“Ya Allah, jangan Engkau ambil nyawaku secara tiba-tiba, jangan pula Engkau panggil aku saat aku lalai. Anugerahkanlah kepadaku tenggang waktu agar aku sempat kembali kepadamu, bertobat dari dosa-dosaku, sebelum tibanya kematian”
— Doaku jumat sore

Product Placement
Peter Solarz
cherry valley forever

#extradirty

@theartofmadeline
Cosimo Galluzzi
we're not kids anymore.
Lint Roller? I Barely Know Her
todays bird

pixel skylines

Janaina Medeiros
Claire Keane
Game of Thrones Daily
One Nice Bug Per Day
Cosmic Funnies
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
dirt enthusiast
No title available
Monterey Bay Aquarium
Mike Driver

seen from Morocco
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from Peru
seen from Germany
seen from Australia

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@pumimimimi
“Ya Allah, jangan Engkau ambil nyawaku secara tiba-tiba, jangan pula Engkau panggil aku saat aku lalai. Anugerahkanlah kepadaku tenggang waktu agar aku sempat kembali kepadamu, bertobat dari dosa-dosaku, sebelum tibanya kematian”
— Doaku jumat sore
Terima kasih bestie kecilku sudah jadi kelinci percobaan, dan selalu bilang enak 😅 meskipun belakangnya ada tapinya ~
Kadang aku lupa, ngerasa gak punya teman, pada jauh, ternyata masih punya artefak satu ini, yg sangat dekat, dan masih bisa diandalkan.
My childhood bestie and best cousin ever.
اللهم ارزقنا صحبة أصحاب القلوب الرحيمة
Ya Allāh, bless us with the companionship of those with compassionate hearts
فمع العمر ندرك عظيم قيمة هذا النعيم
for with age, we come to realize the immense value of this blessing.
Hati-hati dalam membatin
Entah berkorelasi atau tidak atas setiap hal yang aku alami saat ini atas setiap keinginan yang ku harap hanya dalam hati. Akhir semester lalu aku memutuskan untuk tidak melanjutkan aktivitas memberi les privat anak-anak. Cukup menyita waktu meski hanya 1.5 jam saja dimalam hari, yang mana aku masih ada waktu istirahat pada waktu sore hari. Namun, hari-hari penuh sekali, seolah tak ada jeda. Pagi sampai sore ngajar di sekolah, sore istirahat, habis maghrib sampai jam 8 ngelesin. Sabtu-minggu ada kelas stimulasi. Tak ada waktu libur yang seharian di rumah. Interaksi sama ortu hanya sekenanya saja. Menurutku ini udah gak sehat buatku, karena kalau capek aku seirngkali uring-uringan, mudah kesal, dll. Pulang ngelesin biasanya aku langsung masuk kamar kedalam goa ku, sebab aku si ambivert setelah seharian di luar aku harus menyendiri untuk mengatur ulang energi menghadapi hari esok.
Akupun menghentikan semua aktivitas les privatku. Boomm, ternyata Allah udah ngerencanain hal lain buat aku. Allah kasih musibah ke keluarga kami. Ayah tiba-tiba badan kaku semua, gak bisa bangun dan jalan, mau gak mau harus pakai kursi roda, jalan harus dituntun, itu ternyata gejala parkinson. Ternyata Allah mau aku lebih banyak waktu di rumah, bantuin ibu ngurusin ayah.
