Xuebing Du

⁂
will byers stan first human second
Keni
TVSTRANGERTHINGS
taylor price
dirt enthusiast
NASA

★
ojovivo

titsay
Not today Justin
occasionally subtle
KIROKAZE
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
cherry valley forever

Product Placement

JBB: An Artblog!
macklin celebrini has autism
noise dept.

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Philippines

seen from United States
seen from United States

seen from Canada

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Iraq
seen from United States

seen from United States
seen from South Africa
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
@dalamruangrindu
Usia, Menjaga dan Takdir
Jadi, bukankah kalimat diatas itu menentramkan?
Disana ada kalimat kedewasaan tanpa memandang usia.
Ada takdir yg pasti untuk jiwa-jiwa yang menjaga dirinya.
Apa yang membuat kita tak tenteram menikmati kesyukuran itu saat ini?
Dia (red: Allah) ingin membuat kita menjadi jiwa-jiwa yang penuh cinta dalam proses menanti dia yang entah kapan berujung datang. Penuh cinta karena memahami bahwa setiap proses yang dia lalui adalah menambah volume ketakwaannya terhadap sang pemilik takdir pasti. Penuh cinta terhadap Rabbnya yang kemudian Allah mendatangkan cinta yang sesuai porsi kita melalui dia. Sebab tak ada cinta yang boleh melebihi cinta kita terhadapNYA.
Bukankah menunggu dia adalah sebuah ketentraman jiwa dan hati?
Malang, 13 Juli 2019
Hello, i’m back
sebab tak ada obat penawar yang paling mujarab untuk rindu selain bertemu dengan yang dirindukan
Menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia.
Kecantikanmu itu berbeda. Aku melihatnya setiap hari dengan mata kepalaku. Cantikmu itu mengalir dalam sifat, seperti ketaatan, keikhlasan, kesabaran, dan hal-hal yang membuatku merasa tentram.
Aku sengaja menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia. Sebab, dunia kita adalah dunia yang kita bangun dengan kepercayaan bahwa yang kita lihat dengan mata ini adalah fana. Semuanya akan berakhir, cantik akan menua, kekayaan takkan dibawa mati, dan hal-hal lain yang akan berakhir.
Aku menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia, biar orang melihat dan merasakan kecantikanmu dari akhlakmu. Bukan dari hasil riasan berjam-jam dan baju kekinian yang kemudian kamu pajang di halaman media sosialmu. Orang akan mengenalmu dari kebaikan budi, kebermanfaatan, peran, pemikiran, kecerdasan, sumbangsihmu pada umat, dan hal-hal lain yang jauh lebih bermakna dari pakaian dan riasan.
Aku akan menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia. Agar kamu bisa menjadi dunia yang terbaik bagi anak-anak kecil yang lahir di rumah tangga kita. Menjadi dunia yang layak untuk tumbuh besar mereka. Dunia yang akan mengajarkan mereka dan membuat mereka tumbuh menjadi manusia yang lebih baik.
Biar dunia kita ini sunyi, sepi.
Kita tidak harus dikenal banyak orang untuk bisa menjadi lebih bermanfaat, untuk memiliki nilai lebih sebagai manusia. Kita hanya perlu menjadi orang baik, berbuat baik, membantu banyak orang, berkata-kata yang baik, lemah lembut terhadap semua makhluk, bekerja dengan ikhlas, berbakti kepada orang tua, berbuat baik pada tetangga, menyanyangi anak-anak, dan semua kebaikan lain yang bisa kita lakukan tanpa harus berdandan terlebih dahulu, tanpa harus memiliki kuota internet untuk memuatnya dalam live video.
Kita tidak perlu mencatatnya, dua malaikat kecil di sisi kita sudah melakukannya untuk kita. Setiap hari, tanpa lelah.
Untuk itu, izinkan aku untuk menyembunyikanmu dari hiruk pikuk dunia, istriku :)
Yogyakarta, 7 November 2017 | ©kurniawangunadi
#tahantangis wk
N.M ?
