Berkumpullah bersama orang-orang yang menjadikan syurga sebagai tujuannya
Choqi Isyraqi
seen from China
seen from Spain

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Russia

seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from Russia

seen from Türkiye
seen from Canada
seen from T1
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Sweden
seen from China
Berkumpullah bersama orang-orang yang menjadikan syurga sebagai tujuannya
Choqi Isyraqi
UJIAN TUHAN
“Kapan lulus?” “Kerja dimana?” “Kapan nikah?” “Kapan punya anak?” ”Kapan punya anak ke-2?” _ Terkadang kita tak sadar, bahwa ujian Tuhan datang dari mulut lingkungan sekitar
Yang sabar ya kawan-kawan. Cukup senyum, dan jawab dengan tenang
=====
UJIAN TUHAN Bandung, 13 Januari 2022 @choqi-isyraqi
MENJADI DIRIKU
“Bolehkah sejenak, aku menjadi diriku sendiri lagi?” “Bolehkah sejenak, aku tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain?” _
“Tentu, tentu boleh. Hidupmu, kamu sendiri yang menentukan”
“Bukankah, berpura-pura menjadi orang lain adalah keputusanmu sendiri?”
“Kenapa kau harus meminta izin padaku? Ketika semua kamu bisa memutuskannya sendiri?”
_
“Iya, aku hanya ingin meyakinkan diriku, kalau ternyata, keputusanku selama ini salah”
_
“Kalau begitu, silahkan menjadi dirimu sendiri”
_
“Terima kasih. Dengan begitu, kita akan sama-sama menjadi diri kita sendiri”
Dialog, antara aku dengan diriku sendiri
---
Pernahkah kamu merasa tidak menjadi dirimu sendiri?
Mau sampai kapan begitu?
=====
MENJADI DIRI SENDIRI Bandung, 13 Januari 2022 @choqi-isyraqi
Mohon jangan kembali jika masih belum pasti
Choqi Isyraq
AGAMA VS SAINS
"Sains itu lebih baik, mereka hasil penelitian. Kalau agama, ya itu kan abstrak, gak jelas” ----
Sudah sering kita dengar perdebatan, antara agama dan juga sains. Ada orang yang bilang, agama pasti benar, tapi ada yang bilang bahwa sains itu di atas segalanya, bahkan agama sekalipun.
Jika ada orang yang masih memperdebatkan agama vs sains, itu tandanya, mereka tidak mempelajari keduanya secara bersamaan dan secara dalam.
Apa-apa yang agama ajarkan, itu bukan buah pemikiran manusia, itu adalah perkataan Allah SWT. Begitu pula sains, apa-apa yang sains temukan, itu bukan buah pemikiran manusia, itu adalah ilmu Allah SWT, yang manusia temukan dengan cara penelitian.
Tidak mungkin keduanya bersebrangan, karena baik Qur’an dan Hadits, serta ilmu sains, keduanya itu bersumber dari Allah SWT. Karena itu, jika dianggap bertentangan, maka mereka tidak memahami hubungan antara agama & sains secara dalam.
---
Qur’an dan Hadits, itu memberikan sebuah hipotesa atau gambaran. Sedangkan sains, itu menunjukkan kebenaran dari hipotesa tersebut.
Contohnya, Agama sudah menjelaskan tentang fase perkembangan manusia dari sperma hingga pertumbuhan dalam kandungan. Beberapa abad setelahnya, para ilmuwan membuktikan proses tersebut.
Contoh lainnya, dalam Qur’an dijelaskan tentang dua lautan yang bertemu tapi tak bersatu. Beberapa abad setelahnya, para ilmuwan meneukan fenomena tersebut, dan menjelaskan alasannya.
Contoh lainnya, Qur’an menyebutkan tentang proses lebah, dimana madu itu mengandung obat. Beberapa abad setelahnya, para ilmuwan menemukan bahwa kandungan obat dalam madu sangat tinggi.
Itu baru dari Qur’an, belum juga dari hadits, kita nanti akan melihat tentang teori sosial, ekonomi, dan banyak lainnya.
---
Agama, memberikan gambaran, dan sains menunjukkan kebenarannya.
Jika kita masih berfikiran agama dan sains itu bertolak belakang, maka itu tandanya kita belajar kurang dalam.
Semoga orang-orang jadi lebih paham tentang menyikapi agama dan sains
=====
AGAMA VS SAINS
Bandugn, 22 Desember 2022 @choqi-isyraqi
TERUS BERKEMBANG
“Masalahmu di tahun depan, itu akan lebih besar dari masalahmu tahun ini”
