Aku pernah salah di masa lalu bukan berarti aku baik di masa sekarang.
Aku menulis ini untuk menasehati diri ku sendiri.
Aku pernah begitu sinis melihat mereka yang menggunakan hijab terlalu panjang, melihat mereka pakai gamis, melihat mereka memakai cadar dan pakaian serba hitam, keluar rumah harus pakai kaos kaki. Tidak mau bersalaman dengan bukan mahram. Terlalu ribet dan "fanatik" dalam beragama menurutku.
Meski begitu mereka juga masih suka berdua-duaan dengan laki-laki. Terkadang lisan mereka juga sering menyakiti. Terkadang akhlak mereka bahkan lebih buruk.
Aku juga pernah begitu merasa aneh melihat mereka (lelaki) memakai celana tapi menggantung, memanjangkan jenggot. Ya. Aku pikir mereka terlalu fanatik dalam beragama.
Aku mulai berpikir lebih baik biasa-biasa saja. Meski jilbabku tak sepanjang dia. Akhlakku mungkin saja lebih baik dari mereka.
Ah. Betapa Bodoh dan sombongnya aku di masalalu, terlalu mengurusi orang lain, tanpa sadar diri sendiri sedang menuai dosa😂
Aku selalu mencari kekurangan mereka, tapi aku lupa mencari kekurangan diri sendiri. Aku masih saja berdalih atas kewajibanku, mencari pembenaran atas sikapku. Aku tau aku tak banyak ilmu, tapi masih saja enggan mencari tau.
Aku tau menutup aurat itu hukumnya wajib bagi wanita. Tapi nyatanya dalam keseharianku tak aku kenakan, dengan dalih bagaimana jika mereka menganggapku hanya ikut-ikutan ? bagaimana jika aku masih buka tutup ?Iya. Banyak aku lihat mereka yang dulu jilbabnya panjang, tapi ujung-ujungnya kembali menggunakan jilbab lilit.
Aku tau sholat itu wajib, tapi masih saja bolong-bolong dan terkadang dengan mudahnya aku tinggalkan. Seakan lupa betapa pedihnya Azab bagi mereka yang melalaikan sholat apalagi berani meninggalkan sholat.
Aku masih saja mencari alasan untuk mengelak dari kewajibanku sebagai wanita.
Dulu. Aku gengsi dinasehati, terkadang ada juga terdetik dihati untuk berubah, tapi seketika itu juga aku tepis. Aku begitu gengsi berubah hanya karena mereka. Lalu aku berpikir "Aku berubah saat ada hidayah". Mungkin suatu saat nanti. Aku terus saja menunda-nunda, seakan lupa kematian bisa saja datang tiba-tiba
Ternyata selama ini aku salah. Aku menilai dan menghakimi mereka tanpa ilmu. Aku kira persepsi aku selama ini benar. Aku kira ilmu agamaku sudah cukup. Ternyata banyak yang masih belum aku pelajari, tapi masih juga enggan mencari dan mempelajari.
Ternyata hidayah itu dijemput bukan ditunggu. "Allah tidak akan mengubah nasib seseorang atau suatu kamu sebelum mereka mengubah nasib mereka sendiri" (Ar-Ra'd: 11) dalam ayat ini dijelaskan harus ada usaha dari diri kita sendiri terlebih dahulu.
Aku baru sadar ternyata "mereka itu luar biasa". Iya. Mereka luar biasa bagi ku. Mereka bukan fanatik terhadap agama seperti yang aku cap kan dulu. Mereka hanya sedang berusaha ta'at menjalankan kewajibannya sebagai seorang hamba, tetap berusaha menjalankan kewajiban mereka meski banyak halangan di zaman sekarang. Aku kira itu mudah ternyata tidak.
Sekarang aku "kagum" terhadap mereka yang berusaha tetap di jalan agama yang benar, tak peduli apa kata mereka.
Sedangkan aku si pengecut yang terus berdalih mengesampingkan kewajibanku, terlalu memikirkan apa kata mereka.
Aku baru tau ternyata begitu susahnya menjaga solat 5 waktu, begitu susahnya menjaga komitmen membaca Al-Quran setiap hari, begitu susahnya komitmen menjaga aurat, begitu susahnya menahan diri untuk tidak bersalaman dengan yang bukan mahram, begitu susahnya bangun di sepertiga malam untuk bermunajat kepada-Nya, begitu susahnya mengajak diri untuk sholat sunah, begitu susahnya berpuasa sunah, begitu susahnya membiasakan diri bersholawat.Begitu susahnya meninggalkan larangannya.
Sekarang aku tau ternyata begitu susahnya istiqomah memperbaiki diri.
Jika aku tau begini susahnya istiqomah memperbaiki diri tak akan semudah itu aku menghakimi mereka.
Jika aku tau begini susahnya istiqomah memperbaiki diri tak akan aku gengsi saat mereka menasehati.
Jika aku tau begini susahnya istiqomah memperbaiki diri aku tak akan mengurusi dosa orang lain.
Ah. Betapa bodoh dan sombongnya aku di masa lalu😂
Sekarang aku tau alasan dibalik jalan hijrah yang mereka pilih.
Ada ketenangan diri yang luar biasa, saat percaya ada janji nyata Allah sesudahnya.
Aku baru tau, Islam adalah penuntun hidup. Mulai dari aku membuka mata sampai menutup mata lagi diatur dalam Al-Quran.
Ternyata Islam adalah penuntun hidup, mulai dari hal kecil dalam hidupku, ternyata ajaran islam itu indah, bahkan sangat indah.
Islam mengajarkan berbagi, menghormati tanpa mencaci maki. Islam mengajarkan bertutur kata yang baik. Selama ini aku hanya tau islam, tapi tak benar-benar tau. Sekarang pun masih banyak yang belum aku tau.
Islam mengajarkanku untuk tak pernah merasa baik, tak pernah merasa cukup ilmu. Cari lagi, belajar lagi sampai Allah memanggil aku untuk kembali.
Sekarang aku hanya bisa berkata. Maaf untuk mereka yang dulu pernah terdetik di hatiku sinis, menghakimi mereka, mencaci maki dibelakang mereka tanpa ilmu yang ku punya.