Pada waktu lain, aku pun pernah membatin kapan ya kerja gak ngajar, gak ketemu banyak anak, mungkin kalau sesi privat aku masih sanggup. Ternyata untuk handle kelas besar dengan jumlah anak 28an, itu sangat menguras energi. Tiap hari ada aja kejadiannya. Aku ngerasa sering drain energi kalau udah di akhir pekan. Rasa-rasanya selalu menanti hari libur. Kayaknya enak kali yaaa kalau berangkat kerjanya jam 07.30, paginya gak buru-buru. Masih bisa enjoy the life. Stretching singkat, beberes, sarapan, dll. MasyaAllah Allah jawab tuh, semester ini aku udah gak jadi guru di kelas lagi. Hari-hariku sekarang di kantor menghadap laptop, rapat ini itu, koordinasi ini itu, nyiapin hal2 printilan. Iyaaa sih gak ngurusin murid, tapi algi-lagi yang ku urusin manusia, ngurusin banyaknya pegawai dengan berbagai macam karakternya. Allah itu baik banget yaaa, sekarang aku tidak terlalu ngoyo atas ambisi dunia. Sebab, seringkali yang aku upayakan ternyata tidak sejalan dengan rencana Allah. Aku hanya bisa melakukan apa yang ada pada diriku sekarang dengan usaha terbaikku.
Aku makin yakin, hal yang ku pikir remeh dan sepintas lalu aja, Allah udah nyiapin semua yang terbaik buat aku. Apalagi kalau doaku lebih sungguh2, usahaku lebih besar lagi, yakin banget Allah akan ngasih hal yang lebih besar lagi dari apa yang aku harap dalam doa dan segala usaha2ku.
Ya Allah mampukan aku untuk bisa lebih baik lagi, dan lebih dekat lagi pada Mu.
Sekarang aku suka membatin hal-hal yang baik, yang aku inginkan, yang aku harapakan. Nothing to lose aja, dan yakin bahwa someday bakal Allah kabulin dengan jalanNya diwaktu terbaikNya.
Hikmahnya, yaaaa banyakin syukur, selalu berprasangka baik pada Allah dan tetap sambat ke Allah.
Masuk Gerbang Kepala 3
Memasuki gerbang 30 tahun ini kulalui dengan sangat darderdor. Sedarderdor itu lah pokoknya.
1 Mei 2025
Random banget tiba2 memutuskan untuk pergi ke Semarang. Tanggal 1 Mei itu aku libur hari buruh. Aku ngajak Kepin ke Semarang buat silaturrahmi menemui Salma mumpung dia sedang berobat di Semarang. Berangkat pagi dari Pekalongan jam 8an naik kereta, nyampe rumah Salma jam 10/11. Hal ini sangat sulit untuk menemui Salma, dan bonus ketemu Dhani bestie psikologi.
Sangat enjoy, strolling around keliling Semarang di kota lama. Menghabiskan waktu sampe maghrib, dan kembali pulang naik kereta jam setengah 8an kayaknya. 3 hari di rumah masih menjalani hari-hari seperti biasa.
Tanggal 4 Mei, hari Senin, ayah puasa sunah, malam hari udah tampak gak baik-baik saja. Ayah bolak-balik kamar mandi. Malam-malam aku belum tidur, kok ayah gak keluar-keluar dari kamar mandi. Aku datangin, ternyata beliau kesulitan untuk jalan. Aku kira kayak biasanya, kalau lagi lemes habis puasa suka tiba-tiba gak seimbang gak bisa jalan. Tapi besok Selasa pagi, ayah gak bisa jalan huhuhu. Aku bantu papah jalan buat ke kamar mandi dan wudhu. Nunggu mba pulang dari HW, kita putuskan untuk kami bawa ke dr sp.syaraf. Diagnosanya ayah mengalami gangguan syaraf yaitu parkinson. Selama ini kami mengira kalau ayah mengalami struk ringan, ternyata itu gejala parkinson, salah satunya kekakuan otot jika dehidrasi, berkurangnya keseimbangan tubuh. Saat ini ayah dibantu dengan kursi roda untuk berjalan.
Sureprise kedua, tanggal 13 Mei 2025.
Tiba2 di WA kepsek buat menghadap ke BPH Yayasan, deg2an parah. Agak kaget, shock, dan ngang ngong. Aku diminta untuk megang bagian SDI semacam HRnya Yayaysan. Awalnya aku mengira kalau aku staff HR yang mana aku punya atasan gitu, taunya langsung dibawah arahan Direktur BPH. Wadidaaaaw, emang yaa gak boleh benci atau gak suka berlebihan, kali ini aku dihadapkan dengan hal yang aku hindarin selama ini huhuhu.
