Seminar Perhumas - UAJ 2015
Hari, Tanggal : Senin, 26 Oktober 2015
Tempat : Aula BKS – Universitas Atma Jaya Jakarta
Tema : Integrated Communications 2.0 Pembicara :
a. Dr. Hifni Alifahmi, IAPR - Ketua Bidang Riset dan Kompetensi PERHUMAS b. Dr. Dorien Kartikawangi c. Benny Siga Butarbutar - VP Corporate Communications Garuda Indonesia
Pembahasan : Integrated Communications 2.0 pada dasarnya adalah suatu bentuk atau cara dalam mengkomunikasikan pesan dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Dari segi marketing, bentuk komunikasi seperti mengandalkan fungsi-fungsi yang terdapat pada teknologi berbasis internet ataupun media massa dengan cakupan yang lebih luas, yang mana akan membawa pengaruh pada perusahaan dalam memperkenalkan produknya. Bagi seorang praktisi PR atau yang dikenal sebagai humas, kemampuan pengaplikasian teknologi menjadi syarat utama untuk berkecimpung di dunia profesi dan berjalan sesuai dengan perkembangan yang ada. Selain mengenal seluruh platform yang tersedia, seperti website, blogs, forum, jejaring sosial, discussion threads dan lainnya, praktisi humas juga wajib menjadi kreator konten untuk dapat mengolah menampilkan pesan dan juga untuk meningkatkan reputasi perusahaan.Beberapa hal yang dapat menjadi perhatian terkait dengan penggunaan communication 2.0 dalam branding, public relations, iklan dan promosi, yaitu
(oleh : Dr. Hifni Alifahmi, IAPR)
1. Kolaborasi Corp. Branding & Product Branding Corp. Branding meliputi marketing, produk, pelayanan dan segala hal yang terkait dengan nama suatu perusahaan, juga terbentuk melalui vision, culture dan image. Vision – adalah segala hal yang nampak yang mengidentifikasikan suatu perusahaan secara simbolik yang berupa tampilan logo; Culture – adalah budaya kerja yang meliputi perusahaan tersebut; Image – adalah gambaran yang tampak oleh publik terhadap suatu perusahaan atau organisasi. Sementara product branding adalah segala hal terkait dengan pengenalan suatu produk yang meliputi brand strategy, brand identity ,dan brand culture.
2. Kolaborasi Corp. Branding dan Personal Branding Keduanya akan saling mempengaruhi satu sama lain. Biasanya seorang tokoh yang dianggap identik dengan suatu produk, citra baik ataupun buruk dari tokoh ini akan mempengaruhi citra produk itu sendiri dikalangan publiknya.
3. Kolaborasi Product Corp. dan City Branding Untuk meningkatkan pemasaran produknya, terkait dengan culture biasanya perusahaan akan mendongkrak suatu kota sebagai pusat dari pemasaran produk ataupun kegiatan corporate social responsibility perusahaan tersebut.
4. Kolaborasi Corp. dan Marketing Public Relation Dari area kolaborasi tersebut akan tercipta publikasi produk, iklan berlogo korporasi, publikasi marketing, sponsorship, dan iklan layanan masyarakat yang dapat berpengaruh pada persepsi publik.
5. Kolaborasi Iklan dan Publisitas Melalui press release, ataupun iklan-iklan terkait dengan berbagai kegiatan dan produk perusahaan, secara tidak langsung menjadi sarana publisitas perusahaan untuk semakin memperkenalkan nama dalam industri.
6. Harmonisasi Pesan dan Media Komunikasi Pesan yang disampaikan dapat dikemas dan disesuaikan metode penyempaiannya dengan media komunikasi yang dipilih. Pemilihan media komunikasi juga mempengaruhi bentuk dan isi konten yang dapat disampaikan kepada publik dengan efektif.
7. Sinkronisasi Promosi dan Strategi Operasional Dalam menyampaikan suatu pesan, juga harus memperhatikan isu yang tengah terjadi dalam masyarakat. Hal-hal apa saja yang dirasa relevan dengan kondisi masyarakat. Dari situlah perusahaan dapat memperkenalkan fungsi dari suatu produk dan juga menarik minat publik.
8. Sinergi Offline dan Electronic Word-of-Mouth Hal ini terkait dengan perkembangan teknologi dan media sosial. Melalui media sosial, suatu produk dapat diperkenalkan, dan dipublikasi secara luas kepada seluruh pengguna media sosial.
Dalam metode communication 2.0 ini media sosial sering kali digunakan sebagai media yang tepat dalam publikasi dan pengenalan produk. Lima tahap penggunaan media sosial dalam : a) Analisa media yang pernah digunakan; b) Trinitas media sosial: blog, micro-blogand social network; c) Strategi terintegrasi; d) Sumber-sumber; e) Implementasi dan pengukuran;
Web 2.0 pada dasarnya adalah aplikasi website yang memfasilitasi interaksi yang lebih interaktif (dua arah) dari penyedia/ pengisi konten dengan penikmatnya. Aplikasi tersebut selain memungkinkan terjadinya dialog, juga information sharing dari dua belah pihak. Bisa dikatakan dengan aplikasi tersebut dapat memunculkan dari diskusi hingga kolaborasi. Dengan mengenal berbagai platform yang tersedia, serta mengetahui bentuk-bentuk penyampaian konten, dan dapat menentukan media yang sesuai, nantinya diharapkan pesan yang akan disampaikan dapat diterima dan mudah dimengerti oleh publik.
-MAPR-













