#CEOmeeting with Houtman Zainal Arifin (Ex-VP of Citibank)
9 Mei 2012, Wisma Nugraha Santana, Jakarta Pusat.
Sedikit perkenalan buat CEO kali ini. Nama beliau Houtman Zainal Arifin, biasa dipanggil Houtman. Beliau tamatan SMA yg sekarang mengajar mahasiswa pascasarjana. Beliau memulai karir dari office boy sampai VP Citibank.
Btw, saya kurang tertarik tentang gimana langkah-langkah yang beliau tempuh dalam meniti karir. Jadi, yang ingin saya share disini adalah nilai-nilai yang beliau pelajari dari kehidupan.
Beliau mengawali sharing session kali itu dengan pernyataan, "kita diciptakan oleh Tuhan yang sama."
Pernyataan tsb sangat menarik. Bagaimana tidak, pernyataan tersebut dapat meleburkan semangat perbedaan sesama umat.beragama. Sehingga ada rasa kasih sayang, sikap saling menghargai, tanpa menihilkan semangat ketuhanan dan semangat menjalankan kewajiban.ibadah masing-masing individu.
Beliau lanjut bercerita tentang "unwritten CV (curriculum vitae)" atau riwayat hidup tidak tertulis (RHTT). Dalam praktik dunia kerja atau kehidupan bermasyarakat, written CV tidak selalu punya andil besar. Banyak kasus dimana unwritten CV matters. UCV meliputi karakter, akhlaq, dan kepercayaan. UCV harus dijaga seumur hidup. Karena sekali kita lengah, cap-cap negatif bisa menempel pada diri kita seumur hidup. Kemudian, sebisa mungkin, kita harus menghindari kepura-puraan. Karena kepura-puraan hanya akan bikin kita capek dan suatu saat keburukan yang disembunyikan tsb pasti ketahuan.
Selanjutnya saya hanya akan menuliskan poin-poin pnting dari.sharing tersebut karena ditakutkan postingan akan terlalu panjang.dan menjemukan.
Diberikan masalah berarti kita masih diakui. Sama halnya dengan mahasiswa yang diberi ujian, mereka diberi ujian karena diakui sebagai mahasiswa kampusnya. Problem is the real reason why we are still alive.
Jadi politisi nggak bisa lepas dari kepura-puraan, makanya beliau nggak terjun ke dunia politik. --> Saran saya buat yg mau terjun ke dunia politik, sebisa mungkin tiadakan kepura-puraan. Bagaimanapun, negeri ini butuh orang berkompeten (not the second best!) untuk "main-main lumpur" di kancah perpolitikan.
Untuk maju, dekatlah dengan orang-orang yang susah untuk melatih diri agar peka. Parliament these days do not know what is proper. Pemberian tunjangan puluhan juta dan penambahan armada pesawat kepresidenan disaat banyak jutaan rakyat hidup miskin kronis, adalah sangat tidak layak. Minimnya kepekaan sosial ini seyogyanya adalah salah satu permasalahan besar negeri ini. Jadi, ayo peka!
Berhati-hati lah dengan kekuasaan.
Intellectuality is given. Banyak anak Indonesia yang jenius kok. Jadi, jangan minder!
Sense of belonging bangsa ini masih minim.
Di Vietnam nggak ada pengemis loh! #manakaraktermu hai bangsaku!
Negeri ini hancur karena menyetujui kebiasaan. Kebiasaan yang buruk, kebiasaan melanggar. Bangsa ini hancur karena tidak malu, tidak malu mempermalukan diri sendiri. Jadi, yuk sama-sama kita membiasaakan kebenaran!
Motivasi terbesar beliau adalah saya tidak mau jadi orang sembarangan.
Peluang baru akan setelah kita berbuat.
Saya mendera diri saya untuk sukses.
Penyakit lain bangsa ini adalah tidak berani maju ke atas panggung ketika ada kesempatan dan malu bertanya.
Kita akan dapat tambahan energi jika berteman. 1+1 = minimal 27.
Kita saling membutuhkan. Bos butuh bawahan. Contoh: Bawahan butuh bos. Naik pangkat butuh atasan. Bos dapat pujian jika kinerja pegawainya memuaskan klien.
Paradigma keharusan putera daerah yg mengepalai suatu daerah adalah absurd. Harusnya yang maju adalah yang terbaik dong!?
Salah kaprah kalo makin miskin makin gigih. Faktanya, banyak orang miskin yang mandeg pemikirannya dan banyak orang kaya yang sukses besar.
Life is all about oppurtunities (timing, condition, situation, etc.) so, grab them!
Takdir sudah ditentukan, tapi nasib kita yang nentukan.
Dekatlah dengan Sang Pemberi Kesempatan.
Bangsa ini masih ogah bercita-cita besar.
Mau maju? Harus tepat waktu! Kalo bisa malah curi start.
Bikin kesalahan boleh, asal bikinan sendiri.
Kenapa kita mau hebat di luar, tapi rumah tangga berantakan. --> Ini salah satu alasan beliau untuk.resign dari Citibank. Karena waktu beliau menjabat jadi VP (vice-president), beliau diharuskan pindah kantor di Hong Kong. Beliau menolak pemindahan tsb karena akan jauh dari keluarga dan workloadnya sangat menyita waktu sehingga waktu untuk anak dan istri sangat minim. *saya salut ke Pak Houtman."
Mahasiswa adalah sebuah tatanan terhormat.
Bangun malam --> waktu otak dan hati jernih.
Banyak juga yah poin-poin yg saya rasa penting dari sharing session kali itu. Satu hal yang unik dari perjalanan hidup Pak Houtman adalah he can always "obtain" much more learning points than people normally can, from his experiences.
Saya akhiri dengan percakapan singkat sebelum kami (SxC team members n guest stars) berpisah. "Akhirnya, semua potensi akan diadu, tapi SDA lah yang menang. Dan ketahuilah, Indonesia adalah negara yang paling kaya akan SDA. So, get ready!"
Karena ini sharing session, jadi emang pembicaraannya.kesana kenari. Mulai dari pengalaman spiritual Pak Houtman sampai pendapat beliau terhadap negeri ini.
Thanks to Wilma Zulianti who informed me about the oppurtunity to be a guest star, and the warm welcome of SxC Jakarta-chapter team members who attended that #CEOmeeting.
Semoga tulisan ini bermanfaat! :)