These beautiful lanterns let my dreams going high. #Lanterns #cipirisland #maukemanasi ----------------------------------------------- Nbts : yahh meski gagal terus nerbangin tuh lampion, tetep baper dengan suasananya haha. Thanks to @mau_kemana_si

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Singapore
seen from United Kingdom

seen from Russia

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Australia
seen from United States
seen from Japan
seen from China

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
These beautiful lanterns let my dreams going high. #Lanterns #cipirisland #maukemanasi ----------------------------------------------- Nbts : yahh meski gagal terus nerbangin tuh lampion, tetep baper dengan suasananya haha. Thanks to @mau_kemana_si
P.Cipir, Kepulauan Seribu #cipirisland #kepulauanriau
🌊🌊🌊🌊🌊🌊 (JO•JO•BA - O•IL) . . . . . Jomblo jomblo bahagia, oke dan gokil 👫👬👭 #shortholiday #kelorisland #onrustisland #cipirisland #nemojurney #explorejakarta
Lenganmu mengalihkan duniaku.. 😅😀💪 #throwback maret 2017 #nofilterneeded #latepost #cipirisland #indonesiaexplore #bluesky #nature #naturelovers
One Day Trip: Kelor, Onrust, Cipir Islands
Mau cerita jalan-jalan waktu hari Minggu, 3 Januari 2016.
Sebenarnya jalan-jalan ke ketiga pulau ini hanya untuk melepas kerinduan saya akan pemandangan Pantai. Pantai selalu membuat saya seperti selalu ingin kembali menikmati semilir angin dan deburan ombak yang menari-nari (kalimat hiperbola atau lebay sih lebih tepatnya =‘D )
Niat awalnya sempat terbesit ingin ada trip ke salah satu air terjun di Bogor bersama komunitas Backpacker di Fakultas, tapi saya kemudian merekomendasikan untuk mencoba one day trip ke ketiga pulau ini saja, dengan estimasi biaya tak lebih dari Rp 150.000. Akhirnya cukup banyak yang setuju (yang setuju semuanya perempuan), kemudian teman saya memutuskan mengadakan open trip untuk umum. Berarti ini adalah open trip kedua atau yang pertama komunitas adakan untuk umum, setelah waktu itu kami juga sempat mencoba open trip ke Goa Buniayu (sayangnya saya tidak bisa ikut).
Sampailah pada hari H pelaksanaan jalan-jalan. Saya sudah tidak sabar! Ada kurang lebih 15 orang yang ikut perjalanan. Empat orang diantaranya adalah sekeluarga, sisanya merupakan teman-teman satu Fakultas. Kami berangkat agak siang karena mengalami sedikit kendala. Kami tiba di Pelabuhan Muara Kamal sekitar pukul 10.00 WIB, ini kali pertama saya singgah di Muara Kamal, biasanya selalu pergi dari Muara Angke. Menaiki kapal menuju pulau Kelor, tidak membutuhkan waktu yang lama (kurang lebih 30 menit) untuk dapat sampai di pulau ini, biasanya saya hanya melihat Pulau ini dari kejauhan (kemudian saya dadah-dadah).
Pulau kecil tak berpenghuni ini memiliki pasir putih dan pemandangan yang indah. Salah satu aktor favorit saya (#ea favorit banget?), Rio Dewanto dan istri, melangsungkan akad nikah dan resepsi di Pulau ini. Kebayang sih serunya kayak gimana nikah di Pulau yang sarat akan nilai sejarahnya, sayang cuma bisa ngebayangin aja, calonnya belum ada, hehehe. Nah, saya sempat masuk ke salah satu benteng tua dengan batu bata yang sudah sedikit patah-patah. Bernasis ria dengan teman-teman. For further information about this historic place, please search by yourself on Mr. Google :"
Setelah puas narsisnya, perjalanan kami berlanjut menuju pulau Onrust, tak jauh dari pulau Kelor. Pulau Onrust hanya memiliki pasir putih yang 'seiprit' saja, pulau ini pure hanya merupakan pulau bersejarah yang dimiliki ibukota. Di sana terdapat museum dan makam bangsa Belanda yang gede-gede banget makamnya, semacam pemakaman Cina gitu. Konon dahulu pulau ini merupakan pulau yang tidak pernah istirahat, namanya Onrust berasal dari 'Unrest'. Pulau tempat karantina jemaah haji, terdapat pula Rumah Sakit dan barak untuk jemaah. Pulau yang sering beralihfungsi dari tempat karantina jemaah haji hingga tempat pembantaian narapidana warga pribumi kasus sosial-politik. Dahulu juga pernah ada wabah penyakit pes (berasal dari tikus) sehingga banyak warga negara Belanda yang meninggal dan dikuburkan di sana, beberapa ada yang digali kembali dan dibawa ke Negara asal. Makanya di sana ada lubang penangkaran tikus. Banyak cerita misteri di dalam pulau ini. Jujur saat saya berjalan-jalan di pulau ini seperti diajak kembali ke beberapa tahun silam, pulau ini seperti bercerita, seperti ada yang ingin disampaikan, namun bisu (mulai deh lagak sok puitisnya). Tapi saya merasakan aura-aura kesedihannya sih, ini beneran!
Di pulau ini kami beristirahat, shalat, dan makan. Kalau sudah masuk siang hari, memang terasa sangat panas. Sedia sunblock, tissue/sapu tangan bapucuk ampat, dan kipas sebagai jurus andalan.
Setelah itu, kami langsung menuju ke pulau Cipir. Di pulau ini hanya terdapat bangunan-bangunan zaman dahulu. Saya dan teman-teman tidak terlalu tertarik untuk berputar-putar di pulau ini. Saat kami berjalan sedikit di pulau ini, teman saya mengajak untuk pergi ke puncak menara air, ya atau apalah itu namanya, agak sedikit takut sih saat menaiki tangga menuju puncak. Setelah sampai, wuih, enggak bakal nyesel! Saya bisa melihat pemandangan pulau Kelor dan pulau Onrust dari atas. Indah sekali! Di sana ada jembatan besar yang kelihatannya sih baru jadi. Tapi saya tidak begitu tertarik. Buat pacaran malam Mingguan di sana kayaknya asik deh, wkwkwk (apaan sih rum).
Kalau dihitung biaya total kotornya sih termasuk carter mobil dari Stasiun Kota - Pelabuhan Muara Kamal pulang-pergi, tanpa makan siang (karena saya bawa bekal) adalah Rp 107.000.
Thanks for reading!
Sincerely,
Arum