam prosesnya, aku menarik diri dari dunia luar. Tetapi hidup sendiri juga rasanya tidak benar.
Manusia diciptakan dengan kemampuan komunikasi pada otaknya. Sedangkan komunikasi hanya terjadi jika ada tiga elemen dasar yaitu si sumber, pesan, dan si penerima. Jadi manusia tidak bisa hidup sendiri karena secara alami manusia butuh berkomunikasi yang melibatkan minimal dua orang (jelaslah! Lah otaknya aja punya bagian khusus yang bekerja untuk komunikasi).
Jadi tetap, menjalin hubungan yang baik itu perlu. Aku tidak bisa secara brutal menutup diri dari dunia luar hanya karena aku merasa tidak diterima. Justru aku harus mencari tahu siapakah orang-orang yang dapat menerimaku? Aku pun mengkategorikan orang-orang tersebut berdasarkan kesesuaian dan kenyamanan ketika aku bersama mereka:
Dalam hukum matematika, bilangan bulat terdiri dari bilangan bulat positif, netral, dan negatif. (asumsikan aku adalah bilangan bulat positif).
1. Bilangan bulat negatif: mereka adalah orang-orang yang tidak cocok denganku. Bukan berarti mereka salah atau memiliki perangai yang negatif. Mereka hanya memiliki perbedaan yang terlalu banyak denganku sehingga aku tidak bisa menjalin hubungan yang positif dengan mereka. Mereka adalah orang-orang yang paling jauh hubungannya denganku. Kalau pun kami bertemu, aku hanya bisa saling sapa dan berusaha menjaga suasana damai (yap, tidak masalah bertemu dengan orang yang berbeda pendapat. Toleransi itu perlu).
2. Bilangan bulat positif: mereka adalah orang-orang yang cocok denganku. Mereka memiliki notasi positif yang sama walau dalam angka yang berbeda. Ciri-ciri dari hubungan yang menghasilkan angka positif adalah keterbukaan dan keleluasaan. Kalau sudah merasa nyaman, aku tidak malu-malu lagi membuka diri menjadi orang yang sebenarnya aku.
3. Nol: angka nol adalah angka netral. Tipe orang-orang-orang ini merupakan orang yang aku senangi. Mereka orang yang tidak memaksaku untuk membuka diri tetapi juga tidak masalah jika aku tidak mau membuka diri. Mereka terlihat acuh tetapi sebenarnya mereka adalah orang-orang yang sibuk dengan kehidupannya sendiri atau tidak ambil pusing atas kehidupan orang lain. Mereka tahu siapa diri mereka sehingga tidak perlu mendefinisikan diri mereka dari kacamata orang lain. Pada kenyataannya, aku sangat ingin menjadi angka nol (tetapi tidak bisa).
Menurutku, menjalin hubungan dengan setiap kategori itu perlu. Untuk membuatku ada. Bukan berdasarkan sudut pandang orang lain melainkan untuk membuatku semakin mengerti diriku sendiri.