Berkorban Demi Cinta?
Gw udah berkorban demi cinta!!. Cinta butuh pengorbanan sob!!. Cinta harus diperjuangkan, dst. Pasti banyak diantara kita sering mendengar istilah itu, ya nggak?!. Apasih itu segala pake korban korban segala, korban kecelakaan? korban perampokan? apa korban PHP? (-_-”)!.
Pengorbanan, semua pasti tahu asal kata dari pengorbanan adalah korban, dalam KBBI korban adalah suatu bentuk pemberian menyatakan kebaktian, kesetiaan, dan sebagainya, disi lain korban juga bisa berarti penderita (orang yang mendapat derita). Selanjutnya berkorban yaitu, dengan sengaja menyatakan kebaktian, kesetiaan, dan sebagainya; sengaja menjadi korban; menderita (rugi dan sebagainya) atau memberikan sesuatu sebagai korban. Sedangkan pengorbanan adalah cara atau bentuk melakukan korban itu sendiri.
Bener gk sih cinta itu butuh pengorbanan? atau kita harus berkorban demi cinta? pasti banyak yang setuju, ada juga yang nggak. kalau gw sih, termasuk yang golongan tidak. Karena sejatinya tak butuh pengorbanan, cinta butuh ketulusan. Saya pernah membaca tweet dan mendengar celotehan sudjiwo tejo cinta tak perlu pengorbanan, saat kau merasa berkorban, saat itu juga cintamu mulai pudar. Jika kamu sampai kamu merasa melakukan pengorbanan atau telah berkorban untuk sesuatu yang kamu cintai, maka itu bukanlah cinta.
Seorang ibu tidak akan merasa berkorban untuk melahirkan mendidik sampai dan membesarkan anak-anaknya. Ayah tpun tak juga merasa melakukan pengorbanan demi menafkahi anak-anaknya. hal apapun semua merka lakukan tanpa merasa telah bekorban, bukan sebuah pengorbanan, itu semua karena cinta. pasti selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. ada pepatah, kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang masa. it’s totally true. seberapapun cobaan yang dihadapi, sesulit apapun rintangan menghadang tetap akan dilalui..
Seperti halanya para orang tua kepada anakanya, anaknya, begitupun kamu padanya, mereka pada kita dan aku kepadamu #ups. kita akan melakukan hal apapun untuknya (yang kita cintai). but remember!. kalau sampai kita merasa itu adalah pengorbanan, maka cinta itu telah pudar, kita tidak benar-benar mencintainya. cintailah dengan kasih. Karena kata “letto”, kasih itu tak memilih, Kasih itu tidak memilih, tanpa syarat, apa adanya. Kasih itu murni. Jika menuntut sesuatu apa yang telah kita lakukan untuknya berarti kamu telah mengingkari kemurnian dan kesucian cinta itu.
Mungkin orang lain akan melihat apa yang kita lakukan kepada seseorang atau hal yang kita cintai adalah sebuah pengorbanan, kasihan pada kita, atau mungkin menggunjingkan kita. Jika kita benar-benar cinta padahal tidak ada sama sekali hal tersebut dipikiran kita, jika ia, masih ada, maka luruskanlah niat.
CIntailah cintamu, Jagalah hatimu untuknya, meskipun kita tak tau bahwa ia baik atau tidak, yakinlah bahwa ia baik, semesta akan membawa kebaikan untukmu dan untuknya. Lakukan yang terbaik untuk cintamu, ikhlas tanpa syarat, tanpa tapi. meskipun kebaikanmu tak bersambut baik, yakinlah bahwa ada Tuhan yang akan selalu membalas kebaikan yang kamu berikan.













