Biru
seen from United States
seen from Argentina

seen from Malaysia

seen from United States

seen from India

seen from Malaysia
seen from Brazil

seen from United Kingdom

seen from China
seen from United Kingdom

seen from Australia
seen from China
seen from United States
seen from Canada

seen from Russia
seen from Saudi Arabia
seen from Moldova
seen from China

seen from Hong Kong SAR China
seen from China
Biru
🇧🇳 HWS Brunei OC
🇹🇭 HWS Southern Thailand (Patani) OC
dua lima
ini tentang kehidupan ku setelah melewati 25 dari angka jatah umurku. tentang aku setelah melewati banyak hal. banyak sekali. jatuh, bangun, jatuh lagi, berhasil, kecewa, banyak lupa, gak tau diri, maksiat, luka, senyuman, ketulusan, kebahagiaan, sakit, stress, diam, hampir menyerah, dll. kabar baiknya aku masih tetap hidup sekarang.
pada renungan beberapa waktu, ku temui diriku, saat ini dia mampu menerima semua warna! dulu hidupku hanya berputar pada biru dan abu². ternyata setelah ku perhatikan warna² yg ada, mereka semua cantik. hiks, entah kenapa aku sangat terlambat menyadari.
aku merasa dulu adalah tentang aku yg sempit! egois! sempit dalam memandang kehidupan, egois dalam men standarisasi bila tak biru/abu² maka tak menarik. yang akhirnya hidupku hanya berputar pada warna² itu.
setelah 25, ternyata benar hidup tak harus biru/abu² saja nadd. mungkin iya warna mu sangat indah menurut mu kala itu. tapi bagaimana bila nyatanya warna itu tak pernah menjadi milikmu sekarang. bagaimana apabila ternyata Tuhan meminta mu untuk memeluk warna yg lain(?).
tenang, kau tak harus membuang biru ataupun abu². kau cukup membuka ruang penerimaan lebih luas lagi. izinkan warna lain menjadi bagian dari perjalanan mu.
perlahan, coba perhatikan setiap warna ternyata cantik dengan nyalanya masing-masing. bahkan, perhatikan lebih dalam lagi, warna dengan nyalanya yg sangat lemah pun, justru semakin cantik, baby pink(?) beige? kuning hijau biru dan semua warna pastel? aah mereka sangat cantikk dan tenang.
akhirnya kau paham bukan, hidup tak meminta mu untuk menjadi warna dengan nyala yg paling terang. untuk menjadi indah, kau cukup tetap menyala, tak harus terang, semampu mu.
nikmati warna yg Tuhan anugerahkan untuk mu sekarang. kau akan kehilangan bahagia apabila selalu memaksakan biru. kau akan benar-benar kelelahan bila harimu penuh dg membayangkan abu². cukupkan dirimu dengan warna yg ada, hidup dan berbahagialah dengannya. karena hakikatnya hidup itu bukan sekedar menjadi warna apa? tapi kebermanfaatan apa yg bisa kau berikan dengan nyala warnamu. warna apapun itu.
sungguh, ini bukan sekedar tentang warna.
Metro, 21 Juni 2025.
(15.03 menuju ashar selalu hujan akhir² ini).
PRESENTING THE KIMONO STYLE & FLAPPER GIRLS OF RED STAR BRAND JAPANESE BEER.
PIC(S) INFO: In the lead-up to World War II, Japan was turning nationalistic and this may be why this 1937 poster features traditional Japanese dress again, as opposed to their graphic design choices in the 1920s and early 1930s when Japan was copying the fashions and styles of the West, as shown in the second poster.
Source: https://thriftytraveller.wordpress.com/category/japan/sapporo-beer-posters.
Kamu di cakrawala sebelah mana? Kasih tanda dong, berapa lama lagi sampainya.
Masih menujuku kan? Atau sudah menemukan tuju disana?
birthday card I made for my GD-obsessed friend (biru is his favorite level):
screenshot I used for reference:
I'm not really an artist so I'm very proud of how this turned out! my friend was pretty happy too :)
hi
Cepat atau lambat hari itu akan datang. Aku seperti telah siap menghadapinya. Hari-hari yang menguras jiwa. Hari-hari tanpa kata. Niscaya akan selalu datang. Bagaikan tak bisa aku tolak, entah datang dari mana. Ia selalu hadir menimpa.
Aku menyiapkan diri. Tak banyak yang aku pikirkan lagi tentangnya. Hanya sepucuk tanya. Mengapa harus selalu seperti ini. Sedang dalam fikirku ada banyak jalan lain yang lebih menentramkan untuk ditempuh.
Kemudian aku harus mengunci kata-kata. Hingga aku perkirakan langit telah cerah seperti semula. Biru yang menenangkan. Tak lagi hitam yang menyesakkan. Aku menghampirinya dengan senyuman.
Angin ini sangat aku syukuri. Waktu-waktu ini begitu syahdu aku sadari. Tak tertebak entah apa yang menanti di depan sana. Kuhanya menggumamkan dzikir. Betapa aku telah berusaha ikhlas atas apa yang terjadi.