Some particular person that I’ve called him ‘Tamago-san’
sepuntenne sing katah, lukisan mawon isih WIP :( (( Judulnya keminggris, maaf ))
Jadi begini *batuk* sesungguhnya berawal dari kenalan maba tahun lalu.
Saya berkenalan dengan orang ini karena memang saat itu program pengkaderan, saya harus berkenalan dengan teman sederetan di sebelah saya. Dengan gaya bicaranya yang kelihatan tidak ada ketertarikan, saya sungkan dan sedikit mundur sesungguhnya ada apa. Kebiasaan saya ‘concerning’ terhadap beberapa orang, dan akhirnya kami cukup berkenalan di nama dan asal saja.
Saya memanggil dengan codename : Tamago-San (dalam bahasa jepang berartikan tuan telur) karena pipinya seperti telur rebus. Dengan ekspresinya yang ‘setengah matang’ dengan orang lain.
1-2-3 semester terlampaui, semakin lama saya memperhatikannya, semakin tau saya sifat aslinya. Saya selalu mengira orang ini tidak tertarik berbicara lawan jenis ternyata justru orang ini tak berbicara banyak karena sifatnya memang pendiam. Saya salah menilai, saya biasa memaklumi orang yang tidak tertarik terhadap saya namun ternyata Tamago . . . . ya, *heuh* T-a-m-a-g-o merupakan seseorang yang sejenis dengan saya. Dia memuja pop japan culture seperti saya, dan saya tidak pernah menduga kepintarannya.
Hal ini saya mengamati instagram dan integra nya. sungguh mencengangkan, 180 derajat berbeda dengan orang asli yang dari pendiam tetapi beberapa postingannya sangat ceria.
Beberapa ‘bukti’ seseorang Tamago benar-benar socialable dan tak terduga
>>>>> sudah 1-2 tahun berjalan dia dijuluki ‘master’ <<<<<<
Karena ia emang memiliki karakteristik gambar yang lucu menggemaskan. Dulu saya pernah ingat saya mengajaknya berkolaborasi gambar hingga saat ini tertelantarkan. lol maaf
Mungkin kedepannya saya ingin approach kedalam pikiran dan perasaannya. mungkin? siapa tahu? haha saya susah berteman dengan orang seperti ini tetapi ya, mengamati itu lebih dari cukup ;)











