#6 Hari ke enam #ChallengeQuran2017, jumu'ah mubaarak~ Apa yg pertama kali terlintas dipikiran ketika mendengar Perang Uhud? Kekalahan kaum Muslimin? Syahidnya Hamzah bin Abdul Muthalib, sang singa Allah, yg hatinya dimakan oleh Hindun? Atau yg lainnya? Sungguh kekalahan disebabkan banyaknya konflik internal kaum muslimin sendiri. Abdullah bin Ubay bin Salul, sosok munafik yg menarik mundur sepertiga pasukan muslim saat musuh sudah di depan mata. Tersebarnya kabar dusta akan syahidnya Rasulullah menyebabkan merosotnya ghirah semangat muslimin saat perang tengah berkecamuk. Puncaknya adalah ketika pasukan pemanah turun ingin memperebutkan ghanimah sehingga melupakan strategi perang yg telah Rasul tetapkan bahwa pasukan pemanah, apapun yg terjadi, tdk boleh berpindah tempat sedikitpun dari atas bukit . Ada banyak hikmah dari perang Uhud, tp yg saya coba korelasikan dg kondisi umat Muslim di Indonesia saat ini ada dua; mengerjakan apa yg dilarang oleh Allah-Rasulnya dan orang munafik yg lebih berbahaya dari musuh sekalipun . Miris melihat kondisi negeri saat ini, yang lebih membuat miris adalah bahkan negeri ini tak menyadari bahwa kondisinya sedang "tdk baik-baik saja". Berita yg terupdate setiap harinya bahkan dlm hitungan detik, membuat telinga dan nurani ini kebal, "ah sudah biasa" . Apakah para pemimpin itu tdk menyadari bahwa bila ada satu saja rakyatnya di negeri ini yg merasa terdzalimi maka kelak di akhirat akan dimintai pertanggung jawaban? Apakah rakyat negeri ini tdk memahami bahwa jika ingin mendapatkan pemimpin yg adil maka perbaiki dulu diri mereka sendiri, sebab pemimpin adalah cerminan rakyatnya? Apakah kesemrawutan yg ada tdk cukup utk menjadi alasan kita semua kembali pada hukum serta perintah Allah dan RasulNya? Apakah negeri sudah terbiasa dg sifat2 munafik (dusta-tdk menepati janji-tdk amanah)? Na'dzubillah tsumma na'udzubillah.. . . [ Wahai org2 yg beriman! Taatlah kpd Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berpaling dariNya, padahal kmu mendengar (perintah2Nya). . Dan janganlah kmu menjadi seperti org2 (munafik) yg berkata, "kami mendengarkan" padahal mereka tdk mendengarkan (karena hati mereka mengingkarinya). {QS.Al Anfal: 20-21} ] (at Jabal Uhud, Madinah Al-Munawarah, KSA)











