Cerita : Yang Terlewatkan
Di siang yang panas dan terik, sambil duduk di sebuah kursi taman samping gedung kuliah, ditemani sahabat perempuannya yang sedang makan siang, laki-laki itu memainkan gitar akustik kesayangannya dan memainkan lagu favoritnya. Pemuja Rahasia.
Belakangan ini, ia sering memainkan lagu-lagu tentang cinta, sambil senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Sahabat perempuannya, tahu kalau laki-laki dungu di sampingnya itu sedang jatuh cinta. Namun ia tak peduli dan tetap meneruskan makannya.
Di pertengahan lagu yang dinyanyikan pas-pasan itu, ia mendadak terdiam dan bertanya, “Kenapa ya, aku tidak pernah dapat kesempatan untuk mendekatinya?” Perempuan di sampingnya langsung berhenti mengunyah, menyipitkan mata sambil memandang laki-laki bodoh di depannya, menelan makanannya bulat-bulat sambil berusaha untuk menjawab.
“Dasar bodoh, kesempatan itu dibuat. Lewat perjuangan orang yang benar-benar jatuh cinta. Jangan lama menunggu, kalau kau tak mau ia direbut orang dan kau hanya bisa menyanyikan lagu Yang Terlewatkan.”
Sejenak laki-laki itu melihat teman perempuannya, memahami perkataannya, kemudian mengalihkan pandangannya. Ia kemudian langsung memasang jari-jarinya di fret gitar, dan meneruskan bernyanyi. Terlalu Singkat.












