Memasak
memasak itu basic life skill. semua orang harus bisa, karena jadi salah satu kemmapuan dasar untuk bertahan hidup. dan semua orang pasti punya cerita tentang memasak.
sama seperti yang lain, hal pertama yang aku kuasai adalah merebus air hingga benar-benar matang. lalu menggoreng telur, serta memasak indomie. hingga suatu waktu, ibu bilang kalo aku HARUS bisa masak dan ngerti tentang dapur. apalagi SMA - perguruan tinggi aku kos, otomatis jarang dirumah. jadilah tiap pulang, aku harus bantu-bantu di dapur. semua orang juga mengalami kan??
sampai suatu waktu, aku tahu kalau masak itu seru. berpegang pada resep di cookpad, aku memulai petualangan dedapuranku.
bikin pancake, ketipisan. kebanyakan air. bikin donat, bantet. setelah tiga kali baru enak dan masuk akal. bikin pukis, lengket di cetakan. api terlalu besar, olesan mentega di loyangnya nggak rata. bikin capcay, sayurnya ada yang masih keras. nggak semua sayur dimasukkan bareng-bareng. satu satu.. dan yang paling epic... terang bulan teflon, gosong! boom! adonannya bisa dipake buat bikin 3 biji, aku tuang semua.. “kok nggak mateng-mateng?” KETEBELEN ASTAGAAAA....
masak emang ribet, tapi bisa jadi media menyalurkan emosi. misalnya pas nguleni adonan donat, kan itu sekalian dibanting banting tuh adonannya.. jadi bisa sekalian disalurkan emosi emosi negatifnya, diuleni dengan sekuat tenaga. :)
source pict: https://id.pinterest.com/foodnessg/







