Betapa banyak bibit pecah di pekarangan, disiram setiap hari dengan air asin. Mereka tumbuh, berjuang mekar mempersembahkan kelopak dan aroma yang unik. Namun sayang, tuannya pencari kesempurnaan yang buta. Ia tidak mengharap keunikan, ia mendamba bunga lain yang lebih megah, yang wanginya lebih semerbak sepanjang hari.
Lalu, tanaman-tanaman 'tak terpilih' ini dibiarkan meranggas dalam caci. Sebagian dicabut paksa saat akarnya baru saja ingin memeluk bumi, sebagian lagi dibuang ke sudut gelap seolah hadirnya adalah sebuah keliru sang tuan. Mereka tumbuh besar, tanpa pernah benar-benar mekar.
Serang, 13 Maret














