Morning Mist
Close House. Northumberland. UK

#dc comics#batman#dc#bruce wayne#dc universe#dick grayson#dc fanart#tim drake#batfam#batfamily


seen from South Africa

seen from Singapore
seen from China
seen from United States

seen from Italy

seen from United States
seen from Sri Lanka

seen from United States
seen from India

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from China

seen from Mexico

seen from United States

seen from United States
seen from Italy

seen from Singapore
Morning Mist
Close House. Northumberland. UK
18 Holes a Fundraising Success after 18 Years An annual fund-raising golf day is set to raise more than £3,000 for a Carlisle and Eden mental health charity, 18 years after the first event took place. Full story: https://www.cumbriacrack.com/2018/08/13/18-holes-a-fundraising-success-after-18-years/
Dua Poin Krusial yang Bisa Bikin Gagal
Banyak sekali praktisi berargumentasi menjelaskan tentang tingkat keberhasilan implementasi sistem budidaya pemeliharaan ayam dengan sistem kandang tertutup alias Closed House (CH). Dan amat sangat sedikit bahkan nyaris tidak ada yang dengan tegas memaparkan angka kegagalannya.
Demikian pandangan Ir. Dhanang Purwantoro, praktisi kandang tertutup / closed house yang ditemui secara khusus di kantornya daerah Jaranan, Bantul, Yogyakarta. Hal ini terkait dengan kenyataan dilapangan bahwa menurutnya, teknologi secanggih apapun jika berbagai unsur yang melingkupi operasional kurang berjalan dengan baik, maka sudah dapat dipastikan optimalisasi hasil tak akan tercapai.
10 tahun lebih mengekplorasi teknologi kandang modern itu, Dhanang banyak mendapatkan elemen penting. Setidaknya, kata Dhanang, bahwa teknologi se-canggih apapun, jika titik-titik penting kurang diperhatikan, maka akan tidak membuahkan hasil yang seperti seharusnya.
Beberapa Variabel Yang Sering Diabaikan
Dhanang pahami dan sangat mengerti bila ada beberapa praktisi yang mengaku kompeten dan ahli, namun ternyata lupa dan menganggap “sesuatu” yang penting justru diabaikan. Selama ini perdebatan tentang variabel yang paling berpengaruh terhadap kesuksesan aplikasi kandang tertutup / closed house sangatlah banyak dan bahkan dipandang sebagai kompleks di negeri beriklim tropis ini.
Variabel ketinggian tempat kandang berada sebagai yang paling utama. Selain itu model dan tipe kandang tertutup / closed house dianggap lebih penting. Bahkan tidak sedikit yang mengasumsikan bahwa jumlah dan titik lokasi/tempat alat pengatur kipas udara. Juga pendapat terakhir tentang arti penting dari jadwal bibit masuk dan pilihan musim.
Untuk selanjutnya, Dhanang yang kini masih terjun langsung dalam teknologi kandang tertutup / closed house dan juga masih aktif menggarap distribusi karkas ayam potong, memberikan penjelasan hasil pengalamannya selama ini. Menurutnya, bahwa berbagai macam variabel yang dijelaskankan oleh para praktisi itu tidaklah salah. Namun kurang fokus terhadap persoalan utama yang paling berpengaruh dalam optimalisasi, atau hasil akhir. “Hanya dua poin penting !.” tegas Dhanang.
Poin Pertama : Kualitas Bibit (DOC)
Poin pertama, adalah masalah kualitas bibit (DOC). Masalah ini sama sekali tidak ada yang berani membantah. Atas dasar hasil pergulatannya mendirikan, mengoperasionalkan, dan merawat sistem kandang kandang tertutup / closed house. terbukti nyata tingkat keberhasilan paling optimal dari hasil panen adalah berawal dari masalah kualitas bibit. Memang benar, kualitas bibit yang berada jauh di bawah standar baku jika dipelihara dengan sistem kandang tertutup / closed house juga akan memberikan keuntungan bagi peternak. Namun demikian, atas dasar pengalamannya beberapa periode menggunakan bibit yang berkualitas standar, terbukti mampu meraup hasil panen yang sangat memadai.
“Selama ini saya mengamati dan mencatat, bahwa kualitas bibit yang jauh di bawah standar, memang mampu memperoleh keuntungan. Meski demikian jika dibandingkan dengan bibit yang berkualitas, hasil yang diraup mampu menagguk nyaris dua kali lipatnya.” jelasnya.
Menurutnya, jika dipelihara dengan sistem konvensional, sudah dipastikan akan banyak ditemui hasil panen ayam yang tidak mampu tumbuh optimal, alias kerdil. Selain muncul kerdil, potensi sergapan aneka penyakit juga sangat sulit untuk dihadang.
