Kulong Biru, Bangka
Kolong dalam bahasa khas Bangka adalah genangan air yang mengisi lubang bekas galian timah. Kolong bisa disebut juga danau buatan.
Salah satu Kolong eks penambangan timah yang berpotensi menjadi tempat wisata, adalah Kolong Biru. Disebut Krolong Biru, karena airnya nampak berwarna biru dan bersih. Letaknya berada diwilayah Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Selain disebut sebagai Kolong Biru, masyarakat setempat juga menyebutnya sebagai Danau Kaolin yang mirip seperti di Belitung. Ada juga yang menyebutkanya sesuai lafal Bangka, yakni Danau Aik Biru yang berarti Danau Air Biru.
Jika anda sedang berkunjung ke Pulau Bangka, jangan lupa untuk mampir ke kolong ini. Lokasi Kolong Biru ini terletak kira-kira 65 km dari Bandara Udara Depati Amir, Pangkalpinang, yang dapat ditempuh dalam waktu 1 jam menggunakan mobil.
Tidak ada petunjuk khusus menuju Kolong Biru. Jalan menuju lokasi Kolong Biru ini ada di antara Desa Nibung dan Desa Air Bara, tepatnya disebut Simpang Bemban. Dari Simpang Bemban ini kemudian belok kanan, kondisi jalan masuk ini tidak mulus seperti jalan raya sebelumnya. Jalanan yang ditempuh masih berlubang penuh genangan air bila musim hujan, dan berdebu kalau musim kemarau.
Sepanjang perjalanan sekitar 2 km dari Simpang Bemban ke lokasi Kolong Biru ini, kita dapat langsung banyak kolong-kolong yang ditinggalkan penambang begitu saja tanpa ada upaya untuk menimbun Kulong / reklamasi setelah timahnya diambil.
Begitu tiba di lokasi, kita langsung dapat melihat hamparan air berwarna biru cerah yang luas. Di sekelilingnya terlihat gundukan tanah bekas galian timah berwarna putih membentang dan membentuk bukit-bukit baru. Keren....!
Nampaknya, tempat ini belum dikelola dengan baik oleh masyarakat maupun pemda sebagai tempat wisata, karena tidak adanya loket untuk membayar tiket masuk, juga tidak ada pagar pengaman di sepanjang bibir kolong.
Menurut informasi yang saya dapatkan dari warga sekitar, warna biru air kolong itu disebabkan adanya sisa mineral tambang yang diindikasikan berbahaya bagi kesehatan, kondisi ini mirip dengan danau kaolin di Belitung. Anehnya, masyarakat ada yang mandi di kolong biru ini. Memang airnya aman kok untuk berenang. Tapi memang tidak layak kalau dikonsumsi. Masih ada kandungan timahnya. Terlepas dari itu, pemandangan yang disuguhkan sungguh bagus, menakjubkan. Tak heran tempat ini tepat menjadi obyek pemandangan untuk difoto yang banyak diposting diberbagai sosial media.