Tahun ini jadi tahun memasuki pergantian angka umurku. Sekarang berganti angka depan menjadi 3, ternyata memasuki usia ini langsung dihadapkan dengan hal sedarderdor ini Ya Allah. Semua adalah rencana Allah, gak ada dalam life planku buat jadi HR, gak ada sekalipun dalam angan dan keinginan, tapi aku diskasih challenge ini. Awal yang terseok-seok tapi harus lari kencang. Doaku sehari-hari, bantu Aku Ya Allah, bantu aku dengan segala adaptasi perubahan yang darderdor ini. Aku yang harus stay di rumah, mengatur segala ritme aktivitas. Cuman bisa menerima kondisi dan berdoa untuk diluaskan sabar dan ikhlasnya.
Terima kasih sudah selalu merespon dengan baik 😔
Sabaaaarrr terus yaaa sama segala kerandoman ceritaku, akan ada banyak hal yang aku ceritakan nanti ~
Starting this month to silaturrahmi goes to semarang
1 Mei 2025
Perjalanan naik kereta Kamandaka, keretanya udah new generation dan ternyata duduknya searah gak kayak Kaligung.
Sebagai catatan kalau berangkat ke timur mau dapat view laut ambil posisi D kalau pulang arah barat ambil posisi A.
Gerbong restorasi ada di setelah gerbong 1 ekonomi.
Si adek ini malamnya berpesan buat nelpon, kali aja belum bangun. Aku kelupaan baru inget jam 7an, aku lagi siap2 ada banget paniknya. Aku telpon berungkali gak diangkat. Sekalinya respon, aku otw mba. Huuufft.. waktu ketemu di stasiun pengakuan dosa, aku sebenernya tadi tau telpon dr kamu, tp aku males angkat aja, krn masih siap2. Ngeselin banget.
Sampailah di rumah salma jam 10an, lalu ngobrol2, lanjut meet up sama dhani. Reconnect ourfriendship yang dipaksa dipertemukan wkwkkw (untung mereka udah kenal sebelumnya)
Setelah dari transmart setiabudi, untuk membunuh waktu sampai jam 8 malam, kita putuskan buat ke Kota Lama. Bener2 strolling around, bener2 menyusuri setiap sudut.
My heart was full, rasanya tuh, "oooh, jadi gini rasanya ketemu temen jauh, yang jarang2 ditemui, jarang chat, tapi masih nyambung aja"..
Pulangnya aku naik kereta sendiri, si dedek baru pulang 2hari kemudian. I was enjoy the trip.
Bertahun tahun.. dibayar 1 jam 15 menit..
Masih kuraaaang
Dan gak akan ketemu (lagi) 😄 *menertawakan kehidupan ini
Ternyata kemarin kita bertemu lagi
Banyak deg2annya, setelah 5tahun gak jumpa, gak banyak ngobrol, gak saling berkabar.
Kita terpaksa berjumpa, lawaknya karena aku harus mengantar barang pesananmu
Aku overthinking sebelumnya, apa yang akan kita bicarakan, ternyaat kamu masih sama, bisa mengajakku ngobrol dan ngomongin beberapa hal.
Setenang Malam
Ada seseorang yang hari ini terasa gelap hari-harinya, terasa buntu jalan hidupnya, bahkan hanya untuk melangkah keluar rumah saja ia takut, tersebab terlalu bising isi kepalanya, dan hatinya pun sedang bergemuruh tidak menentu.
Kamu tahu, setiap kita pasti akan merasakan ketidaknyamanan hidup, sebab begitulah Tuhan mengatur dan menuliskan alur cerita hamba-Nya, agar ia tahu dan sadar, bahwa tangan dan uang itu seringkali tidak mendatangkan solusi.
Cobalah ingat lagi, soal dimana dahulu kamu dan aku pernah mengalami masa-masa sulit, bukankah saat itu doa kita begitu menyejukkan dan menenangkan hati? Bukankah dulu sholat kita begitu nikmat, bahkan sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat kita tunggu. Untuk mengadu pada Tuhan di saat yang lain mungkin sedang lelap dalam tidurnya.