Poin ini sudah ditelaah Dhanang salama bergelut dengan aplikasi teknologi kandang tertutup / closed house. Problema dalam mengatasi sergapan aneka penyakit juga menjadi sangat mahal biayanya. Sedangkan dengan closed house selain akan menekan prevalensi gangguan kerdil, juga menekan ancaman jenis penyakit yang lain. Oleh karena itu, persoalan kualitas bibit adalah yang paling krusial. Hal ini terkait dengan ketidakmampuan peternak untuk memilih dengan “bebas” bibit yang berada di pasar. Artinya, para peternak sangat tergantung pusokan bibit dari pabrik penghasil bibit (DOC). Sudah menjadi rahasia umum, bahwa kontrol dari pihak yang berwenang terhadap hal itu masih dirasakan sangatlah kurang. Sehingga para peternak, hanya bisa pasrah.
Poin Kedua : Operator Kandang Tertutup (Closed House)
Kemudian poin kedua dan amat krusial adalah kualitas operator kandang tertutup / closed house. Sekali lagi Dhanang mengingatkan bahwa teknologi kandang tertutup / closed house adalah alat bantu. Sehingga aktor utama yang mempengaruhi dalam proses ini adalah manusia sebagai pelaksananya, biasa disebut operator.
Menurut Dhanang. ada asumsi yang kurang tepat bahkan keliru bahwa dengan menerapkan teknologi modern sistem kandang tertutup, maka akan mengurangi jam kerja dan juga jumlah tenaga kerja. Akan tetapi jauh memberikan tuntutan kerja yang lebih serius tekun dan rajin. Jumlah jam kerja memang benar akan berkurang, namun sangat berbeda sekali dengan ritme kerja yang selama ini sudah berjalan.
Realitas lapangan membuktikan bahwa, operator masih bekerja dengan jumlah jam kerja yang sama untuk tiap tenaga kerja, namun sangat jauh dari memadai dalam menjalankan alat mekanis yang menjadi tanggung jawabnya. Akibatnya, masalah ketekunan dan ketelitiannya jauh berkurang banyak. Akhirnya, banyak ditemui berbagai problema dalam pemeliharaan yang bersumber dari kurang tepat dan tidak bekerjanya alat-alat mekanis dalam mengatur situasi di dalam kandang. Contohnya, seperti alat pengatur suhu yang kurang bekerja secara baik, kipas penghisap dan pembawa udara yang terlambat berfungsi, juga kontrol alat pengatur pasokan pakan dan air minum.
Kesimpulan
Atas dasar hasil pengamatan dan catatannya selama ini bahwa kekurang-cermatan dan ketelitian dari kerja operator jika diberikan angka prosentase kontributif terhadap tingkat keberhasilan, mencapai 35%. Artinya, menurut Dhanang. bahwa kontribusi operator dalam menghasilkan panen ayam yang optimal cukup berperanan. Meskipun jika poin kualitas bibit memang jauh lebih tinggi. Kontribusi aspek kualitas bibit menurut hasil pengamatanya mencapai lebih dari 65%.
Menurutnya, bahwa memang dua poin itu sangat dominan sekali dan bahkan mampu mengabaikan unsur-unsur lainnya. Dengan catatan semua pedoman baku dikerjakan dengan baik dan benar.
Sumber : Infovet Edisi 284 Maret 2018
Aplikasi Kandang Tertutup (Closed House) Dua Poin Krusial yang Bisa Bikin Gagal Banyak sekali praktisi berargumentasi menjelaskan tentang tingkat keberhasilan implementasi sistem budidaya pemeliharaan ayam dengan sistem kandang tertutup alias Closed House (CH).
Pilah-Pilih Atap Untuk Kandang Ayam
Pilah-Pilih Atap Untuk Kandang Ayam
Pilah-Pilih Atap Untuk Kandang Ayam
Atap sandwich panel dengan insulasi PU dipercaya mampu meredam suhu dalam kandang ayam sistem Closed House, membantu memberikan lingkungan ideal bagi hidup ayam. Tetapi harga mahal banyak dikeluhkan, sebagian lagi masih memilih atap plafon. Gagasan penyediaan kandang ayam sistem Closed House(kandang tertutup) untuk unggas, ditujukan dengan maksud menyediakan…
View On WordPress
Closed House Ideal
Closed House Ideal
Kandang Closed House secara harfiah adalah kandang tertutup. Tetapi, tidak sekadar itu saja. Kandang closed house ideal dibuat sedemikian rupa sehingga lingkungan di dalam kandang optimum untuk pertumbuhan ayam.
Menurut Boedi Poerwanto, Deputy Poultry Director PT. Sierad Produce, modifikasi kandang adalah penting dan bertujuan menyelamatkan peternak. Aplikasi teknologi ini…
View On WordPress
Peluang Meraup Untung Pasca Badai Siklon Tropis di Selatan Indonesia
Puncak musim hujan menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan jatuh pada bulan Januari dan Februari 2018 mendatang. Ini artinya potensi dan prediksi letupan penyakit pada sistem pencernaan akan terjadi. Suatu jenis penyakit yang sangat sulit untuk diantisipasi sekaligus juga membawa peluang meraup untung besar yang sangat memadai jika mulai Desember 2017. Para peternak dapat bersiap diri dengan antisipasi keperluan yang cukup vital. Peluang meraup untung dengan langkah taktis yang paling penting ditempuh adalah dengan sesegera mungkin mencari dan menyimpan bahan pakan. Yang umumnya tidak tersedia dengan jumlah yang cukup dan selalu berkualitas kurang baik.
