(me)Lupa(kan) - (di)Lupa(kan)
Ada hal-hal yang memang harus kita lupa agar hidup kita tetap berjalan semestinya.
Tapi rasanya terlalu jahat jika harus melupakan. Mungkin sebaiknya bukan melupakan, cukup meletakkannya di sudut hati yang paling tak terlihat, biarkan disana dan jangan mengusiknya. Karna (si)apapun yang sedang berusaha untuk kau lupa tak akan pernah benar-benar bisa kau lupakan. Kau hanya berhenti memikirnya namun bukan berarti lupa.
Lalu perihal dilupakan adalah hal kedua yang paling menyakitkan setelah diabaikan. Entah atas alasan apapun seseorang tak pernah senang jika dilupakan.
Untukmu yang sedang merasa dilupakan, ingatlah bahwa ada yang tak pernah melupakanmu meski terkadang kamu lalai. Kamu tak akan pernah dilupakan sekalipun kamu tengah sibuk mengumpulkan kenangan dengan yang lain. Ya karna Allah memang tak pernah lupa, disengaja ataupun tidak. Kita (manusia) yang lebih sering lupa padahal Dia tidak.
Purwokerto, 17 September 2015. ©firdhanelis











