Manual book to be a dancers....#dugem #kisikisi #contekan #dancing #dance #ajojing #joget #learning https://www.instagram.com/p/BSpta28gL74/?igshid=6ugl3vp4avd3

seen from Argentina
seen from Türkiye

seen from Canada
seen from United States
seen from Serbia
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Pakistan
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Netherlands
seen from Russia
seen from Brazil
seen from United States

seen from Singapore
Manual book to be a dancers....#dugem #kisikisi #contekan #dancing #dance #ajojing #joget #learning https://www.instagram.com/p/BSpta28gL74/?igshid=6ugl3vp4avd3
Debat Capres Untungkan Jokowi yang Butuh Contekan
Debat Capres Untungkan Jokowi yang Butuh Contekan
Jakarta – KPU akan memberitahukan pertanyaan kepada capres-cawapres sesaat sebelum debat Pilpres 2019 dimulai. Tim Prabowo-Sandiaga Uno merasa cara itu menguntungkan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang dinilainya kerap membawa contekan untuk menjawab pertanyaan.
“Ini menguntungkan petahana, karena kita tahu petahana itu kadang butuh contekan,” kata Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional…
View On WordPress
#contekan buat kuliah Biologi Laut 😘 | #arabianice #mygig #ocean | still at Museum Nabawi #ikhtiar
#kumpulan #kertas #contekan :D #LOL
Ujian Nasional 2013 : "Barcode yang Tak Berguna, Contekan Dimana-mana"
Ujian Nasional 2013 merupakan sebuah batu loncatan baru yang seakan coba dilakukan oleh KEMENDIKBUD. Bayangkan, untuk pertama kalinya UN menggunakan 20 paket berbeda dalam satu ruangan, tanpa ada kode paket soal dan hanya menyertakan barcode di dalamnya! Semuanya terasa seperti janji bahwa "UN TAHUN INI AKAN BERSIH DARI PENCEMARAN CONTEKAN".
Tunggu dulu! Benarkah seperti itu?
Dari tahun ke tahun pemerintah (dalam hal ini merujuk pada kelembagaan eksekutif) seakan-akan menutup mata dari segala hal bernama bocoran dan kunci jawaban yang menyebar di kalangan pelajar demi menghadapi Ujian Nasional. Mendikbud tahun lalu menyebutkan bahwa beliau berani menjamin tidak terjadi kebocoran soal dalam UN 2012 (sumber : Mata Najwa Episode UN 2012). Meski begitu, bukti tersebar di berbagai tempat. Saya juga menjadi saksi hidup bagaimana toilet yang sekiranya digunakan untuk buang hajat sebelum UN, malahan penuh sesak siswa-siswi yang sedang menyalin jawaban di pensil mereka. WOW!
Lalu tahun ini pemerintah seakan ingin menghalau isu tersebut dengan menerbitkan 20 paket soal berbarcode yang pada teorinya akan memiliki sedikit kemungkinan bagi siswa untuk mencari celah menggunakan kunci jawaban. Sekali lagi, kita harus analisa segalanya dulu sebelum menentukan keputusan.
Nyatanya, entah bagaimana bisa terjadi kelalaian sehingga sekali lagi industri pembuatan kunci jawaban UN 2013 tetap bisa berjalan dengan baik. Lihatlah bukti-bukti dan modus contekan UN 2013 di bawah ini :
Lihatlah! Sebuah soal UN 2013 SOSIOLOGI yang sekenanya berbarcode namun ketika diteliti lebih rinci, ada sebuah tulisan kecil menarik yang mungkin akan terlewatkan begitu saja. Diantara perpotongan lembar soal dan lembar jawaban UN ada kode yang tercetak.
Teorinya, jika sudah ada barcode, untuk apalagi harus menuliskan kode soal?? Bukankah itu aneh? Apakah ini sebuah modus tersembunyi untuk membantu siswa lebih mudah menentukan harus memakai kunci jawaban yang mana?
Kode soal itu merupakan kode soal yang digunakan oleh siswa-siswi pengguna contekan untuk menentukan kunci jawaban yang harus mereka gunakan. Kebodohan macam apa yang dilakukan oleh pihak KEMENDIKBUD, PERCETAKAN, dan BSNP hingga celah kesempatan kecurangan ini bisa terjadi? Kalau bukan karena unsur kesengajaan jelas sekali ini adalah bukti kebodohan dan kebobrokan sistem penyelenggaraan UN 2013 kali ini.
Selain bukti soal berkode itu, ada pula seorang guru (dirahasiakan) yang mendapatkan contekan dan berhasil mendokumentasikannya :
Tidakkah kita harusnya malu melihat semua hal ini?
Ujian Nasional sekenanya memberikan data kepada pemerintah untuk mengevaluasi sistem pendidikan di Indonesia. Mari kita bayangkan jika prosentase kecurangan dalam UN 2013 adalah 50% saja maka data yang pemerintah dapat jelas sudah tidak valid lagi. Mungkin memang data yang mereka dapatkan baik, nilai bagus ada di berbagai daerah, merata. Sayangnya, itu PALSU.
Sampai kapan siswa-siswi, orangtua murid, guru, dan sekolah mau dirugikan? Sampai kapan negara ini mau hidup dalam sebuah kepalsuan? Jawabannya ada ditangan kita semua yang masih memiliki akal, budi, dan nurani.
*** ***
ditulis oleh Oda Sekar Ayu sumber dan data dirahasiakan
Chat Anak Kelas 6 SD Yang Mendapat Peringkat NEM 3 Tertinggi di Sekolahnya
X: Kok kamu bisa dapet NEM 27 sih? Emang kamu les dimana? Pasti dapet bocoran ya?
Y: Ah ngaak kok, aku les di ..., sebelum UN memang aku usaha untuk selalu konsultasi
X: Ah kamu pasti bohong, mana mungkin kamu bisa melampaui kepintaran ku
Y: Yah aku gak tau kalau jadinya seperti itu, yang jelas aku sudah usaha dengan selalu konsultasi, tempat les ku gak pernah kasih bocoran. Mungkin soal-soal yang dibahas ada beberapa yang mirip.
X: Ah aku gak percaya!
Y: Terserah kamu mau percaya atau ngaak, yang jelas aku gak pernah nyontek!
Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa dituruti.
Prof. Daniel M. Rosyid. -- Terima kasih, Prof!