105 hari lagi Skripsiku genap 2 tahun, tepatnya tanggal 28 April nanti, iyaaaa, skripsinya aja udah mau 2 tahun, jangan ditanya berapa jumlah semester yang sudah berlalu. Paling malas kalo ada yang nanya sekarang tingkat berapa, biasanya aku pake jurus pamungkas "tingkat akhir", kalo udah gini gak ada lagi pertanyaan lanjutan. Hahahahaa.. Hidup mahasiswa tingkat akhir. Sebenarnya penelitianku udah siap dari Desember 2011 yang lalu, aku juga udah sempat ngerjain skripsi sampai bab empat dibagian hasil, tinggal sedikit lagi skripsiku jadi, tapi demi kesempurnaan data diskripsiku nanti, Oleh dosen pembimbing aku diharuskan untuk mengulang penelitianku dari awal. Ada beberapa bagian yang menurut beliau harus diulang. Sebagai mahasiswa yang baik (jatuhnya lemah sih), aku hanya bisa menuruti apa yang dikatakan dosen pembimbing. Sama seperti beliau, aku juga menginginkan skripsi yang sempurna, walau pun aku gak pernah tau skripsi yang sempurna menurut beliau itu seperti apa. Semenjak mendengar kabar itu, lebih dari sebulan aku tidak berani menapakkan kaki di kampus. Hanya berdiam diri di kamar, merutuk ketidakmampuanku mempertahankan penelitian pertamaku, sesekali menangis di balik Meeto, boneka kura-kura yang bentuknya sudah tidak beraturan lagi, kalau mataku mulai terasa pedih, game online adalah sasaran berikutku. Terkadang aku juga mengungsi ke Tembung city (katanya), di sana ada seseorang yang dengan pasrahnya mau mendengarkan dan menampung semua sampah-sampah tak terdaur ulangku, yang selalu tertuang secara berulang-ulang. Dan mencuci mau pun menggosok menjadi pilihan terakhirku, itu pun karna sudah tidak ada lagi baju yang mau dipakai dilemari. Yaaa namanya juga anak kos yang dirumahkan. Sampai ada seorang teman yang menghubungi, yang bilang, dia bersedia membantu pengerjaan penelitian kedua kapanpun aku mau. Apapun itu, asal aku bilang langsung, dia akan berusaha membantu dan akan mengajak teman-teman yang lain. Saat itu hanya ada butiran bening yang sedang berusaha mengalir dari mata dibalik kacamataku. Di saat aku mulai merasa tidak ada seorang pun yang peduli, di saat semua teman-teman terdekat sudah memakai toga, di saat janji akan tamat bersama hanya tinggal janji, di saat aku benar-benar tidak punya pilihan, Tuhan mengirimkan Mereka untuk menemani dan menjagaku. Sejak itu, aku selalu berusaha untuk tidak membuat mataku bengkak lagi, jika tidak aku akan menjadi bahan tertawaan mereka. Tertawaan yang membuat aku tersadar dan terbangun dari tidur tanpa mimpi. Memulai semuanya dari awal bukanlah hal yang mudah, bukan berapa banyak uang yang terpakai, bukan berapa banyak waktu yang terbuang, bukan tentang lelah yang tercipta, bukan pula tentang hati yang terluka. Ada pertemuan yang membentuk persahabatan. Ada percakapan yang memaksa perubahan. Ada air mata yang entah mengapa selalu menetes jika mengingat mereka. Beberapa diantara mereka sudah memakai toga, tapi mereka tetap memberikan waktu mereka buat kami yang belum menyelesaikan penelitian mau pun skripsi. Sampai penelitianku benar-benar selesai dan aku mulai melanjutkan penulisan skripsiku, barulah mereka menerima tawaran kerja di tempat yang jauh. Hahahahahaah, itu hanya geerku saja, kebetulan pada saat itu mereka memang belum mendapat panggilan kerja. Sehingga masih banyak waktu yang terluangkan. Agustus 2012 aku mencetak skripsi perdanaku. Akhirnya aku bisa memegang skripsi (masih belum dijilid) bukan proposal penelitian, bukan pula dalam bentuk file yang biasa aku lihat di laptop. Skripsiku siap untuk ditumpuk. Skripsiku siap untuk dicoret. Skripsiku siap untuk dilipat. Skripsiku benar-benar siap. Di saat aku sudah siap melihat skripsiku diperiksa, diberi coretan, menunggu antrian serta melakukan persaingan dengan junior yang mulai mengerjakan proposal penelitian. Sampai saatnya aku mendengar kabar bahwa beliau akan menunaikan ibadah haji. Dan aku hanya pasrah. Sudah entah berapa banyak jadwal wisuda yang terlewatkan dengan cuma-cuma. Sudah entah berapa banyak undangan makan dari teman yang wisuda. Bahkan entah berapa banyak junior yang sudah wisuda juga. Setelah beberapa kali perbaikan, awal Oktober skripsiku di ACC dan siap untuk diseminarkan. Pada saat itu dosen pembimbing pertama sudah berada di Mekkah. Hanya ditemani dosen pembimbing kedua, aku tetap maju untuk seminar hasil. Sebulan kemudian aku baru bisa sidang, itu pun masih harus menunggu si ibu yang sakit setelah pulang haji. 19 Desember 2012, jadwal yang diajukan ibu untuk aku sidang. Aku bergerak cepat dan sendiri. Saat ini aku tidak lagi mengejar nilai akademik, aku hanya ingin cepat sidang, lulus, dan membahagiakan keluargaku. Aku selalu percaya, Allah bukannya tidak menjawab doaku, beliau hanya menunda, dan sedang mencari waktu yang tepat agar aku di pertemukan dengan mereka, agar aku mengetahui mana orang-orang yang benar-benar peduli dan sayang samaku, agar aku tau apa itu sabar serta mengajarkanku untuk ikhlas. Saat ini aku sedang memperbanyak skripsiku untuk dijilid dan siap untuk dipublikasikan. Aku berharap, awal tahun ini aku bisa memakai toga bersama mereka. Buat kalian, teman-teman yang sengaja dipertemukan Tuhan untukku sehingga menjadi sahabat-sahabat terhebat, Terima Kasih. Kalian lebih dari teman mau pun sahabat, kalian juga abang sekaligus kakak buatku. Terima Kasih untuk ketulusan kalian.