Bergelut dengan bahan-bahan kue adalah salah satu penyembuh luka terbaik bagi Ibu.
Memang, ada rasa getir & trauma saat harus membuat ragam kudapan itu.
Tapi, hidup harus tetap berjalan. Tidak boleh menolak pesanan pelanggan...
Ma syaa Allah..sungguh Allah sebaik-baiknya penguat. Jika bukan karenaNya, bagaimana mungkin Ibu bisa berdiri walaupun dengan hati yang letih.
Sakit hati, tapi keberlanjutan hidup kita jauh lebih berarti jika dibandingkan dengan linangan air mata hanya karena kelakuan seorang manusia tak punya hati.
Ada getir di setiap proses pembuatan kue-kue ini, Nak. Banyak air mata dan amarah tertahan, tetapi ibu memilih untuk melampiaskannya pada ragam adonan.
Sungguh, sakitnya masih terasa...
Tapi setiap prestasi dan pencapaian kalian di sekolah menjadi plot twist terbaik yang Allah berikan sebagai obat luka.
Baking is a healer... Barokallahufiik