Bener sih kalau ada yang bilang, ngapain sih nikah muda? cuman ikutan trend ya?
ya kali, nikah yang ngatur takdirnya manusia. ALLAH yang punya hak tertinggi untuk menikahkan siapa dengan siapa. Mau sembunyi-sembunyi gimanapun mendem rasa, mau terang-terangan pun ngumbar rasa, hanya ALLAH yang tahu garis takdir kita akan di arahkan kemana. dan yang terpenting ALLAH menikahkan seseorang dengan jodohnya itu memang sudah menjadi kebutuhannya. Bukan hanya karena kepengen aja.
TIPS UNTUK DROPSHIPER
Assalamualaikum Moms and Dads apakabar hari ini? Saatnya kembali berjumpa dengan #financefriday.
Pada kesempatan kali ini kami akan membahas sedikit tentang salah satu sub bahasan #financefriday edisi gharar beberapa pekan yang lalu yaitu dropship. Isu ini sangat populer dan sebenarnya sudah banyak dibahas pada beberapa website terpercaya. Selain karena dropship adalah sistem jual beli yang sangat fleksibel untuk ibu-ibu, penjualan dropship yang online tentu memudahkan bagi pelanggan memilah barangnya tanpa harus ke toko. Nah, berikut tips agar dropship kita aman dan tidak terjerumus dalam gharar.
1. Pastikan ada Ijin dari Supplier (Pemilik Barang) ➡ Salah satu hal utama dalam sistem dropship adalah adanya ijin dari supplier untuk dijualkan. Tanpa adanya ijin dari pemilik barang, maka sama saja kita mencuri dagangannya.
2. Kenali Calon Supplier ➡ Mengepo supplier adalah ikhtiar untuk mengetahui apakah barang yang dijual benar-benar ada atau fiktif belaka. Kenalilah rekam jejaknya dan kepolah semua info yang berkaitan dengan supplier. Cara mengenalinya bisa dengan melihat ratingnya, kolom komentar atau dari identitas yang tercantum di kolom bio. Dengan mengenal supplier paling tidak kita akan merasa tenang karena kita tau barang yang kita beli benar-benar tersedia dan transaksi sesuai dengan ekspektasi kita. Untuk lebih mudahnya, kita bisa melakukan dropship langsung dari produsen asli atau perusahaan utama. Atau bisa juga dari saudara atau kawan yang telah lama berkecimpung dalam dunia jual beli barang yang akan kita jadikan rekanan dropship.
3. Order Sample ➡ Terkadang kita mudah puas dengan hanya melihat katalog. Padahal bisa jadi barang di dalam foto dan secara langsung berbeda. Maka melakukan order sample sangat dianjurkan agar kita tau bagaimana mendeskripsikan barang yang kita jual kepada pembeli.
4. Sistem Penjaminan ➡ Dalam setiap transaksi bisa jadi kita akan mengalami sesuatu yang tidak diinginkan. Contohnya adalah kerusakan barang saat pengiriman atau cacat barang. Apalagi jika barang yg dikirim sangat “fragile”. Maka kita perlu menanyakan dengan detail bagaimana sistem penjaminan dari supplier. Beberapa supplier besar biasanya memiliki tim Quality Control dan Quality Assurance yang akan menjamin barang kita sampai kepada pembeli dengan selamat. Namun untuk supplier kecil kita dapat meminta bantuan untuk mengirim foto kondisi barang sebelum dikirim. Jika barang cacat pastikan supplier memiliki mekanisme penjaminan yang jelas sehingga pelanggan tidak dirugikan.
6. Update Katalog ➡ Sebisa mungkin carilah supplier yang mau mengupdate barangnya yang ready agar kita tidak PHP pada pelanggan yang akan memesan barang.
7. Selalu Mintalah Resi ➡ Untuk transaksi yang transparan, jangan lupa mintakan resi dari supplier setelah supplier selesai mengirimkan barang dari pelanggan kita. Resi ini juga berfungsi untuk dikirimkan kepada pihak pelanggan agar pelanggan memiliki barang bukti pengiriman.
