Pertolongan Pertama Pada yang Patah Hati
Lucu ya judulnya? Haha terlintas gitu aja dan pengen bahas. Mungkin bisa jadi #ceritadisini4 hehehe
Jadi, pertolongan pertama pada orang yang patah hati (menurut ku) adalah membiarkannya. Iya, biarin aja. Biarkan dia marah-marah sesukanya, mencaci sekasarnya, teriak sekerasnya, menangis sejadi-jadinya. Karena, seseorang yang patah hati hanya perlu meluapkan emosinya sampai puas. Berbicara sampai orang lain tidak punya kesempatan menyela. Kita tau, hati yang sedang terpatahkan tidak pernah benar-benar berbicara dengan kejujurannya. Sumpah serapah yang keluar dari mulutnya murni hanya dari mulutnya, bukan hatinya. Mereka hanya sedang menutupi hal yang sedang mereka kasihani: dirinya sendiri. Dan kita hanya perlu membiarkannya.
Tidak perlu mencoba menjadi orang yang paling berpengalaman dengan menasehati ini-itu. Sia-sia. Semua nasehat dan kalimat baik mu tidak akan di dengar. Bahkan kalimat sederhana sekadar untuk mengingatkan makan saja akan terdengar sangat buruk bagi mereka.
Tidak pernah ada patah hati yang sama. Tidak pernah ada luka yang serupa. Tidak pernah ada cara yang mutlak dalam menyembuhkan luka. Kita, sebagai seseorang yang mungkin dekat dengannya hanya perlu tenggang rasa. Menjadi tempat ketika mereka siap meluapkan semuanya. Menjadi lawan ketika mereka butuh bertarung.
Kita tidak pernah tau akan berada di posisi mana. Tapi setidaknya, kita bisa belajar menempatkan tenggang rasa yang sebenar-benarnya.
.
Menurut kalian, gimana? Hahaha










