Mengungkap kata, merajut asa, menggapai impian, mencari rasa, merangkai bahagia. Apa yang kita cari selama ini? Cinta? Cita? Asa? Sakit? Hampa? Bahagia? Senyum?
Saat kamu tau kapan hatimu mulai tidak setia, saat itulah yang kamu gunakan untuk berlari kepada kesempurnaan.
Bukan, bukan sempurna yang seharusnya kau kejar, tapi mengerti dan menajamkan satu sama lain yang kamu butuhkan dalam kesukesan cintamu.
Apa yang kau kejar darinya bukan berarti sebuah jawaban besar yang akan kau dapat. Entah kemana arah hati menuntun, jalani dengan pikiran jernih dan jangan memutuskan keluar arahmu dikala amarah menggenggam hati dan pikiranmu.
Lupakan masa, lupakan dia, lupakan kenangan amrah, lupakan coreng dan goresan hati itu. Kembali pada ketulusan dan kesempurnaan cinta hingga kau menyadari bahwa itu yang kau butuh bukan hanya sekedar pemanis rasa dan pencerah hati sesaat, tetapi cinta, ketulusan cinta.
Cinta itu sempurna, penikmatnya yang merusak.