Jauhkan kami dari tergesa...
Baik untuk pilihan-pilihan sederhana, terlebih untuk keputusan-keputusan besar....

Andulka
Cosimo Galluzzi
Alisa U Zemlji Chuda

roma★

tannertan36
cherry valley forever
TVSTRANGERTHINGS

Origami Around

izzy's playlists!

★
NASA
YOU ARE THE REASON

shark vs the universe

Discoholic 🪩
h
tumblr dot com
Today's Document
🪼
he wasn't even looking at me and he found me
Monterey Bay Aquarium

seen from Spain
seen from United States
seen from Thailand

seen from United States
seen from France
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Libya

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from Germany

seen from Italy
seen from Hong Kong SAR China
seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from Germany
@ceritaria
Jauhkan kami dari tergesa...
Baik untuk pilihan-pilihan sederhana, terlebih untuk keputusan-keputusan besar....
kusudahi upayaku untuk melompat, karena tembokmu terlalu tinggi untuk ku panjat
Jangan memilih sesuatu yang tak ingin kamu miliki seumur hidup
Kalau kamu sudah sadar bahwa kamu tidak yakin, jangan diambil. Kalau kamu sadar bahwa ada hal yang tidak bisa dipaksakan untuk bisa diterima, jangan diterima. Kalau kamu sadar bahwa ada hal yang bertentangan dengan nilai-nilai yang kamu pegang, apalagi itu, tolak! Jangan terlalu mudah berkompromi pada dirimu sendiri, pada hal-hal yang memang ingin kamu genggam seumur hidupmu. Jangan terlalu berbaik hati, memilih karena kasihan. Jangan terlalu polos, menyangka bahwa segala sesuatu itu nanti bisa berubah. Tapi, kamu tak bisa mengendalikan sama sekali berubahnya ke arah mana, semakin baik, atau semakin rusak. Kalau kamu sadar bahwa sesuatu yang ingin kamu sertakan dalam hidupmu adalah sesuatu yang bernilai, jangan pernah kamu menurunkan nilainya. Kalau kamu sadar bahwa kamu seberharga itu, jangan pernah merendahkan harga dirimu. Jangan memilih karena kamu tidak punya pilihan. Buatlah pilihan itu. ©kurniawangunadi
aku bertanya pada Tuhan, lalu meminta. kemudian, ternyata Tuhan kasih jawabannya pilihan ganda..
aku disuruh milih sendiri, nebak-nebak mana jawaban yang paling benar. :”)
Keadaan Keluarga
Yang tampak bahagia di media sosialnya, belum tentu benar-benar bahagia. Yang tampak begitu serasi, ternyata tidak sevisi. Yang terlihat wah dengan karirnya yang sama-sama menjanjikan, belum tentu sama-sama bisa memberikan ruang. Yang tampak salih, belum tentu memiliki perangai yang baik pada pasangan. Semua yang tampak, itu tak bisa kita nilai dengan tepat.
Saat kita semakin dewasa, bahkan mungkin saat ini menjalani sendiri kehidupan berkeluarga. Rasa-rasanya, di antara kita, mungkin ada yang ingin memutar balik waktu, mengubah keputusan yang dulu pernah diambil.
Untuk memperjuangkan orang yang dulu benar-benar memperjuangkan kita. Untuk menerima orang yang dulu kita tinggalkan karena disuruh orang tua. Untuk berpikir ulang menikah di usia yang lebih matang. Dan lain sebagainya.
Nasi sudah menjadi bubur. Apa yang sudah terjadi, tak bisa ditarik kembali ke belakang. Bagi teman-teman yang sedang berjuang dengan rumah tangganya, doaku mengalir deras untuk kalian. Mau tetap bertahan atau kemudian berpisah jalan, itu adalah keputusan yang tak pernah bisa kuintervensi.
Di saat yang sama, saat waktu bergulir lambat di hidupmu. Ada kehidupan keluarga yang begitu penuh energinya, tak henti-hentinya memberikan kebermanfaat yang begitu melimpah. Memiliki pasangan yang baik adalah anugrah, ditambah dengan memiliki orang tua/mertua yang baik adalah anugrah yang berkali lipat rasa syukurnya.
Saat kedudukan, uang, dan segala bentuk kebendaan yang melekat tak lagi lebih bernilai dari kehangatan keluarga dan keharmonisan antara kita dengan keluarga besar. Saat dewasa, kita menyadari bahwa dulu sewaktu muda, kita terlalu bersemangat tapi tidak siap dengan risiko. Dan kini, konsekuensi atas keputusan-keputusan itu sedang kita jalani
