Papa
“Pa, Ica mau cerita…”
Setelahnya mengalirlah cerita yang nggak seberapa penting ini. Berawal dari keingintahuan si sulung mengenai cerita ‘remah-remah’ keluarga sepupu-sepupu papa yang nikah-cerai, berujung ke curhat. Hebat memang gimana Allah menciptakan hati seorang papa yang begitu lapang, tenang, penuh canda. Meski jauh tapi pandangan meneduhkan dan menenangkan papa tetap terasa. Kita hanya berbicara via telpon, tanpa tatap muka, tapi sungguh bisa menghadirkan sosok Papa seolah dihadapan mata. Allah sangat hebat, Pa. Berasa ada hologram papa didepan Ica. Hehe.
Ica : Papa lagi ngapain pa? Papa : Ini Papa lagi telfonan sama Ica. Nggak ngapa-ngapain. Ica : Haha. Jawaban Papa kayak pacar. Pacar insekyur Papa : Iya dong, lebih dari pacar. Papa kan cinta pertama anak gadis Papa.
Iya, Pa. Bener banget. Papa itu cintanya Ica dan Uci. Cinta pertama dan cinta abadinya anak gadis Papa. Cinta yang nggak pernah nyakitin, cinta yang menumbuhkan, membesarkan, menghebatkan, menjaga dan segala yang baik yang ada didunia. Allah kasih hadiah terindah buat Ica, Pa. Ica punya Papa seperti Papa.
Papa bukan dokter tapi berhasil menjadikan anaknya dokter. Papa juga bukan profesor tapi berharap anaknya berilmu setinggi profesor. Papa juga bukan superhero tapi selalu menjadi penyelamat dan pahlawannya kami. Papa juga bukan orang kaya yang duitnya berlimpah ruah tumpah-tumpah, tapi papa selalu mengupayakan yang terbaik dengan standar 'yang dibutuhkan’ anak-anaknya seperti apa. Papa itu…. masih terlalu banyak lagi kebaikan papa yang nggak bisa disebutkan satu-satu. Pa, Allah baik ya sama kami, udah ngasih sosok Papa buat kami. Semoga kami juga jadi berkah dan surga buat Papa dan Mama ya.
Pa, makasih buat banyaknya kepercayaan dan keyakinan yang udah papa berikan serta papa tumbuhkan buat Ica. Lagi dan lagi seperti malam ini, nggak nyangka ya akhirnya pembicaraan kita sampai ke topik 'kalau nanti papa harus melepas, kakak'. Terimakasih atas 'asal Kakak bahagia, Papa ikut bahagia'-nya, Pa.
Doakan Ica ya, Pa. Seperti kata Papa, berusaha dan berdoa untuk yang terbaik. Hasilnya serahkan dan khusnudzan sama Allah. Janji Allah itu pasti
Ridha Allah terletak pada Ridha orang tua, InsyaAllah Ridha Papa dan Mama membimbing, meluruskan dan menerangi jalan Ica ya.