Sulit ya rasanya untuk mengulang hari-hari itu :')
Hari ini, sebenarnya yang kita butuhkan adalah apa yang kita dulu pernah lakukan. Mendekat pada-Nya. Semudah dahulu kita menangis pada-Nya.
Aku pun sama denganmu, sedang menunggu ijabah dari apa yang selalu ku langitkan, menanti terwujudnya harapan pada apa yang aku selalu prasangkakan.
Ada satu hal yang selalu menenangkan untuk diingat, bahwa Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan prasangka baik hamba-Nya. Pasti.
Wahai hati, bersabarlah sedikit lagi, ya :')
@jndmmsyhd
Definisi dipertemukan
Terima kasih sudah kembali memancarkan cahaya padaku yang mulai redup. Ditempat ini bersama mereka aku dapat menjadi diri sendiri, memberiku ruang untuk explore, memberiku ruang untuk berpendapat, memberiku ruang untuk berekspresi.
Terkadang aku terharu, beginikah cara Allah menghiburku, memberiku side job yang jaraknya dekat dr rumah, pekerjaan yang aku impikan. Banyak berinteraksi dengan anak2. Meski pekerjaan ini di weekend, tapi aku mendapatkan energi positif saat berjumpa dengan anak2.
Lebih terharu lagi, ibu sm ayah sangat mendukungku. Mungkin mereka juga merasakan, aku sangat menikmati pekerjaan ini. Kadang suka mengingatkan, "kok belum berangkat? libur kelasnya?"
Aku gak tahu perjalananku kedepannya gimana, yang aku tahu, aku akan menjalani apa yang sedang aku kerjakan dengan sebaik-baik peran ku disana.
Ya Allah maaf.. gak lagi2 buat bohong, bohongnya langsung dibalas total. Terima kasih sudah langsung ditegur Ya Allah, i wuuuf yuuu
Dulu penuh drama, menimbulkan luka yang amat dalam. Butuh proses yang lama dan tak mudah untuk berdamai dengan realita. Namun, kini ku dapat dengan mudah untuk mengucapkan "Selamat Berbahagia"
Terima kasih atas luka yg kau gores, luka yang telah mendewasakanku dan menjadikanku untuk lebih menjaga dan membatasi diri.
Selamat berlayar ke tujuan berikutnya, semoga Allah selalu jaga kapal kalian dari badai..
Ternyata aku sudah se-ikhlas itu, dan masa lalu telah berlalu, namun masih bisa ku ingat selalu, untuk setiap detail cerita kala itu.
Terima kasih sudah menjadi teman terbaik selama perjalanan, ternyata kamu tidak lupa akan hadirku dalam kisah perjalanan hidupmu.
Kamu hadir ke rumah, dengan membawa kabar bahagia darimu. Aku pun turut berbahagia atas bahagiamu.
Selamat berlayar menjadi nahkoda rumah tanggamu R
Nasihat yang Tidak Populer
Untuk adik-adik di sini yang sedang memantau takdirnya akan menikah dengan siapa dengan perasaan cemas dan gelisah :
Seburuk-buruknya kamu menilai dirimu sendiri, teruslah berdoa untuk bisa mendapatkan pasangan yang terbaik - yang sebaik baiknya, nggak usah tanggung-tanggung mintanya, benar-benar yang sebaik-baiknya. Dan aku turut mendoakan, agar jika doa itu terkabul, kamu tidak memiliki perasaan tidak layak. Kamu layak! @kurniawangunadi
Nasihat setahun lalu….