Ada yang sedang berbahagia.
dan ada yang sedang terluka. ©kurniawangunadi
AHAHAHAHAHAA 😭
pada akhirnya...
kita belajar, kita buat batasan, kita nikmati perjalanan, kita percayakan pada Tuhan, kita semakin kenal diri kita sendiri, kita tahu bahwa mungkin.. sudah semestinya cerita hidup kita seperti ini
Jangan mendahului Kuasa Tuhan
kekhawatiran kita tentang hal-hal yang kita pikir akan terjadi di masa depan, bisa jadi itu hanya akal-akalan pikiran kita. jika sudah terlampau khawatir, berhentilah.. atur napasmu. kemudian berserahlah. semua akan baik-baik saja. insyaallah :)
perempuan yang punya banyak mimpi
kamu tau nggak, perempuan yang punya banyak mimpi itu cantik dan hebat banget kalau dilihat dan dikenal. mereka menarik karena tampak cerdas, karena sekiranya bisa melahirkan dan mendidik anak-anak yang cerdas pula.
kamu tau nggak, perempuan seperti itu, super merepotkan kalau dijadikan pasangan hidup. kalau kamu jatuh cinta sama perempuan yang punya banyak kemauan, kamu harus bersiap-siap.
kamu harus siap menjadi tempatnya bertanya, berbagi cerita, bahkan berkeluh kesah tentang perjalanan mencapai mimpinya. sebab, sungguh tidak ada perjalanan mencapai mimpi yang mudah–meski selama ini kamu melihatnya demikian, bahwa dia penuh dengan kemudahan.
kamu harus siap dan sigap untuk menjadi yang pertama dalam membela mimpinya. menjadi yang percaya saat orang lain tidak. menjadi yang pertama menikmati karya-karyanya. menjadi penggemar yang paling utama dan setia.
kamu harus siap ikut menghidupkan mimpi-mimpinya sebagaimana mimpi-mimpimu sendiri. sungguh, bagi para perempuan seperti itu, kalah pada mimpinya bisa jadi sama menyedihkannya dengan patah hati.
kamu harus siap dengan semua kerepotan itu. bahkan, kamu harus siap untuk berkorban.
perempuan yang punya banyak mimpi itu berisik, merepotkan. tapi, kamu tau nggak, kebanyakan dari mimpi perempuan sebenarnya adalah hadiah untuk orang yang paling disayanginya. kalau kamu merasa pantas untuk mendapatkannya, bersiaplah untuk membantunya merakit hadiah itu.
berkasihlah dan salinglah memberi hadiah, niscaya kalian semakin saling menyayangi.
Tidak ada yang mengejar-ngejarmu, kecuali kekhawatiran dan ketakutanmu sendiri.“
Kurniawan Gunadi
(via
kurniawangunadi
)
“And it seems I must always write you letters that I can never send.”
— Sylvia Plath
Juli berjalan lambaat sekali, terlalu banyak hal terjadi. terlalu banyak hal diambil kembali. sekarang sudah Agustus, aku terlambat 8 hari buat bilang kalo ini sudah Agustus. semoga kita bisa lebih bermanfaat dan lebih dekat denganNya. bukan kita, maksudku aku.
aku udah titipin semua sama Dia. iya, semua-muanya pokoknya. sambil harap-harap kalau Dia setuju sama harapanku. meski keputusan tetap di tanganNya, aku akan terus minta ini itu. barangkali Dia setuju sama harapanku.. :)
aku titip cerita ya...
senin itu semua bermula, ketika bapak bilang kalau jahe tak ada baunya. empat hari lalu bapak memang sempat demam seharian, tapi sudah ke dokter dan sudah tidak demam lagi. lalu senin itu, aku tetap pergi ke kantor sambil berfikir. hingga satu jam kemudian aku memutuskan untuk pulang dan melakukan swab antigen. hasilnya, bapak positif dan aku negatif.
meski sudah kupersiapkan segala reka adegan dan kupelajari banyak hal tentang isolasi mandiri, nyatanya menerima kenyataan butuh waktu. meski sudah ku beli segala hal mulai dari vitamin C, vitamin D, obat batuk, desinfectan, thermometer, oxymetri hingga stock masker berdus-dus, nyatanya aku butuh waktu untuk bisa berfikir dan menjalani saja kondisi yang ada.
yup! kami sekeluarga isoman. seperti orang-orang yang sedang isoman, kami pisah kamar mandi dan peralatan makan. besoknya, ibuk swab di puskesmas (kalo aku sama bapak di klinik, dan bayar) dan hasilnya... positive. boom! pasienku ada dua.
