Kang, apa kalau kita konsultasi ke psikolog/psikater artinya kita belum ikhlas sama apa yang pernah kita alami? apa itu artinya ga mempan dengan sholat dan berdoa? apa itu artinya kita membuka aib? jujur kadang merasa dengan mengadukan hal tersebut ke allah belum membuat jiwa ini tenang, rasanya belum cukup. diam sabar terasa sangat sulit.
Halo anon, terima kasih atas pertanyaannya.
Apakah konsultasi ke psikolog / psikiater artinya belum ikhlas?
Jawabannya, tentu tidak begitu.
Pada dasarnya, saat kita punya masalah, tentu kita perlu bercerita. Kepada Allah, oh jelas kita juga harus cerita, karena bercerita kepada Allah, sekaligus berdoa kepada-Nya, adalah bentuk ikhtiar kita
Namun jangan lupa, ikhtiar itu juga perlu ada langkah konkritnya. Sebagaimana orang yang punya masalah finansial, tentu boleh berdoa dan becerita sama Allah. Namun, harus ada langkah konkritnya, yakni mencari rezeki, belajar ilmu-ilmu, perbaiki bio di sosial media, melamar pekerjaan, bikin portofolio, dsb.
Sama, saat kita punya masalah mental, selain cerita sama Allah, langkah konkritnya adalah bertemu dengan para profesional yang bisa bantu kita untuk menyelesaikan masalah kita.
Di satu sisi, cerita dengan para profesional, akan membuat kita jauh lebih mudah menerima kondisi, karena dengan mereka kita bisa langsung mendapatkan feedback, serta arahan teknis yang jelas. Dan mereka juga bisa membantu cara berpikir kita dengan sudut pandang yang lain.
Maka? Apakah itu bentuk tidak ikhlas? Tentu tidak. Itu malah dibutuhkan, agar kita bisa lebih mudah melakukan ikhlas atas setiap kondisi kita.
Lantas, apakah itu membuka aib?
Coba ibaratkan saja saat kita ke psikolog / psikiater, itu sama seperti kita ke dokter umum.
Kita ceritakan segala hal, bukan untuk niat menjelekkan diri atau orang lain, tapi dengan niat agar konsultan yang menemani kita, bisa memberikan solusi / obat yang tepat
Ibarat dokter, dia banyak nanya dan minta info dari kita, bukan karena kepo, tapi dia perlu tahu sebab utamanya, agar bisa memberi resep / obat / solusi yang tepat.
Maka dalam konteks ini, kita tidak sedang membuka aib, tapi justru ikhtiar untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi
===
Semoga jawabannya bisa membantu ya. Terima kasih sudah bertanya dan mewakili teman-teman yang punya keresahan sejenis.
Tadinya mau izin follow, tapi karena anonim, semoga kita bisa berjumpa di kesempatan lain.