Dari aku yang sedang memantau dengan rasa cemas dan khawatir.. tetiba lewat tulisan ini yg cukup menentramkan. Terima kasih mas gub
Wahai diri 🥲🥲😭😭
لا حول ولا قوة إلا بالله
O Allāh, have mercy on our brothers and sisters in Rafah, let the strikes be easy on them
O Allāh, they have no power or strength except through You
O ‘Azīz, grant them victory, heal their wounded, accept their deceased as shuhadā
O Allāh, forgive us for our shortcomings towards them…
Syameela Family's Spiritual Journey - Ust. Muhajirin Ibrahim
Episode 3 : Tangan Emas Bunda sebagai Wasilah untuk Mengubah Dunia
Beliau mengisahkan dua lelaki hebat pada masa Rasulullah karena ada ibu hebat yang membesarkannya
Cendekiawan dari Mesir:
Hafez Ibrahim
Penyair, yang syairnya sebagai bendungan untuk menahan arus dan laju dari gerakan Barat. Potongan syairnya, Hafez Ibrahim berkata, "Ibunda itu adalah madrasah. Apabila kamu benar-benar sudah mempersiapkan ibu itu. Kalau memang anak-anak kalian sebelum menikah itu sudah dipersiapkan sebagai madrasah. Maka kamu telah mempersiapkan generasi yg harum semerbaknya kemana-mana. Umi, ibu itu adalah taman, apabila dia selalu disirami dengan air kesegaran sehingga kemudian dia menjadi sangat segar sesegarnya."
Syeh Muhammad Khudhair Husain dalam sa'adatul 'Udhma, "Anak itu ketika lahir yang dia kenal dari alamnya itu orang yang ada di dekatnya. Sehingga kemudian orang-orang di sekitarnya inilah yang membentuk ukuran-ukuran di dalam pikirannya, ibunya dan ayahnya."
1. Kisah Zaid bin Tsabit
Zaid ditinggal ayahnya pada usia beliau, dan ia memiliki saudara yang bernama Yazid. Dibalik hebatnya Zaid ada ibu terhebat yang mendidiknya. Ibunnya Zaid bin Tsabit ini dikenal dengan nama Nawwar binti Malik seorang wanita dari bani Najjar yang cerdas, ahli dalam bidang ilmu Al-Quran dan bahasa tulis menulis. Nawwar binti Malik ini selalu memberikan inspirasi kepada anaknya, diajari menulis dan mengajak masuk Islam. Ayahnya bernama Tsabit bin Dhahhak.
Ketika Rasulullah saw hijrah ke Madinah, dimana usia Zaid bin tsabit 11 tahun, menyerahkan roti buatan ibunya kepada Rasulullah, kemudian mendoakan mereka "Barakallahu fika wafi ummi" semoga Allah memberikan barokah untuk dirimu dan dan memberikan barokah untuk ibumu.
Di saat Zaid bin Tsabit di usia 13 tahun, ketika Rasulullah membuka pendaftaran untuk perang Badar, banyak anak-anak yang mendaftar agar diikut sertakan dalam perjuangan ini salah satunya Zaid bin Tsabit. Karena kondisi fisik dan belum cukup umur, ia pun ditolak dan pulang dalam keadaan menangis. Lalu ia ceritakan pada ibunya. Melihat putranya menangis karena ditolak maka Nawwar bin Malik juga ikut menangis dan bersedih karena antusiasme anaknya agar termasuk orang-orang pejuang dalam Islam belum sampai waktunya. Kemudia ia menennngkan anaknya agar tidak berkecil hati. Ibunya sangat mengenali potensi diri anaknya, ia paham betul bahwa Zaid pandai dalam berbahasa. Maka dilatihlah Zaid dalam membaca dan menulis. Hingga tiba masanya, ibunya merasa Zaid telah kompeten dengan kemampuannya, beliau menemui Rasulullah. Ibunya pun menyampaikan kepada Rasulullah, kurang lebih, "Mungkin anakku tidak dapat ikut berperang berjuang bersamamu Ya Rasulullah, tetapi ia anak yang pandai dalam berbahasa". Zaid pun diminta oleh Rasulullah untuk mempelajari bahasa Ibrani (bahasa kaum Yahudi), Allah mampukan Zaid untuk menguasai dalam waktu 15 hari. Mengetahui hal tersebut, Rasulullah meminta Zaid untuk mempelajari bahasa Suryani (bahasa kaum Nasrani) yang digunakan dalam kitan injil. Zaid pun tidak membutuhkan waktu lama. Berdasarkan hasil tersebut, Zaid diangkat sebagai juru tulisnya Rasulullah. Kalau mau bikin surat kepada orang Yahudi dan Nasrani dengan bantuan Zaid.