skenario berubah, aku menjauh ke kamar paling depan dan berubah jadi “apa aja bisa”. jadi perawat yang hampir tiap saat nanyain suhu sama saturasi oksigen, jadi ahli gizi yang mikir gimana caranya penderita asam lambung bisa mengkonsumsi vit.C, jadi OB yang tiap pagi sama sore ngrebus air buat sterilin alat makan, jadi mbak-mbak warteg yang masakin lauk sama nasi, oh dan tentu saja aku tetep ngerjain kerjaan kantor. buatku, kerjaan kantor jadi pengalihan pikiran wkwkwk.
tiga hari pertama paling berat, tapi alhamdulillah bisa handle emosi dan suara-suara berisik dikepala. dan jadi tahu kalau dikondisi kayak gini, hal palinggg menakutkan adalah ketika merasa sendirian. nyerah udah jadi salah satu pilihan, meski nyatanya pas keluar kamar aku masih bisa bilang “sabar, gejalanya emang gitu buk.. vitaminnya jangan lupa diminum” (sambil cek saturasi). waktu itu, aku merasa ada dua aku. satunya capeeekkk bangett sama kondisi, satu lagi masih bisa bilang “kamu udah hebat banget loh ini, kamu tinggal bertahan sedikit lagi. nanti kalau bisa lewatin ini semua, kamu bisa kasih reward diri kamu sendiri. mau apa? bukunya Agustinus? bukunya Dee? pokoknya buat reward, apa aja bisa terkabul. yokk semangat yokk!”
alhamdulillah, bapak ibuk udah vaksin dosis pertama astra zeneca. setidaknya nggak bikin otakku ngarang narasi menakutkan karena selama isoman, ada tetangga yang meninggal berurutan dengan penyebab yang sama. lima hari berlalu, bapak udah mulai sembuh anosmianya tapi ibuk masih batuk. alhamdulillah aku nggak ada gejala sama sekali. tapi double mask terus kalo keluar kamar sama semprot sana sini sebelum masuk kamar.
sampai hari ke 14 kami isoman, alhamdulillah bapak sudah tidak ada gejala, ibuk sudah mendingan banget asam lambungnya dan aku alhamdulillah tidak ada gejala sama sekali..
hikmahnya, bapak sama ibuk jadi lebih aware sama lingkungan sekitar, jadi lebih disiplin kalo pakai masker dan rajin cuci tangan. sementara anaknya akan tetap bawel dan ngingetin buat disiplin jaga prokes.
terimakasih Allah dan terimakasih Aria.. :)
“Do’a kita yang kesekian kali di bumi, mungkin akan tetap terdengar sepi. Tapi siapa yang tahu kalau ternyata di langit sudah begitu riuh diamini?”
—
Karena kita tidak akan tahu doa keberapa yang akan dijawab iya, dan didatangkan saat itu juga.
©Danny Dzul Fikri
Juli baru jalan tujuh hari, tapi lelahnya luar biasa.
lelah dengan keadaan yang tidak baik-baik saja, entah sampai kapan.. :(
Aku berusaha memejamkan mata, kemudian suara dikepalaku bersautan. Ku turuti semua yang berjejal itu. Berdialog dengan dirisendiri sambil memejamkan mata. Menyampaikan hal-hal yang tak tersampaikan, berandai sedang berhadapan.
Wow! Padahal ini hanya rekaan, tapi aku hanyut dalam rekaan yang kubuat sendiri..
mempercayai
mempercayai seseorang itu berbeda dengan mempercayai mimpi-mimpinya.
ada orang yang percaya kepada mimpi kita tapi tidak cukup percaya bahwa kita mampu mewujudkannya. "emangnya kamu bisa?" tanyanya.
ada juga orang yang percaya kepada kita tapi tidak cukup percaya kepada apa yang kita impikan. "emangnya ada yang peduli, mau, atau beli?" tanyanya.
pertanyaan seperti itu kadang mengandung kebenaran. tapi, kalau tak bisa memberikan saran yang membangun, lebih baik jangan memberi tanggapan. kenapa? karena jika pertanyaan seperti itu datangnya dari lingkaran terdekat, yang menerima bisa seketika terkoyak.
terhadap orang-orang terdekatmu, jadilah orang yang mempercayai secara utuh. percayai orangnya, percayai mimpinya. sebab seringkali, kepercayaan adalah sumber kekuatan dan keajaiban yang luar biasa.
arti lainnya, seseorang yang mempercayaimu dan mempercayai mimpi-mimpimu adalah seseorang yang tak ternilai kehadirannya. jangan pernah menyia-nyiakan dia/mereka.