Ini tentang aku.
Bukan lagi kamu, dia, atau mereka.
Aku yang diam-diam merasa baik, padahal tidak. Aku yang diam-diam merasa lebih tau, padahal tak lebih tau
Aku yang sering menasehati orang lain, tapi lupa menasehati diriku sendiri.
Aku yang kataku peduli dengan orang lain, tapi lupa peduli terhadap diriku sendiri.
Ini tentang bisikan lubuk hati terdalam.
Aku takut, ketika aku tau itu larangan-Mu, tapi masih saja dengan mudahnya aku langgar seakan lupa betapa dahsyatnya neraka dan siksaan-Mu.
Aku takut, ketika aku mengaku beriman kepada-Mu. Tapi Iman ku tak lebih sekedar lisan.
Aku takut, betapa banyak teguran-Mu. Tapi masih saja dengan mudahnya aku langgar laranganmu.
Aku takut, ketika aku tau itu perintah-Mu. Tapi masih saja enggan aku laksanakan, Seakan lupa ada janji nyata pahala dan surga yang Engkau Janjikan.
Aku takut...Ya Allah
Aku takut, ketika aku merasa cukup amal. Sedangkan amalku belum tentu Engkau terima.
Aku takut, ketika aku merasa aman. Sedangkan Engkau selalu melihatku
Aku takut, ketika aku merasa aman. Seakan lupa ada "dua pencatat setia" di sisi ku.
Aku takut ketika aku merasa belum cukup ilmu, tapi masih enggan mencari tau.
Aku takut ketika aku terlalu mengurus dosa orang lain sedangkan aku sendiri belum tentu aman dengan dosa ku.
Aku takut ketika peluang ibadah yang Engkau diberikan dengan mudahnya aku sia-siakan. Seakan lupa bahwa peluang itu tak bisa terulang lagi.
Aku takut ketika hatiku tak lagi tersentuh ketika aku mengadu pada-Mu
Aku takut, ketika aku tak lagi merasa takut.
Aku takut, ketika takutku hanya sebatas lisan. Tapi perbuatanku tak mencerminkan aku takut kepada-Mu.