Demikian tips dari #financefriday kali ini. Sampai jumpa 😉 (nyv)
📚 Dari berbagai sumber
*🌷SUPERMOM’s NOTE🌷* Edisi #financefriday 6 Oktober 2017
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄 ☘ Email : [email protected] ☘ Fanpage FB : https://web.facebook.com/supermomwannabefanpage/ ☘ Twitter : https://twitter.com/supermom_w ☘ Instagram : https://www.instagram.com/supermom_w/ ☘ Tumblr : http://supermomwannabee.tumblr.com/ ☘ WhatsApp: +6281904714215 ☘ Line: @qxb9368f (use @) Link: http://line.me/ti/p/%40qxb9368f
RTM : Untuk Terus Mencintainya, Kamu Harus Berjuang.
Catatan ini mungkin lebih khusus ke laki-laki. Sebab nanti, selepas menikah. Mungkin dalam pandangan matamu, istrimu tidak akan secantik-semanis-sebaik-dan sesempurna sewaktu kamu dulu memperjuangkannya. Saat ini, bisa jadi kamu bisa menyangkal. Tapi, nanti selepas menikah dan menjalaninya, kamu mungkin baru akan memahami maksudku ini.
Kamu harus berupaya untuk bisa terus mencintai istrimu. Perasaan itu tidak tumbuh seperti rerumputan yang terkena hujan. Perasaan itu adalah pohon besar dan kamu menanamnya sejak bibit. Kamu harus merawatnya, menyiraminya, melindunginya dari hama, menyiangi rerumputan disekitarnya, dan juga kamu harus selalu waspada agar ketika nanti ia sudah cukup besar, tidak ada orang lain yang tiba-tiba datang dan menebangnya.
Perempuan yang barangkali adalah temanmu, rekan kerjamu, atau orang yang tiba-tiba kamu temui di jalan. Mereka mungkin tidak melakukan apapun, tapi matamu tidak. Matamu bisa membuat apa yang terlihat menjadi beribu kalilipat lebih baik, lebih cantik, dan segala kelebihan lainnya yang mungkin akan menyulut perasaan lainnya. Tantangan. Seperti kala dulu kamu memperjuangkan perempuan yang menjadi istrimu saat ini.
Untuk itu, ingat-ingatlah selalu kebaikan perempuan yang sedang di rumah menunggumu pulang. Siapa orang yang paling khawatir kala kamu sakit. Siapa orang yang bisa menerimamu apa adanya saat kamu bukan siapa-siapa dan tak memiliki apa-apa selain kenekatanmu menikahinya dulu. Siapa orang yang rela bersusah payah mengurus segala keperluanmu, juga keperluan anak-anakmu nanti. Ia bersedia bersusah payah mengandung anakmu sembilan bulan dalam kepayahan yang kamu tidak bisa merasakannya. Anak yang mungkin lebih kamu cintai nantinya daripada istrimu.
Sungguh, untuk terus mencintainya, kamu harus berjuang. Bualanmu tentang cinta saat ini, juga bualanmu tentang segala janji itu bisa aku katakan adalah omong kosong. Sebab nanti, jalan yang amat panjang dan mungkin akan membosankanmu telah menanti. Biar tak bosan, kamu perlu menghidupkan setiap ingatanmu mengapa dulu kamu mau memperjuangkannya, setiap rasa syukurmu, dan iman.
Sebab menikah dengan seseorang yang kamu cintai saat ini bukanlah hadiah, melainkan sebagai ujian baru. Ujian yang hanya bisa kamu jawab ketika kamu menjalaninya, bukan dengan lisan, melainkan perbuatan.
©kurniawangunadi | 10 September 2017
Cara Allah
Tidak ada yang tahu seperti apa kita akan dipertemukan dengan jodoh. Takdir yang Allah berikan begitu pasti bagi hambanya yang percaya padanya. cara Allah pun membuat skenario untuk hambanya berbeda-beda. ada yang dipertemukan saat mereka bekerja dikantor, ada yang dipertemukan saat mereka tak sengaja dikenalkan dengan teman dan masih banyak cara Allah lainnya yang tidak pernah kita sangka sebelumnya.
Namun, ada juga ujian yang Allah berikan dalam setiap penantian yang kita usahakan. Disanalah kita diuji, apakah kita benar-benar menanti jodoh karena Allah atau karena keegoisan kita untuk segera bertemu jodoh.
