cuma cerita
pada suatu malam, saya hanya ingin bercerita. saya ingin menumpahkan segala omong kosong yang ada dibenak saya. sekedar membagi cerita dengan yang mau membaca.
beberapa waktu yang lalu saya pernah bercerita kepada kakak saya, bahwa saya yang sekarang berbeda dengan saya yang dulu. jauh lebih plin-plan dan selalu terperangkap dalam zona abu-abu. kemudian kakak saya kurang lebih menjawab:
"Wajar saja, karena semakin kita dewasa, masalah semakin kompleks dan pilihan yang tersedia semakin banyak."
Kalimat itu terasa sangat logis dan membuat saya memahami keadaan. betul, memahami keadaan tetapi tetap tidak becus membuat keputusan.
mengapa saya menyebut tidak membuat keputusan? karena saya membuat keputusan dalam keadaan ragu-ragu, walaupun saya sudah berpikir masak-masak. jangankan memilih, saat akan membuat keputusan saja saya merasa takut.
sebenarnya bukan hanya dalam mengambil keputusan, bahkan saya sering menghindar dari hal yang saya tidak sukai, menghindar dari apa yang seharusnya saya lakukan. lalu saya berpikir, bahwa saya telah berubah menjadi seorang pengecut. kemudian saya berpikir lagi, saya tidak berubah menjadi pengecut, tapi kepengecutan ini sebenarnya bersembunyi sedari dulu dan baru saja menjadi-jadi.
lantas kalau sudah seperti ini, ke manakah arah hidup saya? mereka berkata bahwa masa remaja adalah pencarian jati diri, namun sampai sekarang saya beranjak dewasa saja masih mencari-cari?