Dari hasil didikan ibunya tersebut. Zaid bin Tsabit menjadi seorang ulama yang terpilih untuk menuliskan wahyu-wahyu Rasulullah pada lembaran Mushaf, atas rekomendasi Umar bin Khattab kepada Abu Bakar As-shiddiq. Selain itu, Zaid disebutkan sebagai yang paling tahu dalam ilmu faraid (ahli mawaris). Rumahnya Nawwar binti Malik pun menjadi mi'dzanah daar (tempat dikumandangkannya azan} pertama karena atapnya yang paling tinggi.
2. Kisah Anas Bin Malik
Ibunya bernama Ummu Sulaim/Gumaisha/Rumaisha. Ummu Sulaim dan Anas bin Malik masuk Islam. Mengetahui hal tersebut, suaminya, Malik, tidak suka.hingga kabur meninggalkan mereka.Ummu Sulai tidak gentar, tetap teguh dalam pendirian Dalam kondisi kaburnya, dia ikut berperang dalam perang saudara bangsa Arab, yang berujung pada kematian. Ummu Sulaim sebagai wanita idaman dan sempurna pada masa itu, Abu Thalhah mengingkan untuk menikahinya. Abu Thalhah saat itu belum dalam keadaan muslim. Ummu sulaim menerima ajakannya, dengan syarat Abu Tholhah masuk Islam. Abu Thalhah menerimanya, mereka pun menemui Rasulullah. Masuknya ia kedalam Islam dijadikan sebagai mahar untuk menikahi Ummu Sulaim.
Saat usia Anas bin Malik berusia 9 tahunn, Ummu Sulaim menyerahkan anaknya untukmenjadi pelayannya Rasulullah, tanpa upah, karena jiwa dan ketaatannya yang sudah ditanamkan oleh ibunya sejak kecil.
Dari Abu Tholhah lahirlah banyak anak-anak laki-laki dan menjadi ummul qurro', karena didikan Ummu Sulaim, yaitu orang2 yang pandai dalam membaca Al quran dan mengajarkannya.
Selain itu, Anas bin Malik pun melahirkan banyak keturunan, ada yang menyebutkan hingga 30 anak, dan banyak diantaranya menjadi ulama'.
Tugas seorang ibu tidaklah sederhana, sekecil apapun setiap peluh dan keringatnya dari usaha yang dikeluarkan oleh seorang ibu demi cita-cita yang baik untuk anaknya kemudian anaknya itu melakukan setiap amal yang baik, maka amal tersebut ikut didapatkan oleh ibunya.
Hasil didikan dari ibu sebagai madrasah pertama bagi anaknya, maka akan menghasilkan generasi-generasi terbaik setelahnya. Sebagaimana kisah Ummu Sulaim, melahirkan Annas bin Malik, dan saudara lainnya, hingga Annas bin Malik menghasilkan keturunan menjadi para ulama'.
MasyaAllah..
Pernah setrauma itu dijauhin teman dekat. Tiba2 lost communication, di sekolah gak pernah sapa2, even ngelihatin kalau waktu papasan. Berasa hina banget diri ini. Setelah bertahun2 aku abaikan, dan case close. Ada seseorang yg bilang, ada si adu domba, ternyata aku difitnah, krn dia gak suka aku deket sama dia.
Dan detik ini, orang yg aku percaya, yg bisa diandalkan, tiba2 gak ada kabar, padahal bikin status WA, yg terbaca olehku. Chatku gak ada satupun yg dibalas, ditelpon pun gak diangkat. Padahal, komunikasi terakhir sudah lama dan menurutku gak ada suatu masalah.
Jangan buka dan buat luka trauma lagi, please 😭😭😭
Udah dewasa, kalau ada yg gak pas di aku, diingatkan dan disampaikan baik2 lah.. jangan gini 😭