TAKUT KAU BENCI
“Mas, aku takut, kamu akan membenciku”
“Benci karena apa?” Dahinya mengkerut, matanya mendekati mataku
“Aku ini, sesungguhnya tidak pandai memasak mas”
“Tak apa, aku takkan membencimu karena itu”
“Tapi mas, bukan cuman itu, aku juga tidak pandai bersih-bersih rumah”
“Tenanglah, aku takkan membencimu karena hal itu”
“Tapi mas, masih ada, aku juga tidak paham betul ilmu-ilmu tentang menjadi ibu yang baik”
“Lalu, kenapa aku harus membencimu?”
“Aku takut mas, takut mas jadi benci karena kecewa sama aku”
Dia terdiam sejenak, menghela nafas.
“Dik, mas tentu tidak akan membencimu karena kau belum bisa mengerjakan sesuatu.”
“Lantas, apa yang bisa membuat mas membenciku?” tanyaku
“Yang bisa membuat mas membencimu? Mungkin, ketika kamu sudah tahu bahwa kamu tidak bisa, tapi kamu justru tidak belajar, melainkan cuma meratapi ketidakmampuanmu. Mungkin mas akan membenci perilaku malas belajarmu itu.”
Belum sempat aku menjawab, mas melanjutkan perkataannya tadi
“Tapi, sesungguhnya, meskipun kamu malas belajar sesuatu, mungkin mas tidak sepenuhnya membencimu. Mas justru akan lebih membenci diri mas sendiri. Kenapa mas sebagai seorang imam, tidak bisa memimpinmu untuk mau belajar lebih baik? Yah, mungkin mas harus banyak berinstropeksi diri kalau kamu banyak kekurangan”
Rasanya, baru 1 minggu kami menikah, baru 1 minggu juga kami saling bertanya dan terbuka tentang kekurangan kami masing-masing. Memang, masih panjang kisah rumah tangga kami. Tapi memiliki mas sebagai imam, aku rasa kehadirannya membuatku tenang dalam menjalani bahtera rumah tangga ini.
Terima kasih, mas.
TAKUT KAU BENCI Bandung, 24 Agustus 2017
©Choqi-isyraqi
300617
Perempuan yang beruntung ( itu aku ) Entah dengan rumus apa Allah tetap membiarkan dia datang dengan hasil pemecahan soal dengan kisi-kisi rumus yang Engkau berikan ya Allah. Benar-benar tidak ada yang menyangka. Bahwa pada hari itu, Engkau berikan padaku hadiah dari hasil yang dia bawa. Sebuah ikatan suci (mitsaqan ghalizah) ikatan yang teramat sakral. Yang berarti telah Menyempurnakan separuh agama dan itu artinya tinggal setengah lagi baru benar-benar bisa mencapai yang setengahny jika ingin benar-benar menyempurnakan agama itu keseluruhan (baca: itu jika tergantung dari penilaian Allah lagi ya.bukan penilaian dari mata manusia). Perihal diatas, jika aku renungkan secara baik-baik. Muncullah pemikiran seperti ini. Siapalah aku, perempuan desa yang berada di pulau seberang. Yang rumahnya harus ditempuh dengan waktu 16 jam (jika itu perjalanan dari malang hingga sampai rumah). Dengan menggunakan beberapa macam alat transportasi baru bisa sampai dirumah dimana tempat aku di lahirkan. Siapalah aku, perempuan biasa yang tidak memiliki bakat yang menonjol dan tidak bisa survive di tanah rantau. Yang masih meminta uang ketika uang habis ke bapak. Astagfirullah. Siapalah aku. Yang mungkin ilmu agamaku tidak sehebat dirimu. Siapalah aku
411
Ada banyak hikmah yang bisa gw ambil dari gerakan 411 kemarin (feel so sad that I was not able to join because that’s exactly the day when I had to submit my forecast for November month huhuhuhu *:(((((* )
