Im super bad at small talks
Di lebaran kali ini, mungkin kekurangan terbesarku yang paling terlihat adalah kemampuanku basa-basi dengan keluarga dan kerabat, yang sangat tidak bagus. Dari dulu aku memang tidak bagus bahkan dengan siapa pun. Tapi melihat ada banyak keluarga yang dulu sepertiku, tapi sekarang sudah bisa mengobrol dengan baik tentu membuatku insecure. Kok aku gak pernah berkembang ya :).
Dulu aku melihat kemampuan buat basa-basi ini tidak begitu penting, tapi sekarang sudah tidak lagi. Karena aku menyadari bahwa dunia dewasa berisi dengan bagaimana kita berinteraksi dengan manusia lain. Hal penting seperti bisnis berawal dari kemampuan basa-basi. Kemampuan hardskill tanpa diiringi oleh kemampuan komunikasi bisa menjadi hal yang sia-sia.
Mungkin ini adalah cerita yang tidak banyak orang bisa relate. Karena orang lain selalu bilang, "Tinggal basa-basi aja kok sulit?", "Tinggal ngobrol doang kok ga bisa?", "Kamu sombong ya jarang bicara?", dll.
Kadang aku cringe sendiri melihat betapa canggungnya aku ketika berbicara. Kalau diperhatikan lagi, kurasa bicara basa-basi juga bergantung pada orang yang diajak ngobrol juga. Kadang aku bisa dengan mudah dengan mengobrol dengan orang baru, kadang aku masih sulit mengobrol dengan orang yang bahkan sudah lama aku kenal. Contohnya seperti pada kakekku, yang entah kenapa aku sulit dekat dengannya, dan terkadang masih suka menghindar.
Sehingga, targetku tahun depan adalah untuk lebih bisa basa-basi, berkomunikasi dan mengobrol dengan lebih baik. Gak perlu bagus, tapi ya setidaknya gak buruk-buruk banget lah :').