Hanya masalahnya apakah para peternak mau dan mampu menyimpan dengan baik persediaan pakan seperti jagung dan katul, sedangkan konsentrat dan atau pakan jadi sudah menjadi urusan feedmill. Problemanya adalah menyimpan dan mengelola bahan baku pakan, apakah para peternak sudah mampu ?
Penyimpanan Bahan Pakan
Ir Boedi Koesuma dan Ir Dhanang Purwantoro mengungkapkan terkait dengan prediksi persoalan usaha budidaya unggas di 2018 mendatang. Menurut Boedi, ada dilema yang dihadapi para peternak Indonesia sejak dulu sampai sekarang. Hal itu dikarenakan dukungan dana yang kurang memadai untuk menumpuk dan menyimpan, serta mengolah bahan pakan agar tetap awet dan bermutu.
Dari hasil pengamatan dan perbincangannya dengan para peternak, bahwa skala permodalan yang dianggap siap menampung, mengolah dan menyimpan bahan baku pakan sebagai bahan campuran konsentrat sangat tipis, dan umumnya itu digunakan sebagai cadangan jika terjadi lonjakan harga pakan jadi dan konsentrat, selain aspek lainnya karena anjlognya harga jual hasil panen.
Jika prediksi BMKG bahwa Januari dan Februari 2018 nanti merupakan puncak musim hujan, artinya diperkirakan pada April sampai Mei 2018 akan tersedia dengan cukup bekatul. “Sebaliknya ketersediaan jagung yang bermutu akan menjadi kecil volumenya. Sehingga potensi sergapan penyakit pernafasan sangat besar, begitu pula dengan wabah penyakit pencernaan”, jelas Boedi.
Kesiapan Sumber Daya Manusia
Sementara hal berbeda diutarakan oleh Dhanang. Ia menyatakan, soal biaya bukanlah menjadi kendala utama. Justru kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang bertugas mengelola dan mengolah bahan pakan sebelum disimpan. “Masalah utama penyimpan stock bahan pakan di luar konsentrat dan pakan jadi adalah ketersediaan SDM. Kalau yang berkait dengan struktur permodalan alias capital, tidak sedikit peternak yang mempunyai dana lebih dari mencukupi. Bahkan untuk membuat dan menyewa gudang penyimpanan bahan baku mereka masih sanggup”, kata Dhanang.
Peluang untuk meraup keuntungan dalam budidaya memang relatif lebih baik. Hanya saja mampukah struktur permodalan peternak dengan dukungan perbankan mengatasi. Dhanang melihat peluang besar (peluang meraup untung) untuk reborn atas kisah sedih sepanjang 2017 menjadi sebuah kesempatan yang harus direbut. “Mulai saat ini peternak harus mencoba menimbun, mengolah dan menyimpan bahan pakan, yaitu melatih sekaligus melakukan langkah tenaga kerjanya”, ucapnya.
Jika di masa lalu para peternak skeptis dan acuh tak acuh dengan teknologi kandang closed house, namun kini semakin banyak yang mengaplikasikan teknologi kandang tersebut. SDM yang adapun akhirnya juga mumpuni dan dapat mengoperasikan kandang closed house dengan hasil relatif baik. Jika dahulu peternak ragu akan kekuatan modal untuk investasi, namun toh kini semakin banyak peternak yang berpindah haluan dengan menerapkan teknologi kandang tertutup (closed house) untuk mendapatkan peluang meraup untung.
Sumber : Infovet Edisi 281 Desember 2017
Peluang Meraup Untung Peluang Meraup Untung Pasca Badai Siklon Tropis di Selatan Indonesia Puncak musim hujan menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan jatuh pada bulan Januari dan Februari 2018 mendatang.
Beruntung Dengan Kandang Closed House
Beruntung Dengan Kandang Closed House
Industri perunggasan saat ini sudah berkembang sangat pesat. Peternak pun mulai menyadari akan kebutuhan teknologi yang modern. Kandang Closed House dipilih karena memberikan keuntungan lebih bagi mereka, peternak akan beruntung dengan membangun kandang Closed House.
Negara Indonesia masih potensial untuk pengembangan kandang Closed House ayam ras, mengingat…
View On WordPress
Kajian Tentang Kandang Ayam Modern
Tentang Kandang Ayam Modern
Kandang ayam modern closed house dipakai di peternakan broiler (ayam pedaging) untuk memberikan iklim yang cocok untuk ayam, menambah kepadatan ayam dan mengejar performans. Kandang ayam modern closed house (kandang tertutup) di Indonesia awalnya hanya untuk breeding farm.
“Memakai kandang ayam modern closed housekita bisa menyediakan kondisi lingkungan untuk ayam bisa…
View On WordPress