Pertama, gw belajar bahwa as the agent of Islam, you need to have a courage to explain what was happening. Bukan hal yang di luar prediksi lah bahwa gerakan 411 kemarin akan menimbulkan berbagai persepsi dan respon, baik dari teman-teman kita sesama muslim maupun teman-teman non muslim. Thus, menurut gw, kita, sebagai agen Islam, wajib untuk berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, apa niat dari gerakan ini, dan kenapa kita harus melakukan gerakan ini. Ini agar supaya teman kita yang belum paham bisa menjadi paham, yang sempat berburuk sangka, jadi terluruskan prasangkanya. I do not know, tapi interpretasi gw adalah gerakan 411 ini adalah gerakan Bela Qur’an. Kita sebagai umat Islam wajib marah apabila ada komentar-komentar tak perlu (seperti komentar Pak Ahok) tentang Al-Quran dilayangkan ke publik. Gw, berpikir dari sudut objektif manapun, ga bisa memahami kenapa Pak Ahok harus banget bahas-bahas kitab suci agama orang lain. Aneh aja menurut gw, sehingga wajar lah umat si empunya kitab suci marah. Yah, well, walaupun pasti juga ada yang niatnya politis di gerakan kemarin (misal mengharap agar gerakan ini akan dapat menggiring opini publik untuk ga-milih-Ahok :p), tapi yah hellooooo, ga usah naif lah kita bahwa ga ada tunggang-menunggang dalam setiap pergerakan massa, apa pun temanya, hehe. Tapi, intinya, gw setuju sama Pak Banu, bahwa gerakan kemarin itu adalah asap (akibat). Apinya (penyebabnya) ya statement Pak Ahok, and I think nobody can deny it. Ya, bayangkan sebaliknya aja, apabila kitab umat Kristen dikomentari oleh orang lain, apa iya para umat Kristen diam aja? Enggak kan?
Kedua, gerakan kemarin adalah momen yang tepat untuk mem-filter kembali teman-teman kita dan kita cukup tahu aja orang seperti apa teman-teman kita, dan kembali meneguhkan hati kita tentang siapa yang harus menjadi teman baik kita hehe. Kalau boleh jujur, gw agak kecewa sama beberapa teman gw yang dari pagi pokoknya menuliskan status yang intinya bilang bahwa orang-orang yang lagi melakukan aksi adalah orang-orang yang ga punya kasih. Intinya menghinakan orang-orang yang sedang melakukan aksi. Yaampun, gw sedih. Yaaaaaa, gw ga bisa mengontrol bagaimana orang lain berpendapat, tapi gw cukup tau aja. Menurut gw, di negara yang heterogen, saling menghargai antar umat beragama itu penting. Gw, selama hidup ga pernah menghina agama orang lain dan umat beragama lain, sehingga gw merasa, tidak menghina agama orang lain adalah sesuatu yang do-able, sesuatu yang memungkinkan untuk dilakukan. Setidaknya, sedongkol-dongkolnya, at least ga perlu lah berkomentar negatif tentang umat beragama lain. That’s why, ketika melihat teman-teman gw masih ada yang menghina umat Islam, gw kecewa aja. Dalam hati gw, “Bener sih memang, lo ga perlu gw jadikan teman dekat.” Hahahha. Tapiiiiiiiii, gw ga mau menghabiskan waktu untuk baper sama kelakuan teman-teman tak worth it seperti mereka karena orang-orang seperti mereka do not deserve to be my friend at first place, so I just let them go, they are black listed! Hehehhe.
Ketiga, ini yang paling penting, buat yang menganggap bahwa gerakan kemarin itu semacam gerakan sekelompok orang (which is umat Muslim) sedang melindungi Al-Quran (dimana melindungi itu identik dengan persepsi bahwa yang dilindungi itu adalah sesuatu yang lemah), maka jangan pernah kita lupa bahwa bukan demikian konteksnya. Al-Quran tuh ga butuh kita untuk membela-bela dia. Dia sudah mulia, dia sudah dilindungi oleh Yang Maha Melindungi, justru kita yang butuh untuk membela Al-Quran karena gampang bagi Allah menggantikan kita dengan kaum yang lebih baik, kalau kita gabut sebagai hamba. It’s very easy to swap us away, :)
Semoga kita selalu semakin cinta sama Islam dan berani bergerak membela agama kita, ga hanya diam, pasif, nrimo. Bergerak melakukan aksi bukan cerminan bahwa kita adalah orang yang tidak terpelajar, tidak intelek, dan suka tarkam, tapi itu adalah aksi yang sah-sah saja. Hal yang normal menyalurkan aspirasi melalui aksi di negara demokrasi. Jangan alergi sama aksi. Kita harus berani bergerak, turun ke jalan, untuk sesuatu yang kita cintai. :)
BerSEMANGAT!!
