Kermit 2026

seen from United States

seen from Canada
seen from Portugal
seen from China
seen from China

seen from Maldives
seen from United Kingdom

seen from Portugal
seen from Türkiye
seen from Portugal
seen from Macao SAR China

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Poland
seen from China
seen from Russia

seen from Germany
seen from Portugal
seen from United States
seen from United States
Kermit 2026
Rembrandt, Saskia as Flora (1634)
Another silly thing 🐀
Should name him Marcel
Oliver Odmark • "The Pious Guard"
Concept Artist
artstation instagram
More from «Artstation» here
pink flower emoji for alyce and if the answer isn’t me i’m smushing you with hammers
well. yall. don’t exist in the same universe. but there IS a certain air-element guard she’s got a bit of an eye on….
Karakter NPC
Tu’er Shen
Dewa Tu’er Shen, juga dikenal dengan alias Dewa Kelinci, adalah dewa perlindungan bagi mereka yang mencintai sesama jenis, khususnya pria. Dewa Tu’er Shen dulunya adalah seorang pria bernama Hu Tianbao, yang hidup di masa Dinasti Qing. Dia dihukum mati dengan cara dipukuli dengan tongkat bambu seratus kali atas perintah seorang pejabat yang mengetahui perasaan cinta Hu Tianbao kepadanya.
Setelah kematiannya, roh Hu Tianbao diangkat menjadi dewa oleh Yama, penguasa dunia bawah, karena dianggap bahwa perasaan cintanya bukanlah dosa yang pantas mendapatkan hukuman. Ia diberi tugas untuk melindungi hubungan cinta sesama jenis dan menjadi simbol penerimaan serta kasih yang tulus. Akan tetapi, walaupun telah menjadi dewa, bukan berarti ia dapat mencegah kemalangan yang menimpa pengikutnya, dan tidak pula luka dalam hatinya benar-benar pulih setelahnya. Ketika Li Jingshu dibunuh oleh roh Yinghun, dewa Tu’er Shen menjadi panik dan ketakutan sehingga ia menciptakan sebuah dimensi buatan tanpa pikir panjang dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, tanpa peduli kemungkinan ia akan menjadi sangat lemah karenanya.
Namun, dimensi ini bukanlah tempat yang sempurna, karena ia diciptakan dalam keadaan tergesa-gesa dan rusak setelah serangan dari Yinghun. Dimensi ini mencerminkan emosinya—cinta, duka, dan penyesalan yang bercampur menjadi satu.
Dikarenakan tenaganya yang habis setelah menciptakan dimensi buatan dan serangan mendadak dari Yinghun, saat ini dewa Tu’er Shen tertidur, namun sesekali ia akan mencoba berkomunikasi dengan para pemain menggunakan sisa tenaganya. Di dimensi omegaverse, dewa Tu’er Shen dianggap dewa cinta lokal setempat dan statusnya tidak seburuk di dunia nyata.
Yinghun
Yinghun, atau "Jiwa Terkutuk," adalah roh jahat yang menjadi lawan utama dewa Tu’er Shen dan para pemain dalam dimensi rusak buatan dewa Tu’er Shen . Dalam kehidupannya yang fana, Yinghun adalah kumpulan jiwa penasaran mantan pengikut setia Tu’er Shen, jiwa-jiwa yang pernah berdoa penuh harap kepada dewa ini untuk mengabulkan permohonannya—namun doanya tidak terkabulkan.
Setelah mereka meninggal, harapan akan pertolongan dari dewa Tu’er Shen berubah menjadi kekecewaan dan kebencian. Mereka merasa dewa Tu’er Shen telah gagal melindungi mereka sebagaimana dijanjikan. Kekecewaan ini menarik energi gelap dari dunia bawah, yang merasuki jiwa dan mengubah mereka menjadi roh yang penuh dendam, membenci dewa yang pernah mereka sembah.
Xiao Baitu
Xiao Baitu adalah roh penjaga kuil Baimei di dimensi Omegaverse, berwujud seperti anak kecil dengan tubuh mungil dan wajah tersembunyi di balik cadar tipis. Sebagai perwujudan roh salah satu pemuja pertama Dewa Tu’er Shen, ia mengabdikan dirinya untuk melindungi kuil di dimensi omegaverse dari ancaman Yinghun, menggunakan mantra dan energi spiritualnya. Meski perawakannya kecil, Xiao Baitu adalah perisai pertama kuil, namun kekuatannya terbatas di dimensi omegaverse, memaksanya tetap berada dalam kuil tuannya.
Li Jingshu
Li Jingshu adalah seorang pria tua yang menjalani hidup dalam bayang-bayang stigma dan penolakan. Sebagai seorang gay di masyarakat tradisional, Li Jingshu menghadapi diskriminasi dari keluarganya dan lingkungannya. Ia adalah anak sulung pria di keluarganya, tetapi ketika orientasi seksualnya terungkap, ia diusir dan kehilangan hak waris. Dengan tidak ada lagi yang tersisa untuknya, Li Jingshu memutuskan tinggal di klenteng Baimei dan merawatnya, tempat yang menawarkan ketenangan dan perlindungan.
Dewa Tu’er Shen, sebagai dewa cinta dan pelindung hubungan sesama jenis, menjadi sumber kekuatan bagi Jingshu. Ia memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya sebagai penjaga klenteng, menjalankan tugas-tugas seperti membersihkan altar, mempersiapkan persembahan, dan memimpin ritual sederhana bagi pengikut dewa Tu’er Shen. Meskipun masyarakat masih memandang rendah dirinya, Li Jingshu tidak peduli. Klenteng adalah tempat di mana ia menemukan tujuan hidupnya dan merasa diterima apa adanya.
Namun, pengabdiannya harus berakhir tragis ketika Yinghun, roh jahat yang penuh dendam, menyerang kuil. Li Jingshu tewas dalam kesia-siaan, dan menjadi trigger atas lepas kendalinya emosi dewa Tu’er Shen.
Pic credit: https://www.roots.gov.sg/Collection-Landing/listing/1249471