“Setiap melodi menghibur” , “setiap sajak bermakna”
Terlintas karena begitu banyak waktu-waktu ku dihabiskan hanya untuk melihat, membaca, mendengarkan segala jenis perdebatan, celotehan dengan mengusung perspektif mereka. Sangat asik dengan ketidakproduktifan ini. Setitik tertawa mengkal, setitik fokus mengamati, begitu liar dan tajam perspektif yang mereka perjuangkan.
“Menurut ku itu salah pria yang tidak berperasaan” ,
“oh tidak, menurut ku wanita itu termurahkan oleh dirinya sendiri” ,
“oh bagiku bumi itu hamparan yang luas tidak bulat”,
“oh tolong temanku, apakah kamu tidak mengkuti kelas saat tingkat dasar?”,
dan semua itu... perspektif mereka, pandangan mereka, bahkan mereka tidak tahu apa yang mereka usahakan, apa profit nya ? yaa semua itu hanya sebatas kesenangan dan mengisi waktu mereka yang tidak produktif.
Begitu sulit memang, saat kita bebas meandang, bebas berpendapat, hingga berakibat seperti ini. Tapi sudahlah semua bahkan paradoks dan so complicated untuk menyatukannya, bahkan dengan saya menulis ini adalah sebuah perspektif saya sendiri, so ? asal jangan mengganggu kenyaman umat banyak, silahkan.
Karena begitu indahnya kedamaian dan kebersamaan