=====
Itu kata mentor saya. Saya kaget dan agak takut juga. Tapi ternyata, mentor saya tidak sedang menakut-nakuti saya dan para mentee lain. Saya jadi sadar, bahwa sejatinya, masalah itu terus berkembang seiring waktu. Dan tanpa disadari, masalah yang sudah pernah kita lewati, yang dulu terasa berat, kini terasa lebih mudah jika kita harus menghadapinya lagi. Bukankah begitu?
Ya, masalah ke depan akan semakin berat, tapi itu semua akan menjadi biasa saja, selama kita sendiri terus berkembang dan berproses.
Punya mental dan berani menghadapi masalah yang besar itupun, adalah sebuah proses tersendiri. Karena itu, jangan takut dengan masalah yang besar.
Yang perlu kita sadari, jangan sampai kita hanya berdiam diri, tanpa berusaha mengembangkan diri. Jangan sampai kita hanya ketakutan, tanpa mempersiapkan. Jangan sampai kita hanya mengeluh dan menyalahkan.
Masalah dan tanggung jawab, senantiasa akan terus berkembang, akan terus semakin besar, akan terus semakin berat. Karena itu, berkembanglah, jadilah diri yang semakin kuat dan mampu menghadapi masalah tersebut.
Pertanyaannya, siapkah kita untuk berkembang menjadi lebih baik?
=====
TERUS BERKEMBANG Bandung, 17 Desember 2021 @choqi-isyraqi
BAKTI PADA ORANGTUA
“Aku gak mau melawan apapun perkataan atau permintaan orangtuaku, takut durhaka. Aku berbakti saja sama orangtua”
Pernah dengar kalimat ini? Atau mungkin adakah yang punya prinsip seperti ini?
Jika berbakti pada orangtua itu memiliki arti selalu mengikuti perkataan orangtua ataupun tidak melawan perkataan orangtua, lantas jika orangtua meminta kita mencuri, namun kita menolaknya, apakah kita dianggap durhaka?
---
Berbakti, bukan berarti mengikuti segala perkataan dan permintaan orangtua, bukan begitu. Karena tidak semua perkataan dan permintaan orangtua itu membawa pada kebaikan.
Berbakti pada orangtua, artinya kita berbuat baik pada orangtua dan juga menjaga orangtua dalam jalan kebaikan dan kebenaran, menjaga orangtua di jalan yang Allah Ridhoi
Jika orangtua kita melakukan kesalahan atau melakukan hal yang keliru, lantas kita mengingatkannya, maka itu juga bagian dari berbakti pada orangtua, sekalipun itu dilakukan dengan cara berkonflik.
---
Karena itu, jangan sekedar manut dan mengikuti perintah orangtua, tapi pikirkan juga. Karena orangtua juga manusia biasa, bisa jadi dia meminta atau memerintahkan sesuatu yang ternyata tidak baik bagi kita.
Ketika itu terjadi, ingatkanlah orangtua, karena mengingatkan orangtua untuk berada dalam jalan kebenaran, adalah bakti yang sesungguhnya.
____
BAKTI PADA ORANGTUA Bandung, 27 Juli 2021 @choqi-isyraqi
JANGAN SENANG DIAJAK NIKAH
“Senangnya, aku kemarin diajak nikah”
---
Siapa yang tidak senang ketika kita diajak nikah? Tentu senang, karena bagi sebagian orang, diajak nikah berarti adalah parameter, bahwa dia itu layak untuk menikah.
Tapi, jangan senang dulu. Kenapa jangan senang dulu?
Ketika seseorang mengajak menikah, belum tentu orang itu cocok untuk menjadi pasangan kita.
Bagaimana jika akhirnya yang mengajakmu menikah, adalah orang yang akan mengubur impianmu?
Bagaimana jika akhirnya yang mengajakmu menikah, justru yang tidak bisa memimpin keluargamu?
Maka dari itu, jangan senang dulu, karena kita perlu mengenal dirinya terlebih dahulu. Mengenal akhlaknya, rencana hidupnya, serta bergahai hal lainnya.
Jangan terlalu senang berlebihan hanya karena seseorang mengajak kita menikah. Karena kesenangan yang berlebih, sering membuat kita tidak berpikir jernih.
Lantas, kapan kita senang?
Ketika orang yang tepat, sudah membulatkan tekad, dan mengucapkan akad.
Karena itu, jangan senang dulu. Jalani dengan tenang, dengan penuh kejernihan pikiran.
===
JANGAN SENANG DIAJAK NIKAH Bandung, 16 Februari 2021 @choqi-isyraqi