Cerita Kereta :)
Seminggu kemarin, aku dan suamiku nyobain rute baru untuk berangkat dan pulang kantor. Kami berangkat dari rumah di Dramaga Bogor jam 05.00, dianter Obama (mobil suamiku) ke Stasiun Bogor, terus naik kereta dan turun di Stasiun Sawah Besar. Empat hari kemarin kami selalu naik kereta jurusan Jakarta Kota dengan jadwal keberangkatan jam 05.35 dan sampai di Stasiun Sawah Besar sekitar jam 07.00. Sampai Stasiun Sawah Besar, sesuai planning sebelumnya, kami naik Gocar, karena dari survey sebelumnya harganya murbing alias murah bingit. Hari Selasa, tarif dari stasiun ke kantor kami hanya Rp 16.000, terus dapat cashback 6000 gopay coins lagi. Hahahaha. Seneng banget aku. Sampe kantor kami di Kemayoran itu sekitar jam 07.11. Pulangnya, kami mencoba teng-go pulang jam 16.00, tapi apalah daya budak korporat, akhirnya jam 16 lebih sekian lah kami baru bisa meluncur menuju ke Big Mango Station. Hehe. Singkat cerita, kami naik KRL jam 16.35 dan sampai di Stasiun Bogor kalau ngga salah sekitar jam 17.50an, pokoknya sebelum jam 18.00 seingetku, karena aku dan suami masih santai pilih-pilih jajanan di stasiun. Hehehehe.
Hari kedua, perjalanan berangkat kurang lebih sama dengan hari pertama. Nah, hari ketiga, cuaca waktu berangkat dari Stasiun Bogor cukup syahdu, teduh, dan sejuk. Tapi ternyata memasuki daerah khusus Ibukota, hujan turun. Ketika kereta melewati Stasiun Gambir, aku mulai mempersiapkan order Gocar, dan seperti dugaanku, karena hujan, tarif Gocar naik jadi sekitar Rp 37.000. Terus jiwa bolangwatiku muncul,
“Yah, kalau naik bajaj, mau ngga?” Tanyaku ke pak suami, ternyata dia setuju. YAY! Hahahaha. Seneng sekali bisa mengukir memori baru sama suami. Pertama naik KRL ke kantor, dan tambah lagi naik bajaj ke kantor. Simple thing yang menurutku seru dan buatku seperti nourishment for our marriage life :) Karena belum pernah naik bajaj dari Stasiun Sawah Besar sebelumnya, aku tanya dulu estimasi ongkosnya ke Yang Mulia Google. Hehe, ternyata katanya ongkos Bajaj di Jakarta itu, untuk jarak dekat sekitar 2 kilometer biayanya sekitar Rp 15.000 - Rp 25.000. Katanya lagi, biasanya sopir bajaj buka harga pertama Rp 25.000 terus penumpangnya menawar hingga Rp 15.000. Akhirnya aku dan suami deal dengan abang bajaj Rp 20.000 dengan jarak tempuh sekitar 2,6km, Big Ricefield Station to Kemajoran. Fair enough laaa, and of course so exciting :)) Also best choice karena sesampainya di kantor ternyata banyak teman-teman yang kebasahan karena naik ojek online.
Another good experience is that knowing that ternyata suamiku cukup enjoy being a commuter. Hehe. Suamiku yang terbiasa naik kendaraan pribadi, awalnya malas banget naik public trasnportation. Tanpa diduga, dari rencana awal yang hanya mau coba KRL hari Selasa, Rabu, dan Kamis, ternyata hari Jumat pun dirinya mengajak naik KRL lagi. Hahaha. Aku pribadi, sebaliknya, terbiasa naik public transportation dari jaman sekolah dan kuliah dulu, jadi urusan “standing party” di gerbong KRL sudah biasa, jadi keputusan untuk migrasi dari tim berkepribadian menjadi anker (anak kereta) menurutku seru aja. Hehe.

