Di Penghujung Bulan Oktober
Demi rindu yang tidak pernah sanggup aku sampaikan, yang hanya bisa menyimpannya seorang diri, yang begitu sungkan dikeluhkan, yang aku perjuangkan sendirian, yang tidak pernah luput kutitahkan pada tiap do'a, serta yang kuharap kelak akan berbalas.
Aku masih dengan perasaan yang sama, bahkan bisa kukatakan lebih. Perasaan yang kuletakkan pada sisi tertentu di hatiku, bahkan yang terkadang rasa sakitnya harus kusisipkan pada senyumku. Pada raga yang tampak ceria ini, mungkin tawaku bisa menggelak, dengan senyumku yang tak pernah henti mengembang dan candaku yang bisa menghibur siapa saja. Sayangnya, hatiku tidak sedang sebahagia itu.
Demi rinduku yang pandai menepuk angin, yang tidak pernah tahan oleh sakitnya pengabaian, dan yang meski berjatuh-jatuh kali tertimpa tetap tegar berdiri di sana.
Aku masih dengan posisiku sebelumnya, aku masih berada di depan pintu yang sama, dan aku masih mengetuk dengan cara yang sama. Inginnya, aku bercerita banyak setelah pintu itu terbuka olehmu. Sayangnya, pintu tidak pernah terbuka, bahkan cerita yang ingin kusampaikan selalu terhenti pada percakapan sederhana. Aku tahu, cinta memang sehebat itu membuatku kelu. Aku masih bersyukur cinta tidak sanggup membuat lidahku kaku mengucap namamu dalam do'a.
Demi rindu yang setia tertulis dalam ingatanku, yang tidak pernah kubiarkan berbalik arah, yang aku teguh menyebutnya sebagai tempatku menuju, dan yang meski pintunya selalu tertutup untukku, aku masih kokoh berdiri di sana.
Kamu mungkin sungguh tidak beruntung, dicintai oleh laki-laki sepertiku. Kamu bisa melihat bagaimana aku meletakkan yakinku padamu, tidak dari segala yang aku tulis dan aku ucap. Seluruhnya bisa kamu lihat kemana langkahku tetap tertuju. Dan pada saat yang sama, do'aku menyampaikan pintaku pada langit, agar langkah kita dapat berjalan beriringan nantinya.
Maaf jika ini semakin saja membuatmu lelah, aku mungkin tidak akan pernah pantas untuk ada di sisimu. Namun, jika kamu membutuhkan alasan, kamu tidak akan menemukan alasan apapun untuk mencintaiku sebanding laki-laki di luar sana.
Maka benar, akulah laki-laki yang tidak pernah menyerah.
Mungkin seperti itu takdir yang ada, yang meminta belum tentu akan menerima, tetapi yang memberi kelak pasti akan menerima.
Jika suatu hari nanti kamu merindukanku juga, biarkan aku mengetahuinya. Sebab aku tahu, bagaimana perihnya menahan sebuah rindu.
Besok, bulan Oktober sudah habis, hujan yang datang akan lebih deras dari yang kemarin-kemarin. Andai kamu tahu, mungkin kamu satu-satunya hal yang membuatku ingin bangun sebelum sepertiga malam.
Besok-besok, kalau lengan bajunya lebar jangan lupa pakai manset. Jangan lupa bulan depan masih musim hujan.
Jangan lupa, jangan lupa bawa kaos kaki cadangan.
Bogor, 31 Oktober 2016 | Seto Wibowo
I hope you never have to wait for someone’s absence to realise the value of their presence.
Kriti. G (via wordsnquotes)
But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not. - Surah Baqarah, ayah 216 💙