Hati-hati dalam membatin
Entah berkorelasi atau tidak atas setiap hal yang aku alami saat ini atas setiap keinginan yang ku harap hanya dalam hati. Akhir semester lalu aku memutuskan untuk tidak melanjutkan aktivitas memberi les privat anak-anak. Cukup menyita waktu meski hanya 1.5 jam saja dimalam hari, yang mana aku masih ada waktu istirahat pada waktu sore hari. Namun, hari-hari penuh sekali, seolah tak ada jeda. Pagi sampai sore ngajar di sekolah, sore istirahat, habis maghrib sampai jam 8 ngelesin. Sabtu-minggu ada kelas stimulasi. Tak ada waktu libur yang seharian di rumah. Interaksi sama ortu hanya sekenanya saja. Menurutku ini udah gak sehat buatku, karena kalau capek aku seirngkali uring-uringan, mudah kesal, dll. Pulang ngelesin biasanya aku langsung masuk kamar kedalam goa ku, sebab aku si ambivert setelah seharian di luar aku harus menyendiri untuk mengatur ulang energi menghadapi hari esok.
Akupun menghentikan semua aktivitas les privatku. Boomm, ternyata Allah udah ngerencanain hal lain buat aku. Allah kasih musibah ke keluarga kami. Ayah tiba-tiba badan kaku semua, gak bisa bangun dan jalan, mau gak mau harus pakai kursi roda, jalan harus dituntun, itu ternyata gejala parkinson. Ternyata Allah mau aku lebih banyak waktu di rumah, bantuin ibu ngurusin ayah.
Pada waktu lain, aku pun pernah membatin kapan ya kerja gak ngajar, gak ketemu banyak anak, mungkin kalau sesi privat aku masih sanggup. Ternyata untuk handle kelas besar dengan jumlah anak 28an, itu sangat menguras energi. Tiap hari ada aja kejadiannya. Aku ngerasa sering drain energi kalau udah di akhir pekan. Rasa-rasanya selalu menanti hari libur. Kayaknya enak kali yaaa kalau berangkat kerjanya jam 07.30, paginya gak buru-buru. Masih bisa enjoy the life. Stretching singkat, beberes, sarapan, dll. MasyaAllah Allah jawab tuh, semester ini aku udah gak jadi guru di kelas lagi. Hari-hariku sekarang di kantor menghadap laptop, rapat ini itu, koordinasi ini itu, nyiapin hal2 printilan. Iyaaa sih gak ngurusin murid, tapi algi-lagi yang ku urusin manusia, ngurusin banyaknya pegawai dengan berbagai macam karakternya. Allah itu baik banget yaaa, sekarang aku tidak terlalu ngoyo atas ambisi dunia. Sebab, seringkali yang aku upayakan ternyata tidak sejalan dengan rencana Allah. Aku hanya bisa melakukan apa yang ada pada diriku sekarang dengan usaha terbaikku.
Aku makin yakin, hal yang ku pikir remeh dan sepintas lalu aja, Allah udah nyiapin semua yang terbaik buat aku. Apalagi kalau doaku lebih sungguh2, usahaku lebih besar lagi, yakin banget Allah akan ngasih hal yang lebih besar lagi dari apa yang aku harap dalam doa dan segala usaha2ku.
Ya Allah mampukan aku untuk bisa lebih baik lagi, dan lebih dekat lagi pada Mu.
Sekarang aku suka membatin hal-hal yang baik, yang aku inginkan, yang aku harapakan. Nothing to lose aja, dan yakin bahwa someday bakal Allah kabulin dengan jalanNya diwaktu terbaikNya.
Hikmahnya, yaaaa banyakin syukur, selalu berprasangka baik pada Allah dan tetap sambat ke Allah.









