300617
Perempuan yang beruntung ( itu aku ) Entah dengan rumus apa Allah tetap membiarkan dia datang dengan hasil pemecahan soal dengan kisi-kisi rumus yang Engkau berikan ya Allah. Benar-benar tidak ada yang menyangka. Bahwa pada hari itu, Engkau berikan padaku hadiah dari hasil yang dia bawa. Sebuah ikatan suci (mitsaqan ghalizah) ikatan yang teramat sakral. Yang berarti telah Menyempurnakan separuh agama dan itu artinya tinggal setengah lagi baru benar-benar bisa mencapai yang setengahny jika ingin benar-benar menyempurnakan agama itu keseluruhan (baca: itu jika tergantung dari penilaian Allah lagi ya.bukan penilaian dari mata manusia). Perihal diatas, jika aku renungkan secara baik-baik. Muncullah pemikiran seperti ini. Siapalah aku, perempuan desa yang berada di pulau seberang. Yang rumahnya harus ditempuh dengan waktu 16 jam (jika itu perjalanan dari malang hingga sampai rumah). Dengan menggunakan beberapa macam alat transportasi baru bisa sampai dirumah dimana tempat aku di lahirkan. Siapalah aku, perempuan biasa yang tidak memiliki bakat yang menonjol dan tidak bisa survive di tanah rantau. Yang masih meminta uang ketika uang habis ke bapak. Astagfirullah. Siapalah aku. Yang mungkin ilmu agamaku tidak sehebat dirimu. Siapalah aku















