Beberapa waktu yang lalu sempat merenungi:
Hidup ini, apakah harus dengan pencapaian-pencapaian yang menyilaukan mata? Hidup ini, apakah perlu dengan prestasi lagi dikenal masa?
Sejujurnya, aku yang kini mengemban amanah sebagai ibu dari kedua anakku, sedang berusaha memeluk diriku sendiri; bahwa yang kulakukan hari ini, --dengan berbagai macam rutinitas yg barangkali "membosankan"-- adalah sebuah masa-masa emas untuk menanamkan bibit kebaikan di dalam diri yang kelak -barangkali- akan menjadi tokoh besar.
Aku sama sekali tidak dikenal seorang pun, kecuali oleh orang-orang yg pernah mengenalku di masa lalu. Aku bukan ustadzah siapa, atau ibu-ibu siapa. Aku hanya aku, seorang anak, istri dan ibu.
Dan pada akhirnya aku hanya ingin mengingatkan diriku: bahwa apapun yg aku lakukan, apapun peran yg aku ambil di masyarakat kelak: tetap perbaguslah diri di hadapan Rabb yang menciptakanku. Di dunia ini tidak ada yg "harus", kecuali apa-apa yg menjadi bagian dari syari'at-Nya. Jadi, aku pun memang tidak harus menjadi siapa atau apa; tapi haruslah melakukan yg terbaik pada apapun yg dikerjakan.
{ ٱلَّذِی خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَیَوٰةَ لِیَبۡلُوَكُمۡ أَیُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلࣰاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِیزُ ٱلۡغَفُورُ }
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. [Surah Al-Mulk: 2]
:))
05/11/26













